Kisah Mahasiswa Penyandang Spektrum Autisme yang jadi Pengusaha Kuliner Kebab

Novi Nadya diperbarui 04 Okt 2021, 14:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Memasak menjadi skill yang terus dikembangkan mahasiswa disabilitas Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bernama Muhammad Aden Hadi. Pria penyandang Autism Spectrum Disorder (ASD/spektrum autisme) ini merintis usaha kuliner buatannya sendiri yaitu kebab frozen. 

Pria asal Surabaya, Jawa Timur tersebut berhasil menjual kebabnya sampai ke kota lain, seperti Madiun, Kediri, Malang, Denpasar, dan Jakarta. Aden sendiri mulai merintis usaha makanan sejak tahun 2017 berawal dari program kerja industri SMKN 8 Surabaya.

Melansir dari Liputan6.com, kala itu ia membuat snack untuk dijual di sekolah. Seperti puding cup, risoles mayo, makaroni, sampai burger. 

Dengan semangat dan kerja kerasnya, Aden dan tim UNESA berhasil menjadi runner up Kompetisi Bisnis Mahasiswa Nasional pada Desember 2020. Dengan prestasi dan kecakapannya sebagai penyandang autisme, ia dinilai memberikan contoh baik baik anak-anak disabilitas lainnya.

 

2 dari 2 halaman

Langganan jadi Pembicara

Kini, selain sibuk berwirausaha, mahasiswa departemen kuliner ini juga langganan menjadi narasumber di acara tentang kesadaran autisme. Seperti yang diadakan Yayasan Administrasi Indonesia (YAI) Jakarta, London School Jakarta, Junior Chamber International (JCI) Surabaya, dan Yayasan Peduli Kasih Anak Berkebutuhan Khusus (YPKABK) Surabaya.

Dalam acara-acara tersebut Aden diundang untuk memberi semangat bagi teman-teman ASD walaupun ia sendiri memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi. Ia juga Diberi kesempatan untuk demo masak dan belajar investasi bersama Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Dharmawanita Kota Surabaya.

#Elevate Women