Jika Tahi Lalat Terlihat seperti Ini Bisa Jadi Kanker Kulit, Segera Periksa ke Dokter

Annissa Wulan diperbarui 12 Jul 2022, 16:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Di usia dewasa, rata-rata orang memiliki antara 10 sampai 40 tahi lalat di tubuh mereka. Pertumbuhan kecil pada kulit, yang biasanya berbentuk bulat atau oval dan berwarna merah muda, cokelat, atau hitam, sangat umum dan biasanya tidak berbahaya.

Namun terkadang, tahi lalat yang tidak normal bisa menjadi tanda melanoma, bentuk kanker kulit yang relatif jarang, tapi mematikan. Melanoma bisa berkembang dari tahi lalat yang ada, tapi lebih sering muncul sebagai lesi baru pada kulit.

Ini bisa muncul di mana saja di tubuh, tapi lokasi yang paling umum adalah dada dan punggung untuk pria dan kaki untuk perempuan. Kabar baiknya, saat diketahui lebih awal, melanoma biasanya bisa disembuhkan, seperti dilansir dari huffpost.com.

Namun, jika sudah menyebar, tingkat kelangsungan hidup untuk kanker kulit melanoma kurang dari 50%, bahkan dengan beberapa perawatan yang baru tersedia. Catatannya, jenis kanker ini cenderung menyebar lebih awal.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Tips mendeteksi tahi lalat yang bisa jadi kanker kulit

Segera periksakan ke dokter jika kamu memiliki kondisi tahi lalat seperti ini.

Faktor-faktor tertentu bisa meningkatkan risiko melanoma, termasuk paparan sinar matahari yang berlebihan, penggunaan tanning bed dalam ruangan, memiliki tahi lalat atipikal, dan memiliki riwayat penyakit dalam keluarga. Ini juga lebih umum di antara orang-orang dengan kulit putih yang mudah terbakar, rambut merah atau pirang, dengan mata berwarna terang.

Orang kulit berwarna jauh lebih kecil kemungkinannya terkena melanoma daripada orang kulit putih. Bagi kamu yang memiliki warna kulit lebih gelap, melanoma cenderung muncul di area dengan paparan sinar matahari yang lebih sedikit, seperti telapak tangan, telapak kaki, atau di bawah kuku jari tangan atau kaki.

Untuk membantu menentukan apakah tahi lalat mungkin benar-benar melanoma, gunakan cara yang didukung oleh dokter kulit, yaitu asimetri, batas, warna, diameter, dan evolusi. Asimetri adalah jika kamu menggambar garis di tengah tahi lalat, setengahnya tidak akan cocok dengan bentuk atau ukuran yang lain.

Batas yang tidak teratur, yaitu tahi lalat mungkin memiliki tepi yang berlekuk, bergigi, atau kabur. Batas antara tahi lalat dan kulit normal tidak jelas.

3 dari 3 halaman

Tips mendeteksi tahi lalat yang bisa jadi kanker kulit

Segera periksakan ke dokter jika kamu memiliki kondisi tahi lalat seperti ini.

Perhatikan juga warnanya. Warnanya mungkin tidak merata di seluruh bagian, kamu bahkan mungkin melihat beberapa warna putih atau biru muncul saat tahi lalat itu tumbuh.

Selain itu, diameternya lebih besar dari 1/4 inci. Tahi lalat ini akan menonjol, karena penampakannya sangat berbeda dari tahi lalat lainnya di tubuhmu.

Untuk mengurangi risiko terkena kanker kulit, tetaplah berada di tempat teduh, terutama antara jam 10 pagi hingga 2 siang, saat matahari berada di titik terik. Jangan lupa menggunakan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi yang berspektrum luas dan tahan air.