3 Tips Memotong Kuku Bayi Agar Lebih Aman

Gayuh Tri Pinjungwati diperbarui 08 Jan 2021, 12:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Jika Mom seperti kebanyakan orang tua pertama kali, mungkin merasa sedikit khawatir tentang memotong kuku bayi karena takut akan memotongnya terlalu pendek atau melukai. Tetapi jika Mom tidak memotong kuku si kecil, kuku setipis kertas itu bisa melukai kulitnya. Tidak hanya meninggalkan goresan di wajah bayi, tetapi juga dapat meninggalkan luka kecil pada saat si kecil meraih wajah Mom. Berikut ini adalah beberap tips untuk memotong kuku si kecil agar lebih aman.

Tunggu Anak Sampai Tenang

Usahakan untuk menunggu kondisi bayi lebih tenang, misalnya, sesi pemotongan kuku mungkin berjalan jauh lebih mudah jika memotongnya saat si kecil sedang tidur atau sibuk menyusu. Jika memilih untuk memangkas kuku bayi saat mereka menyusu, Mom mungkin membutuhkan seseorang untuk membantu. Selain itu, perlu diingat bahwa kuku paling mudah dipotong setelah mandi air hangat.

2 dari 3 halaman

Gunakan Alat yang Bersih

Ilustrasi/copyrightshuttertsock/Eva Zuy

Beberapa orang mungkin memangkas kuku bayi dengan cara mengigit menggunakan gigi. Jangan lakukan kebiasaan buruk itu. Tidak hanya mulut yang dipenuhi kuman, tetapi juga jari-jari bayi akan terkontaminasi kuman. Selain itu, akan membuat ujung kuku yang sangat kasar dari si kecil.

Jangan Terlalu Panik Jika Terjadi Pendarahan

Betapapun menakutkannya prospek itu, ada kemungkinan besar Mom akan memotong terlalu dekat suatu saat. Jadi siapkan tisu atau kain kasa. Jika ada pendarahan, tahan tisu atau kain kasa di sepanjang luka selama beberapa menit atau sampai pendarahan berhenti.

Meskipun mungkin khawatir untuk memotong kuku bayi, jangan terlalu khawatir. Selama menggunakan peralatan berukuran bayi dan memilih waktu yang lebih tenang saat bayi tertidur.

3 dari 3 halaman

Cek Video di Bawah Ini

#ElevateWomen