Penelitian Membuktikan, Melahirkan di Usia Ini Perbesar Risiko Bayi Down Syndrome

Febi Anindya Kirana diperbarui 16 Mar 2022, 17:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Down Syndrome mungkin belum terlalu umum diketahui masyarakat, namun beberapa orang di luar sana mungkin pernah melihat ciri-ciri wajah yang umum dimiliki orang yang mengalami Down Syndrome.

Sindrom Down terjadi karena kelainan kromosom genetik 21 yang menyebabkan keterlambatan perkembangan dan intelektual. Siapa saja bisa mengalaminya atau melahirkan anak dengan Down Syndrome. Tapi apa yang membuat seseorang lebih rentan melahirkan anak Down Syndrome?

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Usia pengaruhi risiko melahirkan bayi Down Syndrome

Ibu hamil | Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Penelitian menemukan bahwa usia memiliki pengaruh yang cukup besar. Berdasarkan data dari Centers for Disease Control and Prevention, perempuan yang berusia 35 tahun dan lebih tua memiliki kemungkinan lebih besar melahirkan bayi dengan Down Syndrome daripada perempuan yang berusia lebih muda.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa usia ayah juga berpengaruh terhadap risiko ibu melahirkan anak Down Syndrome. Studi yang dilakukan di Columbia Presbyterian Medical Center dan diterbitkan dalam Journal of Urology menemukan bahwa ayah yang berusia di atas 40 tahun memiliki peluang dua kali lipat untuk memiliki anak dengan Down Syndrome.

3 dari 3 halaman

Jaga pola hidup sehat

ilustrasi orang down syndrome/copyright by Marcel Jancovic from Shutterstock

Pada dasarnya, hamil di usia di atas 30 tahun memang memiliki lebih banyak risiko kesehatan, bukan hanya untuk ibu tapi juga bayi yang dikandung. Oleh karena itu, wajib hukumnya menjaga kesehatan dengan baik jika berencana hamil di usia tersebut ya Sahabat Fimela.

Mom juga disarankan mengikuti program hamil yang sesuai, memperbaiki pola makan serta menerapkan gaya hidup sehat sehingga mengurangi risiko bayi mengalami Down Syndrome.

#Women for Women