Untuk Bahagia Tak Perlu Cari Pria Sempurna, Cukup Sosok yang Nyambung dalam 5 Hal Ini

Endah Wijayanti diperbarui 07 Apr 2021, 12:17 WIB

Fimela.com, Jakarta Sungguh hal yang wajar bagi setiap perempuan untuk punya kriteria atau standar sendiri soal pria yang cocok untuk dijadikan pasangan. Mencari pendamping hidup jelas tak bisa sembarangan. Ada hal-hal yang perlu kita pastikan dimiliki olehnya agar bisa berjalan bersama dengannya.

Ada kutipan yang sangat terkenal tentang pernikahan, seperti yang dipaparkan di Bab Pernikahan dalam buku Menjadi Manusia, Menjadi Hamba. Kutipannya seperti ini, "Perkawinan yang bagus bukanlah ketika dua orang yang sempurna bersatu, tetapi ketika dua orang yang tidak sempurna belajar menikmati perbedaan mereka." Dengan kata lain, kalau menikah tak perlu mencari pasangan yang sempurna sebab sosok yang benar-benar sempurna itu tidak ada. Kita sendiri pun pastinya bukan orang yang benar-benar sempurna, bukan?

Ketika mengobrol dengan beberapa teman perempuan usia 20an dan awal 30an, ada hal menarik yang ditemukan. Satu hal yang menarik adalah bahwa hal penting yang perlu ada ketika mencari pasangan adalah perihal "bisa nyambung". Nyambung seperti apa yang dimaksud? Berikut uraiannya (dan pasti banyak perempuan yang juga sependapat dengan hal ini).

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

1. Nyambung dalam Obrolan Sehari-hari

ilustrasi./copyright by November27 (Shutterstock)

Banyak yang bilang bahwa komunikasi yang baik adalah kunci penting dalam menjaga keutuhan hubungan. Salah satu tanda bisa menjalin komunikasi yang baik adalah adanya rasa nyaman saat mengobrol bersama pasangan. Selama bisa saling mendengar, saling memahami, saling bertukar pikiran tanpa menghakimi atau menyudutkan, dan saling bertukar cerita dengan nyaman, maka hubungan romantik bisa terbentuk dengan sendirinya. Kalau dari awal sudah sulit diajak nyambung untuk sekadar mengobrol santai, maka ke depannya tampaknya akan sulit untuk berjalan dengan visi dan misi pernikahan yang sama.

3 dari 6 halaman

2. Nyambung Soal Kebersihan dan Kerapian

ilustrasi./copyright by imtmphoto (Shutterstock)

Cakep atau tidak cakep, ganteng atau tidak ganteng, itu bisa jadi perkara yang sangat subjektif. Hanya saja memang penampilan bisa jadi faktor penting yang tak bisa diabaikan begitu saja untuk mendapatkan rasa nyaman dalam sebuah hubungan. Penampilan ini bisa terkait dengan cara seseorang menjaga kebersihan dirinya, merawat dirinya, hingga soal gaya berbusana. 

Bagi seorang perempuan yang sangat mengutamakan kebersihan diri, bisa sangat ilfeel mendapati pria yang tak menjaga kebersihan kuku jari kakinya, misalnya. Sekalipun pria itu tampan tetap saja tak akan bisa mendapat tempat istimewa di hatinya karena tidak ada rasa nyambung soal menjaga kebersihan diri. Ada juga yang ilfeel dengan pria yang terlalu berlebihan saat mengenakan parfum. Sehingga mencium baunya yang terlalu semerbak bisa langsung membuatnya berpaling karena tidak nyaman berada di dekatnya. Ya, hal-hal seperti ini memang bisa sangat personal dan berbeda pada tiap individu.

4 dari 6 halaman

3. Nyambung Soal Komitmen untuk Saling Respek

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/SunnyVMD

Menurut Kahlil Ghibran, pasangan yang hidup berdua jangan kehilangan jati diri. Maksudnya penting untuk tetap menghargai pasangan apa adanya. Jangan paksa pasanganmu untuk sama persis dengan dirimu. Kamu dan pasanganmu adalah sosok yang pada dasarnya berbeda. Saat hidup bersama, tetaplah penting untuk saling menghargai dan respek dengan perbedaan yang ada. Bukan saling memaksakan diri dan ngotot untuk bisa selalu sama persis dalam berbagai hal dengan pasangan. Saat sudah bisa nyambung dengan komitmen atau kesepakatan untuk saling respek dan menghargai keunikan diri masing-masing, maka hubungan bisa senantiasa diperjuangkan dengan baik.

5 dari 6 halaman

4. Nyambung Soal Kesejahteraan

ilustrasi./photo created by pressfoto - www.freepik.com

Ini bisa terkait dengan karier, pekerjaan, hingga penghasilan. Bukan berarti harus menuntut pasangan punya penghasilan yang sama besarnya dengan penghasilan kita, misalnya. Namun, ketika sama-sama nyambung soal keinginan untuk membangun pernikahan yang sejahtera dengan mengusahakan hal-hal terbaik yang bisa dilakukan, maka ada kebahagiaan yang bisa datang dengan sendirinya. Bagaimana pun kita perlu realistis. Tak bisa selamanya hanya mengandalkan kata-kata romantis dan penuh cinta untuk bisa bertahan hidup. Akan tetapi, perlu juga untuk bisa memahami hak dan kewajiban soal pemberian nafkah dan sebagainya.

6 dari 6 halaman

5. Nyambung Soal Masa Depan yang Diinginkan Bersama

ilustrasi./copyright by inewsfoto (Shutterstock)

Dalam pernikahan akan ada masalah dan konflik baru yang muncul. Tak mudah untuk bisa melalui dan mengatasi setiap masalah yang ada. Maka dari itu, punya pasangan yang satu visi atau punya target atau impian masa depan yang sama sangatlah penting. Setidaknya ketika ada masalah, bisa senantiasa mengingatkan diri akan tujuan awal membangun pernikahan supaya bisa kembali berada di jalur yang benar. Berjalan beriringan dengan pasangan yang punya keinginan merajut masa depan yang sama akan senantiasa menguatkan kita.

Kalau menurut Sahabat Fimela sendiri bagaimana? Untuk bisa bahagia atau menjalin hubungan yang bahagia, pasangan seperti apa yang paling diinginkan? 

#ElevateWomen