Alasan Mengapa Imlek Indetik dengan Warna Merah

Anisha Saktian Putri diperbarui 09 Feb 2021, 17:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Dari lampion merah hingga amplop merah, pernahkah sahabat Fimela bertanya-tanya mengapa warna merah begitu populer di China, khususnya pada perayaan Imlek?  

Melansir rd.com, legenda mengatakan bahwa semuanya dimulai dengan Nian, seekor binatang buas yang akan meneror penduduk desa pada Tahun Baru, memakan tanaman, ternak, dan bahkan anak-anak. 

Tetapi penduduk desa mengetahui bahwa setengah lembu jantan berkepala singa ini takut pada tiga hal, yaitu api, kebisingan, dan warna merah. Nian dikalahkan, dan sejak saat itu warna merah dianggap membawa keberuntungan dan rejeki bagi semua.

Untuk era modern saat ini, sahabat Fimela tidak perlu mengalahkan binatang buas untuk merayakan Tahun Baru Imlek. Yang perlu dilakukan hanyalah mengenakan artibut Imlek berwarns merah.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Tradisi Tahun Baru Imlek

Angpao bermotif cantik/Ikea Indonesia

Karen Katz, penulis buku bergambar tahun 2012 berjudul My First Chinese New Year mengatakan biasanya lentera merah digantung di luar pintu untuk menangkal kesialan. Juga kertas guntingan merah digunakan sebagai dekorasi untuk digantung di dinding.  

Cara paling populer untuk merayakan Tahun Baru Imlek adalah dengan membagikan amplop merah berisi uang.  Namun, seperti mainan di bawah pohon Natal, beberapa tradisi ditujukan untuk anak-anak, dan amplop merah Cina diberikan kepada mereka untuk mengusir roh jahat.

Selain itu ada juga beberapa makanan khas Imlek yang melambangkan keberuntungan.

#elevate women