Kesuksesan dan Kebahagiaanku Tak Lepas dari Peran Luar Biasa Ibu

Endah Wijayanti diperbarui 05 Jan 2021, 09:52 WIB

Fimela.com, Jakarta Selalu ada cerita di balik setiap senyuman, terutama senyuman seorang ibu. Dalam hidup, kita pasti punya cerita yang berkesan tentang ibu kita tercinta. Bagi yang saat ini sudah menjadi ibu, kita pun punya pengalaman tersendiri terkait senyuman yang kita berikan untuk orang-orang tersayang kita. Menceritakan sosok ibu selalu menghadirkan sesuatu yang istimewa di hati kita bersama. Seperti tulisan yang dikirimkan Sahabat Fimela dalam Lomba Cerita Senyum Ibu berikut ini.

***

Oleh: Muslia Nunung

Juli 2012

Ibuku menitikkan air mata. Ya tentu ibuku yang tangguh, hanya lulusan "sekolah ongko loro" pada zamannya, mampu menguliahkanku sampai selesai. Ibuku bukanlah istri dari ayahku yang kaya. Namun ibuku berjuang di depan kompor di dalam dapur besar di rumah makan daerah Gringsing Batang. Puluhan tahun ibuku memasak untuk ribuan penumpang bus dan sopir yang mampir ke rumah makan tersebut.

Ah, tentu berangkat pagi pulang malam. Ibuku berjalan sendirian terkadang pulang pukul 22.00 malam tiba dirumah. Puluhan tahun ibuku menahan lelah bekerja di situ. Terima kasih ibu. Kasihmu tak terhingga. Kini ibuku lega melihat toga terpakai dan alhamdulillah aku kini menyandang gelar S1 Pendidikan Bahasa Inggris. 

Februari 2013

Ibuku kini sudah tidak lagi bekerja sebagai koki di rumah makan tersebut. Aku melihat beliau mendirikan usaha katering dirumah. Dan alhamdulillah aku kini bekerja di perusahaan pelayaran di Semarang.

2 dari 2 halaman

Maret 2015

Ibuku./Copyright muslia nunung

Ibuku kembali menitikkan air mata. Kini aku menikah dan akan hidup bersama suamiku dan anak-anakku. 

Kenapa tiba tiba aku sampai dimasa ini. Pernikahan. Ibuku berpesan banyak untuk kehidupan pernikahanku. Ibuku mengalami perjalanan pernikahan yang kurang mulus. Ibuku mungkin belum merasa sempurna sebagai perempuan yang selayaknya dibahagiakan suaminya. Namun ibuku senantiasa mendoakan kehidupan pernikahanku bahagia. 

Terima kasih ibu. Ibuku adalah chef terbaik dalam hidupku. Ibuku adalah tempat aku kembali.

Tahun 2020, kini aku memiliki dua momongan yang mana dua-duanya sangat dekat dengan ibuku. Ingat betul aku SMA, tiap ibuku memasak, ibu selalu memberitahukan padaku apa yang beliau masak dan apa gizi yang terkandung didalamnya. Aku sangat takjub pada beliau karena beliau sekolah saja tidak, tapi ilmu memasak beliau sungguh luar biasa. Beliau tularkan pada anak anaknya.

Sekali lagi terima kasih ibu, peluhmu saat memegang spatula atau memagang wajan panas di rumah makan saat bekerja sehingga kini aku bisa meraih mimpi-mimpiku. Semua karena doa ibu dan betapa hebatnya ibu. Ibu yang tidak mengenyam pendidikan tinggi namun bisa memberikan pendidikan terbaik untukku.

#ElevateWomen