Tips Jejali Makanan Bergizi untuk Anak Visual, Auditori, dan Kinestetik

Novi Nadya diperbarui 02 Nov 2020, 08:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Makanan bergizi untuk anak bukan hanya penting untuk kesehatan namun juga baik untuk kecerdasannya. Sayangnya memberikan asupan makanan bergizi pada anak terkadang penuh tantangan.

Namun sebagai orangtua tentu dituntut lebih banyak akal untuk memastikan anaknya mengonsumsi makanan bergizi dan bernutrisi. Salah satunya adalah memberi makan di saat jam lapar seperti pulang sekolah.

"Dua anak saya susah makan sayur, trik paling mudah untuk memberikannya adalah saat lapar terutama pulang sekolah. Sajikan makanan yang susah dimakan, saat haus berikan jus dan menu makan dilengkapi sayur sebanyak-banyaknya," ujar Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N. Rosalin saat diskusi bareng Foodbank of Indonesia belum lama ini.

Hal itu juga dilakukan oleh aktris Shahnaz Haque yang bercerita tentang pengalamannya menjejali makanan bergizi pada anak-anak. "Kalau belum lapar, anak masih bisa nego makanan. Jadi, kalau dia menolak susu berikan saat haus, dan sebagainya. Jadi menu lapar adalah menu terlezat yang disajikan oleh ibu," sambungnya.

Selain itu, ia juga menerapkan cara memberikan makanan pada anak sesuai dengan gaya belajarnya; visual, auditori, dan kinestetik. Anak dengan tipe visual bisa belajar secara optimal menggunakan indera penglihatan, tipe auditori memakai indera pendengaran untuk menangkap informasi, dan tipe kinestetik perlu melakukan gerakan fisik dalam tiap kegiatannya.

 

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Tips Beri Makan Sesuai Gaya Belajarnya

Anak makannya sedikit./Copyright shutterstock.com/g/kornnphoto

Shahnaz pun melanjutkan tips memberikan makanan bergizi pada anak pemilih atau sulit makan dimulai dengan tipe visual. Seperti makanan bagi anak tipe visual adalah dari segi tampilan yang harus menarik perhatiannya.

"Penyajian makanannya harus menarik indera penghilatannya, baru ia tertarik juga mencoba. Kalau bergizi tapi enggak menarik, pasti tidak akan suka," lanjutnya.

Beda lagi dengan anak audiotori yang menggunakan indera pendengaran untuk memahami informasi yang diterimanya. Maka godalah anak dengan bunyi makanan pada telinganya.

"Jangan kebalik, cobalah makan persis di telinga kanan yang akan diteruskan ke pusat otak kiri, goda indera pengengarannya seperti melakukan ASMR (Autonomous Sensory Meridian Response)," ujarnya.

Dan terakhir adalah tipe anak kinestetik yang harus 'dipaksa' untuk menjajal makanan tersebut. Karena ia tidak akan tertarik hanya dengan melihat atau digoda dengan bunyi-bunyian.

"Nah beda lagi dengan anak kinestetik yang harus dicemplungin langsung alias suruh cicipin sedikit aja. Minimal nyicipin rasa dan dari situ biasanya dia mulai tergoda," tutup Shahnaz.

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut

#ChangeMaker