Berkarier dari Rumah sebagai Penulis Lepas, Bahagia Hasilkan Uang dari Hobi

Endah Wijayanti diperbarui 28 Okt 2020, 08:01 WIB

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: Puji Khristiana Dyah Nugrahaini

Mempunyai suami yang bertanggung jawab dalam semua hal tidak membuatku berhenti bekerja begitu saja. Aku harus tetap bisa menghasilkan uang meski hanya dari rumah dengan menjadi seorang freelance content writer. Dari yang hanya sekadar hobi, menulis akhirnya menjadi ladang rezeki yang menggiurkan bagi ibu rumah tangga yang gila baca sepertiku.

Sebelum memutuskan bekerja sebagai freelance content writer, aku bekerja pada sebuah perusahaan permodalan asing sebagai staf accounting. Karierku bisa dikatakan melejit. Namun sayangnya, ketika mengalami keguguran saat hamil pertama dan kedua, suami meminta agar aku di rumah saja. Merencanakan kehamilan dengan matang agar lekas memiliki momongan. Benar saja. Tiga bulan setelah resign dari kantor, aku kembali hamil untuk ketiga kalinya dengan kehamilan yang sehat hingga melahirkan.

Awal karierku sebagai freelance content writer sangat sederhana. Seorang teman dekat yang memiliki website marketing membutuhkan tulisan-tulisan artikel konten untuk mengisi website dan blog yang dia miliki. Dia memberi penawaran padaku untuk mengisi konten tulisan dengan sistem pembayaran sejumlah artikel yang telah kuselesaikan. Aku menyetujui. Sejak saat itu, tiap hari aku mengirimkan artikel-artikel yang relevan dengan barang yang dia jual di website dan blog marketing-nya.

Beberapa bulan menjadi suplier tulisan artikel tunggal bagi website dan blog temanku, karierku mulai merambah. Ada beberapa blog dan website lain yang memesan artikel SEO padaku. Penghasilanku mulai bertambah seiring dengan banyaknya pesanan tulisan dari klien-klien yang lain. Pekerjaan yang awalnya hanya iseng dengan maksud menolong teman, akhirnya kujadikan bisnis yang cukup prospektif.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Bekerja dari Rumah

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/sutlafk

Bekerja dari rumah tidak semudah yang dibayangkan orang. Kerepotan sungguh kurasakan saat kami telah dikaruniai dua anak laki-laki. Aku harus pandai-pandai mencari waktu luang ditengah kesibukan mengatur jadwal sebagai ibu rumah tangga yang mengurus rumah dan anak-anak.

Sempat hampir memutuskan untuk meninggalkan profesi ini. Tapi lagi-lagi. Aku tidak bisa meninggalkan hobi berbayar yang telah kulakoni selama lima tahun terakhir. Untuk menyiasati agar aku tetap produktif dan bisa menyelesaikan segala pesanan artikel klien tepat waktu, aku memindahkan program microsoft office dari laptop ke smartphone. Dengan menggunakan smartphone, aku lebih produktif karena bisa bekerja sambil melakukam banyak hal. Seperti menulis artikel pesanan klien sambil menemani si kecil bermain di taman.

Tak hanya menulis artikel pesanan klien saja. Ketika pesanan artikel sedang sepi, kugunakan waktu sebaik mungkin untuk menulis artikel di beberapa media online. Seperti di Fimela ini. Kadang juga menulis novel atau cerita-cerita pendek yang kuposting secara berkala di akun Facebook-ku. Baik menulis di media atau di akun Facebook memang tidak selamanya dibayar. Tapi dengan terus menulis meski tidak dibayar akan memberi ruang untuk mengasah kemampuan menulisku. Selain itu, menulis di media online terkenal seperti Fimela ini merupakan salah satu cara untuk melakukan personal branding.

Dari dulu aku selalu percaya bahwa apa pun hobi dan kemampuan setiap wanita pasti bisa menghasilkan uang. Asal mereka mau menekuninya dengan terus fokus dan serius. Hal ini kubuktikan dengan cara berkarier di rumah menjadi freelance content writer. Karena bagiku, menulis sekarang tidak lagi menjadi hobi. Tapi kebutuhan. Kebutuhan untuk menghasilkan uang sekaligus aktualiasi diri.

#ChangeMaker