Rayakan Hari Galungan 2020, Cari Tahu Perbedaannya dengan Kuningan

Karla Farhana diperbarui 16 Sep 2020, 13:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Umat Hindu Bali pada Rabu (16/9/20) ini sedang merayakan Hari Raya Galungan 2020. Dalam merayakan hari istimewa ini, umat Hindu Bali melaksanakan upacara bagi Bumi sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dilansir dari Liputan6, pada hari ini umat Hindu pria, perempuan, dan anak-anak mengenakan busana adat yang didominiasi dengan warna putih. 

Jika kamu berada di Bali pada Hari Raya Galungan 2020, kamu akan melihat begitu banyak perempuan yang menjunjung sesajen sembari berjalan ke Pura atau tempat suci keluarga (merajan) untuk mengadakan persembahyangan. 

Hari Raya Galungan ini dirayakan setiap 210 hari dengan menggunakan perhitungan kalender Bali. Tepatnya, pada hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon Wuku Dungulan) sebagai hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan). 

Hari Raya Galungan memiliki keterkaitan erat dengan Hari Raya Kuningan. Hari raya ini juga sering disebut Tumpek Kuningan dimana pemujaan kepada para Dewa, Pitara untuk memohon keselamatan, kedigayusan, perlindungan, dan tuntutan lahir-batin. Lantas, apa perbedaannya dengan Hari Raya Galungan

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Perayaan Setengah Hari

Ilustrasi Umat Hindu Bali | unsplash.com/@rubenhutabarat

Para umat Hindu Bali percaya, di hari Kuningan, para Dewa, Bhatara, bersama dengan para Pitara, turun ke Bumi hanya sampai tengah hari saja. Sehingga, pelaksanaan upacara dan sembahyang di Hari Kuningan hanya sampai setengah hari saja. 

Hari nan suci ini dirayakan dengan cara memasang tamiang, kolem, dan endong. Tamiang, tulis Liputan6, merupakan sebuah simbol senjata Dewa Wisnu karena menyerupai Cakra dan disimbolkan sebagai penolak marabahaya. Sedangkan Kolem merupakan simbol senjata Dewa Mahadewa dan sebagai simbol tempet peristirahatan Hyang Widhi, para Dewa dan leluhur. 

Sementara, Endong adalah simbol kantong perbekalan yang dipakai para Dewata dan leluhu saat berperang melawan adharma. Dilansir dari Liputan6, Tamiang Kolem dipasang pada seua palinggih, bale, dan pelangkiran. Sementara endong dipasang hanya pada palinggih dan pelangkiran. 

Seperti namanya, Hari Kuningan identik dengan warna kuningan. Warna ini mencerminkan makna kebahagiaan, keberhasilan, dan kesejahteraan. 

#ChangeMaker

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut