Paham Tren Pasar, Dua Bisnis Kuliner Ini Selamatkan Ibu Rumah Tangga dari Krisis Keuangan

Vinsensia Dianawanti diperbarui 01 Feb 2021, 12:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Peran ibu rumah tangga menjadi semakin berat di masa pandemi. Selain mengurus rumah dan memastikan sang anak mengikuti belajar online, ibu rumah tangga dihadapkan pada realita krisis ekonomi akibat pandemi.

Satu-satunya solusi krisis keuangan di masa pandemi adalah menjalani bisnis kuliner yang justru mengalami peningkatan. Tokopedia mengakui bahwa kategori makanan dan minuman menjadi yang paling diburu masyarakat. Kopi literan, madu, makanan khas Korea, dan camilan menjadi jenis kuliner yang paling diburu di Tokopedia.

Dengan kampanye Tokopedia Nyam, pegiat bisnis kuliner mampu meningkatkan penjualan yang berdampak pada perbaikan sistem ekonomi. Kehadiran Tokopedia Nyam mendorong kenaikan transaksi di sektor kuliner hingga lebih dari tiga kali lipat pada akhir 2020.

Dampak dari kampanye ini juga dirasakan oleh Mad Bagel dan Dimsum 49. Kedua bisnis kuliner ini memutuskan untuk adaptasi dengan teknologi yang berdampak pada peningkatan penjualan. Sehingga menjadi solusi dari krisis keuangan yang dirasakan akibat pandemi. Seperti apa kisahnya?

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

1. Mad Bagel

Simak cerita sukses bisnis kuliner yang melejit dan selamatkan ibu rumah tangga dari krisis keuangan di masa pandemi (Foto: Tokopedia)

Bisnis roti bagel yang dilakoni Prima Hayuningputri (Putri) dan Anika Miranti (Nike) berjalan sejak 2014. Keduanya merupakan ibu bekerja yang juga mencari cara agar bisa tetap menghasilkan pendapatan sembari mengurus anak. Memiliki kegemaran di bidang baking dan berjualan membuat kedua ibu ini membangun bisnis roti bagel.

Mengikuti Tokopedia Nyam sejak Juli 2020, Mad Bagel merasakan manfaat di mana penjualan meningkat hingga 270%. Publikasi dari Tokopedia Nyam membantu bisnisnya tetap berjalan dengan berhasil menjual 2000 produk.

2. Dimsum 49

Dimiliki oleh Muhammad Kautsar, Dimsum 49 berdiri sejak 2015. Awalnya ia berjualan siomay untuk mendapatkan penghasilan pendapatan. Kemudian dikembangkan usahanya dengan nama Dimsum 49 pada 2017.

Peningkatan transaksi yang signifikan membuat Dimsum 49 semakin dikenal. Lebih dari itu, Kautsar kini bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi 200 karyawan dan menambah penghasilan bagi sekitar 3000 reseller-nya yang mayoritas adalah ibu rumah tangga dan karyawan yang terdampak pandemi.

3 dari 3 halaman

Simak video berikut ini

#Elevate Women