Ragam Furnitur dengan Desain Kearifan Lokal yang Dipadukan Estetika Modern

Hilda Irach diperbarui 12 Nov 2021, 13:20 WIB

Fimela.com, Jakarta Brand furnitur lokal baru EVERY, menghadirkan perabotan rumah tangga dengan mengusung desain kearifan lokal berpadu estetika modern. Berbeda dengan brand furnitur lainnya, EVERY memiliki konsep seasonal yang setiap tahunnya mengeluarkan lini baru dengan tema dan desain yang berbeda.

“Dalam lini pertama EVERY, kami mengusung konsep kekayaan budaya Indonesia dan nostalgia. Jadi, perabotan jadul yang masih dipakai hingga sekarang, hanya diberikan sentuhan modern,” ujar Edward Founder dari EVERY dalam acara media open house, Kamis (11/11/2021).

Sebagai pemain baru, EVERY juga tidak hanya berfokus menyediakan furnitur, tetapi juga pengembangan pencahayaan dan aksesori interior yang mengedepankan inovasi-inovasi kreatif di dunia desain dan furnitur.

Karena konsep yang diusung itu, Every menjalin kolaborasi dengan para artisan lokal. EVERY melihat, hasil kerajinan tangan yang dikerjakan secara manual, justru memberikan nilai tambah tersendiri pada hasil akhir karya.

Secara tidak langsung, karya-karya tersebut menjadi bentuk apresiasi dari EVERY atas dedikasi para pengrajin lokal yang telah ikut andil dalam melestarikan budaya Indonesia.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Kolaborasi tiga desainer terkemuka

Brand furnitur lokal baru EVERY, menghadirkan perabotan rumah tangga dengan desain kearifan lokal berpadu estetika modern. (dok/EVERY COLLECTIONS).

Tak tanggung-tanggung, EVERY turut menggaet tiga desainer terkemuka di Indonesia untuk merancang furnitur. Ketiganya adalah Alvin Tjitrowirjo, Eugenio Hendro, dan Hendro Hadinata. Edward menjelaskan, berbagai ide dituangkan oleh para desainer karena terinspirasi dari hal sederhana yang kini dilupakan masyarakat Indonesia.

Misalnya, karya ikonis dari Hendro Hadinata berupa “Skhola Chair” yang terinspirasi dari desain bangku sekolah negeri yang terlalu kaku, kemudian dibuat ulang dengan desain yang lebih ergonomis. Selain itu, adapula "Plank Chair" yang terinspirasi dari penutup warung tegal (warteg), serta "Sahaja Chair" yang terinspirasi dari senyuman masyarakat Indonesia.

Kemudian, “Mahameru Lamp” yang terinspirasi dari nasi tumpeng. Hendro mengatakan lampu ini mengandung filosofis mendalam, yakni simbol perayaan.

“Mahameru lamp terinspirasi dari nasi tumpeng. Tumpeng ini membawa simbol akan perayaan, Sebuah objek untuk merayakan keseharian kita atau bersyukur,” papar Hendro.

 
Brand furnitur lokal baru EVERY, menghadirkan perabotan rumah tangga dengan desain kearifan lokal berpadu estetika modern. (dok/EVERY COLLECTIONS).
3 dari 4 halaman

Ragam furniture dengan desain kearifan lokal

Brand furnitur lokal baru EVERY, menghadirkan perabotan rumah tangga dengan desain kearifan lokal berpadu estetika modern. (dok/EVERY COLLECTIONS).

Adapula koleksi lighting dari Eugenio berupa “Rupu Lamp” yang terinspirasi dari kaleng kerupuk yang dikemas dengan desain modern. Selanjutnya, “Ba Stool” sebuah kursi rancangan Alvin yang terinspirasi dari kursi plastik pedagang makanan di pinggir jalan, didesain ulang dengan material berkualitas.

Kursi “Ba Stool” dan “Rupu Lamp” rancangan Alvin dan Eugenio ini masuk kategori furniture dan lighting dalam Anthology Awards 2021.

“Walaupun brand furniture, ada value yang ingin kami sampaikan ke public. Bahwa desain berperan bukan hanya sebagai elemen estetika, tetapi juga fungsional,” ujar Alvin.

 
Brand furnitur lokal baru EVERY, menghadirkan perabotan rumah tangga dengan desain kearifan lokal berpadu estetika modern. (dok/EVERY COLLECTIONS).

Lebih lanjut, Edward menuturkan semua desain ini diciptakan untuk membangkitkan kembali produk dalam negeri. Sehingga, dia berharap dapat mengikuti pameran furnitur di kancah internasional serta mengharumkan nama Indonesia melalui Every.

“Karena saya sering ikut pameran, timbul 2 poin pertanyaan di benak saya. Sebenarnya desainer Indonesia itu bisa hidup atau tidak melihat masyarakat Indonesia yang masih minim apresiasi terhadap desain,” jelas Edward menyoal latar belakang lahirnya Every.

“Kedua, padahal kita sudah memiliki SDM yang mumpuni tetapi kenapa tidak ada satupun brand Indonesia yang dibawa di luar. Hal inilah yang melatarbelakangi lahirnya EVERY. Ultimate goal kami adalah membawa produk furnitur lokal ke kancah internasional,” sambungnya.

4 dari 4 halaman

Dedikasi untuk para pengrajin lokal

Brand furnitur lokal baru EVERY, menghadirkan perabotan rumah tangga dengan desain kearifan lokal berpadu estetika modern. (dok/EVERY COLLECTIONS).

EVERY menerapkan pendekatan humor dan fun dalam menginterpretasi detail setiap furniture agar terkesan muda dan fresh, juga menghadirkan kehangatan dan keakraban pada ruang yang diisi oleh koleksi EVERY. 

Kepada Fimela, Hendro mengungkapkan untuk lini pertama ini, EVERY cenderung menggunakan warna-warna warm tone. Produknya bisa diaplikasikan pada konsep desain ruang bertema sederhana seperti kontemporer, minimalis, hingga industrial.

Melalui tema-tema sederhana dan unik, produk-produk EVERY menjadi representasi kolaborasi harmonis antara desainer dan artisan lokal. EVERY berkomitmen untuk mempertahankan nilai dari kerajinan tangan dan menggabungkannya dengan sentuhan teknologi.

 
Brand furnitur lokal baru EVERY, menghadirkan perabotan rumah tangga dengan desain kearifan lokal berpadu estetika modern. (dok/EVERY COLLECTIONS).

EVERY melihat, hasil kerajinan tangan yang dikerjakan secara manual, justru memberikan nilai tambah tersendiri pada hasil akhir karya. Secara tidak langsung, karya-karya tersebut menjadi bentuk apresiasi dari EVERY atas dedikasi para pengrajin lokal yang telah ikut andil dalam melestarikan budaya Indonesia.

EVERY kini membuka flagship store pertama untuk publik, “The House of EVERY-Things”, yang berlokasi di Jl. RS Fatmawati Raya No. 28C, Jakarta Selatan, sebagai ruang pamer produk sekaligus presentasi value proposition yang ditawarkan EVERY.

#Elevate Women