Sebuah Pengalaman Pahit Mendorongku Membangun Komunitas untuk Mendukung Sesama Ibu

Endah Wijayanti diperbarui 12 Apr 2021, 09:33 WIB

Fimela.com, Jakarta Kita bisa bersinar melalui setiap pilihan hidup yang kita buat dalam hidup. Baik dalam hal pendidikan, karier atau pekerjaan, dan pilihan soal impian serta cita-cita. Setiap perempuan bisa menjadi sosok tangguh melalui setiap pilihan hidup yang diambil. Seperti dalam tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Oktober 2020: Menjadi Lady Boss Versimu ini.

***

Oleh: Sahabat Fimela

Tahun 2017 adalah saat yang berat bagiku. Siapa yang menyangka orang yang sangat aku percayai mengkhianati dengan begitu kejam.

Selama ini aku berpikir wanita-wanita yang kejam itu hanya peran di sinetron, ternyata di dunia nyata benar-benar ada. Rasa sakit yang membuatku terpuruk dan sempat menjalani terapi kejiwaan karena aku tak lagi fokus dengan pekerjaanku dan kehidupan sosialku yang berantakan.

Setelah kondisiku membaik dan aku mulai mampu berdamai dengan kenyataan, akhirnya aku memilih berhenti dari pekerjaanku yang menurut orang kebanyakan adalah pekerjaan idaman. Awalnya keluarga banyak yang menyayangkan keputusan ini mengingat aku sudah menyelesaikan pendidikan masterku, namun setelah kujelaskan tentang kesehatan mentalku yang harus dipulihkan, perlahan-lahan ibuku, kakakku, suami, dan anakku setuju dengan keputusan ini.

Setelah dua tahun lebih aku memulihkan kesehatan mental, aku mulai sibuk dengan pengembangan kepribadian diriku. Aku mulai mengikuti pelatihan kepemimpinan dan bertemu orang-orang baru dengan misi yang sama. Akhirnya aku menemukan circle baru dalam hidup dan kami pun membentuk komunitas yang beranggotakan ibu-ibu dengan misi saling support antar anggota.

Menjadi salah satu founder komunitas membuatku memiliki wawasan dan semangat hidup yang baru. Anggota komunitas yang awalnya hanya beberapa orang dalam beberapa bulan semakin bertambah hingga saat ini sudah mencapai 200-an orang. Hal itu membuatku semakin yakin bahwa banyak wanita terutama ibu-ibu butuh support system dalam menghadapi permasalahan hidup sehari-hari.

2 dari 2 halaman

Bangkit dari Keterpurukan

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/sutlafk

Pada masa awal terbentuknya komunitas ini, aku sampai merogoh kocek pribadi untuk honor narasumber profesional dan expert terkait isu-isu permasalahan yang dihadapi para ibu. Karena memang sejak awal kami ingin berbagi ilmu secara gratis kepada para ibu.

Aku belajar membuat desain media sosial untuk update informasi komunitas di media sosial . Setelah anggota komunitas semakin banyak, tawaran kerjasama dari beberapa sponsor mulai berdatangan, mulai dari menyediakan narasumber secara cuma-cuma hingga hadiah-hadiah giveaway untuk peserta sharing ilmu atau kuliah secara online di komunitas kami.

Di usiaku yang 36 tahun ini aku baru merasakan kepuasan dalam hidup ketika kita bisa berbuat sesuatu untuk orang banyak. Bahwa kebahagiaan bukanlah menjadi bos di kantor namun saat kita bermanfaat untuk orang lain dan itu bisa dilakukan di rumah saja.

Hal lain yang membuatku benar-benar bangkit dari keterpurukan di waktu lampau adalah saat aku bersama komunitas baruku berhasil menerbitkan sebuah buku antologi di masa pandemi ini. Hal yang dulu sama sekali tidak pernah terpikir dan ini adalah sesuatu hal yang membanggakan untukku secara pribadi. Hal yang kupelajari bahwa ilmu yang berguna adalah ilmu yang dibagikan. Siapa yang menyangka, aku yang sempat down dan merasa tidak berguna ini bisa bangkit kembali dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. 

#ChangeMaker