Hadapi Autoimun, Begini Cara Mikha Tambayong Menjaga Kesehatan Tubuh

Anisha Saktian Putri diperbarui 03 Mei 2021, 19:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Memiliki riwat autoimun, membuat Mikha Tambayong benar-benar menjaga kesehatannya. Mulai dari memperhatikan asupan makanan hingga olahraga secara teratur. 

Mika mengatakan ia sebisa mungkin tidak  mengonsumsi karbohidrat. Memilih makana gluten free dan minim gula.

“Kebetulan aku punya autoimun jadi sangat memperhatikan makanan-makanan yang masuk ke dalam tubuh. Mengurangi sugar yang masuk ke dalam tubuh, karbohidrat yang dikonsumsi, makan yang gluten free. Ini juga impactful ke olahraga yang dilakukan. Kalau makan sembarangan akan membuat olahraga lebih cepat capek karena tubuh merasa berat ketika berolahraga,” ujar Mikha dalam Good Doctor dan Samsung.

Tak hanya makanan, Mikha Tambayong rutin berolahraga. Ia menyukai high intensity interval training untuk berolahraga. Seperti boxing dan pilates.

 “Sekarang sekitar 3-4 kali olahraga, kadang ikut kelas di luar atau di rumah. Sebenarnya aku suka olahraga yang high intensity, high pace, sebelum pandemi rutin boxing atau kelas-kelas yang bikin capek. Tapi semenjak pandemi tidak bisa ke mana-mana jadi home workout, lagi rajin pilates. Walau hanya 30 menit  sudah bikin capek. Kalau tidak bisa keluar rumah, paling jogging aja di sekitar rumah,”paparnya.

2 dari 2 halaman

Sebagai Duta Yayasan Jantung Indonesia

Mikha Tambayong. (Foto: Instagram @mikhatambayong)

Perempuan kelahiran 1994 ini mengatakan, saat ini ia ditunjuk sebagai Duta Yayasan Jantung Indonesia, yang memotivasinya untuk lebih aware dengan olahraga dan nutrisi yang dikonsumsi. Dan ia pun merasa dampak yang baik untuk dirinya sendiri.

“Jadi semakin suka dan melakukannya dengan rutin. Kalau selesai olahraga akan releasing endorphin, bikin lebih happy, tidur jadi lebih enak. Kalau lagi capek, tidak terlalu memaksakan, ringan-ringan tapi tetap ada impactnya buat diri sendiri. Sangat mindful dengan badan, kalau badan tidak sedang fit untuk high intensity jadi paling yoga saja,” tuturnya. 

Tak hanya untuk dirinya sendiri, semenjak menjadi duta Yayasan Jantung Indonesia, ia pun sadar jika anak muda dan perempuan, rentan terkena penyakit jantung.

“Aku memakai device wearable seperti Galaxy watch. Kalau lagi olahraga pakai yang Samsung Galaxy Watch. Sudah pakai dari dulu untuk melihat heart rate dan fat burn. Apalagi sekarang sudah ada pengukuran tekanan darah dan EKG. Fasilitas Galaxy Watch ini membuat kita anak muda jadi lebih aware dengan kesehatan jantung. Wearable device ini bisa menjadi alarm apakah kita memang benar-benar sehat atau tidak. Dan kalau menemukan tanda-tanda yang mencurigakan bisa langsung konsultasi di Good Doctor jadi ini satu paket yang sangat membantu dan mudah diakses,” papar Mikha.

Ia menyampaikan hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri, menjaga kesehatan, berolahraga, melakukan pencegahan dari penyakit-penyakit adalah bentuk dari self love.

Dr. Michael Triangto, SpKO pun mengatakan olahraga bagus untuk jantung dan tekanan darah, tapi harus diperhatikan jangan sampai dipaksakan.

“Kalau kita paksakan trus, bisa menaikan tekanan darah melampaui batas kemampuan. Bisa menimbulkan gangguan ksehatan, bahkan kematian. Jadi kita harus tau tujuan kita berolahraga itu apa, dan sampai mana batas kemampuan kita,” ujar Dr. Michael.  

Jadi harus tau waktu yang tepat olahraga, dr Michael mengatakan pilihlah waktu cocok dengan aktivitas kita ahar tidak terburu-buru ketika melakukan olahraga. Jika tidak memungkinkan sebaiknya jangan dilakukan. “Jadi bukan cuma persoalan olahraga di pagi, siang, sore, atau malam hari. Tapi yang pertama, cocok dengan waktu kita, dan bisa memenuhi kriteria durasi selama kita berolahraga, sehingga bisa berdampak bagi kesehatan, di antaranya perbaikan tekanan darah,” paparnya.  

#elevate women