Tak Ada Pernikahan Sempurna, Ini yang Kupahami Setelah 14 Tahun Menikah

Endah Wijayanti diperbarui 19 Feb 2021, 12:35 WIB

Fimela.com, Jakarta Kita semua pernah punya pengalaman atau kisah tentang cinta. Kita pun bisa memaknai arti cinta berdasarkan semua cerita yang pernah kita miliki sendiri. Ada tawa, air mata, kebahagiaan, kesedihan, dan berbagai suka duka yang mewarnai cinta. Kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Share Your Stories Februari 2021: Seribu Kali Cinta ini menghadirkan sesuatu yang baru tentang cinta. Semoga ada inspirasi atau pelajaran berharga yang bisa dipetik dari tulisan ini.

***

Oleh:  Letta Diva

Menikah merupakan salah satu momen terindah dalam hidup seseorang. Tidak ada yang ingin pernikahannya hanya seumur jagung, tidak ada! Semua orang pasti ingin memiliki pernikahan sempurna hingga maut memisahkan. Namun mirisnya ketika saya ingin melangkah ke jenjang pernikahan, banyak yang mengatakan bahwa menikah muda hanya akan berujung dengan perceraian “hanya seumur jagung”.

Satu hal yang terlintas dibenak saya, “Apakah setiap orang yang menikah muda akan berakhir dengan perceraian?”

Kalimat itu terus terngiang dalam ingatan saya, toh jika dilihat dari umur pun tidak terlalu muda, hanya belum sesuai standarnya saja. Lantas kenapa? Apa salah ketika seseorang memilih untuk menikah di usia muda?

Namun satu hal yang akhirnya membuat saya mengerti, memang akan banyak cobaan bertubi-tubi datang ketika ikrar pernikahan terucap. Tetapi menurut saya, hal ini pasti berlaku untuk semua pernikahan, tidak hanya untuk yang menikah muda saja.

Setiap pernikahan pasti ada kekurangan.

Tidak ada pernikahan yang selalu sempurna, pasti ada banyak kekurangan apalagi ketika menikah diusia terbilang muda. Banyak keinginan dan ego yang diutamakan sehingga menyakiti satu sama lain.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Selalu Ada Ujian dan Tantangan untuk Ditaklukkan

ilustrasi menikah/Photo by wendel moretti from Pexels

Awal pernikahan menurut saya ini adalah titik terberat. Ada banyak impian dan keinginan yang tiba-tiba terbelenggu, belum lagi harus beradaptasi dalam lingkungan baru.

Bisa dibilang saat masih ingin bebas, masih ingin hangout bersama sahabat tanpa batas waktu, ingin bekerja dan berkarya di perusahaan ternama namun semua terhenti ketika menyandang gelar sebagai istri. Namun satu hal yang saya ingat, “Ini adalah pilihan saya." Saya tidak ingin perkataan teman-teman tentang pernikahan seumur jagung ini menjadi kenyataan.

Komitmen adalah yang paling penting, mau menikah muda atau tidak. Semua pasti memiliki rintangan dan masalah yang harus dihadapi. Meskipun terkesan menikah muda tersandung dengan ego dan masih belum dewasa, tapi belum tentu kan yang menikah sesuai umur sudah dewasa dan tidak akan bercerai?

Karena menikah muda juga memiliki banyak kelebihan.

Akhirnya bayangan seumur jagung tersebut kini sudah sirna, pernikahan yang kini beranjak ditahun ke-14 ini semoga bisa terus bertahan lama. Menikah muda tidak selalu seumur jagung, ada sisi terbaik saat kita memutuskan untuk lebih cepat menikah.

Salah satunya bisa mewujudkan impian bersama, memiliki rumah, kendaraan dan tabungan di usia yang masih sangat produktif. Ditambah lagi ketika anak-anak saya sudah mulai besar, saya tidak perlu cemas melanjutkan mimpi saya dan berkarya di perusahaan yang saya harapkan.

#ElevateWomen