Berhenti Mengikuti 4 Tren TikTok Terkait Perawatan Gigi yang Sebenarnya Berbahaya Ini

Annissa Wulan diperbarui 11 Nov 2021, 16:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Jenis trik perawatan apapun, termasuk perawatan gigi memang terasa lebih mudah dan menyenangkan jika dilihat dari media sosial. Kunjungan ke dokter gigi bisa terasa mahal dan berpotensi menyakitkan, jika dibandingkan berbagai informasi yang bisa didapatkan dari TikTok, benar?

Sayangnya, pakar sepakat bahwa TikTok seharusnya bukan tempat pertama untuk mencari informasi kesehatan. Bahkan beberapa trik dari media sosial bisa berakhir dengan perbaikan yang mahal dan prosedur gigi yang menyakitkan, beberapa kasus bahkan bisa menyebabkan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki.

Dilansir dari huffpost.com, berikut ini adalah beberapa tren di TikTok terkait perawatan gigi yang sebaiknya tidak perlu diikuti. Penasaran apa saja?

1. Menggunakan penghapus ajaib untuk menghilangkan noda kopi

Penghapus ajaib biasanya digunakan untuk membersihkan noda yang ada di sekitar rumah, tapi apakah aman untuk digunakan pada gigi? Sama sekali tidak.

Penghapus ajaib terbuat dari melamin yang merupakan bahan abrasif sangat keras. Penghapus ajaib ini tidak benar-benar memutihkan gigi, karena ia membawa warna putih dari lapisah bawah dengan mengikis lapisan atas gigi.

2. Menggunakan pasta gigi charcoal untuk alasan yang sama

Prosesnya sama dengan penghapus ajaib. Produk ini bisa bersifat abrasif dan tidak aman. Bahkan Brian Luong, dokter gigi di Anaheim Hills, California mengatakan bahwa memperbaiki gigi dan mulut setelah beberapa eksperimen DIY bisa memakan waktu lama, menyakitkan, dan mahal.

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

3. Minum jus nanas sebelum cabut gigi

Simak di sini tren TikTok terkait perawatan gigi yang sebaiknya tidak usah diikuti karena berbahaya.

Pengguna TikTok berusaha keras menghindari tampilan pipi yang bengkak setelah operasi gigi bungsu dan mengklaim bahwa mengonsumsi jus nanas pada jam-jam menjelas operasi akan mencegah hal ini. Faktanya, jus nanas mengandung sedikit bromelain yang memiliki manfaat anti-inflamasi ringan.

Jumlah yang harus kamu minum untuk mencapai hasil di atas, akan memiliki konsekuensi kesehatan negatif yang signifikan. Kekhawatiran lain adalah bahwa sebagian besar operasi memerlukan anestesi umum, yang berarti bahwa pasien tidak boleh makan atau minum selama 6 hingga 8 jam sebelum operasi.

Ini risiko besar. Ketika kamu dibius, refleks juga ditidurkan, jadi refleks muntah tidak lagi bekerja. Jika cairan kembali naik, kamu akan tersedak dan bisa masuk ke paru-paru, yang sangat berbahaya.

Mengonsumsi makanan atau cairan sebelumnya hanya boleh untuk operasi anestesi lokal. Tapi tetap kamu harus bicara dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu.

4. Menggunakan produk berbasis lem pada gigi

Tidak ada lem yang aman untuk gigi.

#Elevate Women