Ramai Isu Varian Baru COVID-19 Delmicron, Ini Penjelasan Pakar Kesehatan

Fimela Reporter diperbarui 27 Des 2021, 17:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Terkait ramainya isu mengenai Varian Delmicron di India, para pakar kesehatan di India menyarankan masyarakat untuk tidak memperbesar isu tersebut.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk menunggu konfirmasi ada atau tidaknya varian Delmicron dari pernyataan resmi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC).

Dikutip dari laman Business Standard pada Senin (27/12/2021), Konsil Riset Kedokteran India (ICMR) dan Satuan Tugas COVID-19 nasional India belum memberi komentar mengenai kehadiran Delmicron ini.

Sebagian isu yang beredar saat ini menyebut Delmicron adalah kombinasi varian Delta dan Omicron dari SARS-CoV-2, tapi belum ada varian virus COVID yang disebut Delmicron itu menurut pernyataan Lektor Kepala di Centre for Community Medicine, AIIMS, New Delhi Harshal R Salve.

Salve menambahkan, Omicron juga bukan virus baru karena merupakan mutasi dari Virus Corona. Berdasarkan bukti yang ada, penularannya memang tinggi tapi gejalanya lebih ringan. Salve berkata, masyarakat tidak perlu panik.

Di Indonesia sendiri menurut pernyataan Ketua Satgas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Prof Dr Zubairi Djoerban dari cuitannya di Twitter, Delmicron bukanlah varian COVID-19.

"Delmicron bukanlah varian baru dari virus corona seperti Alpha atau Beta," tulis Zubairi pada akun Twitter @ProfesorZubairi, yang dikutip dari Liputan6.com pada Senin (26/12/2021).

Zubari menjelaskan lebih lanjut bahwa Delmicron hanya istilah yang mengacu pada situasi ketika varian Delta dan Omicron menyebabkan lonjakan kasus di suatu wilayah, seperti di Amerika yang mana Omicron menyumbang 73 persen dari total kasus baru.

 

2 dari 3 halaman

Kronologis Munculnya Isu Delmicron

Penjelasan dari pakar kesehatan terkait isu varian baru COVID-19 Delmicron.(Pexels/Nataliya Vaitkevich)

Isu tentang munculnya varian Delmicron ini pertama kali muncul ke permukaan setelah beberapa media di India mengutip pernyataan salah seorang petugas COVID-19 Maharashtra, Dr Shashank Joshi.

Saat itu, Dr Joshi berkata, "Delmicron, mahkota (spike) ganda dari Delta dan Omicron, membuat tsunami mini kasus COVID-19 di Eropa dan Amerika Serikat."

Selain itu, terdapat pula laporan yang mengatakan bahwa muncul varian baru yang dinamakan Delmicron. Namun, seperti yang dikutip dari Business Today India pada Senin (27/12/2021), pernyataan Dr Joshi tidak merujuk pada hal tersebut.

 

3 dari 3 halaman

Delmicron bukanlah varian baru

Ilustrasi COVID-19 (2/9/2020).

Maksud pernyataan Dr Joshi lebih merujuk pada situasi ketika varian Delta dan Omicron menyebabkan lonjakan kasus COVID-19 di wilayah tertentu.

Jadi, Delmicron adalah situasi ketika varian Delta dan Omicron ditemukan pada pasien COVID-19 yang sama atau kedua varian itu menyebar cepat di wilayah yang sama, bukan varian baru COVID-19.

*Penulis: Vania Ramadhani Salsabillah Wardhani.