Persiapan Sarana Hunian Pariwisata Desa Kuta, Mandalika Bebas DBD

Novi Nadya diperbarui 21 Mar 2022, 20:13 WIB

Fimela.com, Jakarta Kawasan Mandalika di Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok telah berbenah menyambut para wisatawan yang berkunjung untuk liburan reguler atau yang menonton MotoGP. Desa inti dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika itu melakukan fogging di 20 dusun sebagai upaya bebas dari demam berdarah dengue (DBD). 

Sebab, selain Covid-19, ancaman nyata yang dihadapi saat musim pancaroba adalah virus dengue atau virus demam berdarah. Cuaca yang tidak menentu, kadang hujan dan panas berpotensi untuk nyamuk demam berdarah berkembang biak dan merajalela

Mendukung langkah yang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Lombok Tengah dan jajaran Polsek Kawasan Mandalika, Enesis Group bersama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, bupati Lombok Tengah, dan Dinas Pariwisata Lombok Tengah telah berkolaborasi dengan menyediakan healthy kit. Yang terdiri dari Antis Hand Sanitizer, vitamin Amunizer, minyak aromaterapi Plossa dan Soffell Anti Nyamuk kepada 300 sarana hunian pariwisata (sarhunta) di Desa Kuta, Mandalika.

“Saya berpesan pada seluruh pelaku sarhunta untuk memanfaatkan bantuan yang ada, mari kita manjakan tamu-tamu kita, sehingga mereka datang kembali,” kata Kepala Dinas Budpar Loteng H Lendek Jayadi dalam Sosialisasi Dukungan Enesis Group di Mandalika.

Sementara itu, Pejabat Bidang Deputi Investasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI Oni Olfian mengapresiasi antisipasi dini Covid-19 dan nyamuk damam berdarah dilakukan Enesis Grup.

 

 

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Menyediakan Healthy Kit

Mempersiapkan lingkungan sehat bebas nyamuk penyebab DBD bagi para wisatawan saat menginap di sarana hunian Desa Kuta, Mandalika

"Komitmen kami untuk bersinergi terus bersama pemerintah mengutamakan kesehatan masyarakat, sudah kami lakukan dari kegiatan vaksinasi, dukungan prokes saat WSBK 2021, dan sekarang pun saat MotoGP 2022 berlangsung," ujar Elkana Lewerisa, Ketua Yayasan Enesis Indonesia.

Elkana menambahkan jika sebagai bentuk dukungan terhadap hunian yang memenuhi standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan (CHSE) yang ditentukan oleh Kemenpar, pihaknya menyediakan healthy kit. Yang nantinya bisa menjadi salah satu fasilitas yang membuat wisatawan merasa nyaman ketika menginap di hunian.

Dalam kesempatan yang sama, tim Soffell pun memperagakan uji ampuh nyamuk, sebagai edukasi pencegahan demam berdarah dengue melalui 3M Plus, Menutup, Menguras, Mendaur ulang dan Menggunakan anti nyamuk. Seperti yang dapat dilihat tangan yang sudah di olesi Soffell tidak digigit oleh nyamuk, sedangkan tangan yang belum di olesi menjadi sasaran gigitan nyamuk. 

Selain di sarhunta, Soffell pun disediakan dibeberapa restaurant di Mandalika, kawasan bandara, dan di Senggigi. Para wisatawan pun diimbau untuk selalu menggunakan Soffell baik sebelum berangkat menonton MotoGP ataupun sudah kembali ke penginapan setelah selesai nonton MotoGP agar terhindar dari gigitan nyamuk.