5 Cara Merawat dan Menjaga Kesehatan Vagina agar Terhindar dari Infeksi

Hilda IrachDiterbitkan 13 September 2022, 17:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Bagi wanita, kesehatan vagina merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan. Pasalnya, organ penting tersebut justru lebih rentan mengalami banyak masalah kesehatan, salah satunya seperti infeksi jamur atau bakterial vaginosis.

“Masalah berulang, seperti infeksi jamur atau bakterial vaginosis, dapat menyebabkan nyeri kronis di daerah vagina,” kata Heather Jeffcoat, terapis fisik dasar panggul, dikutip dari US News.

Tak hanya itu, kesehatan vagina yang tidak terjaga dapat berdampak buruk bagi kesuburan.  Untuk mencegah permasalahan area kewanitaan, sahabat Fimela dapat melakukan hal sederhana seperti  menjaga area kewanitaan tetap kering dan bersih.  

Lantas, bagaimana cara merawat dan menjaga kesehatan vagina? Yuk, simak selengkapnya berikut ini, Sahabat Fimela!

 
What's On Fimela
2 dari 6 halaman

1. Membasuh vagina secara rutin

Menjaga kesehatan dan kebersihan vagina sangat penting agar terhindar dari infeksi jamur. (Pexels/Deon Black).

Setiap kali setelah buang air kecil atau buang air besar, vagina perlu dibersihkan dengan cara dibasuh menggunakan air. 

Cara membasuh atau membersihkan vagina yang benar adalah dari arah vagina menuju anus. Hal ini untuk menghindari perpindahan bakteri dari anus ke vagina yang berpotensi menyebabkan infeksi. Setelah dibasuh, pastikan kamu mengeringkannya dengan handuk atau tisu toilet yang lembut.

3 dari 6 halaman

2. Menjaga keseimbangan pH alami vagina

Menjaga kesehatan dan kebersihan vagina sangat penting agar terhindar dari infeksi jamur. (Pexels/pixabay).

Perlu diketahui, vagina yang sehat memiliki keseimbangan bakteri baik dan tingkat keasaman (pH) rendah.  Normalnya, vagina memiliki pH 3,8-5,0. Jika pH terlalu tinggi, bisa membuat kamu lebih rentan terhadap infeksi vagina.

Membersihkan vagina menggunakan sabun pewangi, gel, atau antiseptik tidak disarankan karena dapat mengganggu keseimbangan pH dan bakteri baik pada vagina. Selain itu, penggunaan produk pembersih kewanitaan baik yang digunakan di luar maupun yang disemprotkan ke dalam vagina (douching), juga tidak dianjurkan.

“Karena douching sebenarnya dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik yang ada di vagina kamu,” kata Dr. Mary Jane Minkin, seorang profesor klinis kebidanan, ginekologi dan layanan reproduksi di Universitas Yale di New Haven, Connecticut.

Larutan pembersih khusus vagina juga tidak boleh digunakan secara rutin, karena dapat meningkatkan risiko infeksi dan iritasi pada vagina.

4 dari 6 halaman

3. Gunakan pakaian dalam berbahan katun

Menjaga kesehatan dan kebersihan vagina sangat penting agar terhindar dari infeksi jamur. (Pexels/Karolina Grabowska).

Penggunaan pakaian dalam juga tidak boleh sembarangan. Hindari pakaian dalam dengan bahan old cotton dan bahan sintetis yang justru dapat meningkatkan kelembapan dan meningkatkan kemungkinan infeksi jamur.

“Pakaian dalam katun putih polos yang tidak terlalu ketat lebih disukai karena pewarna pada pakaian dapat mengiritasi jaringan sensitif di area vagina,” kata Minkin.

Selain itu, hindari pula menggunakan pakaian dalam yang basah. Sebab,  pakaian dalam yang basah dapat meningkatkan kelembapan yang akhirnya meningkatkan infeksi jamur.

5 dari 6 halaman

4. Jangan stres karena bau vagina

Menjaga kesehatan dan kebersihan vagina sangat penting agar terhindar dari infeksi jamur. (Pexels/Deon Black).

Bau vagina biasanya merupakan campuran dari bau normal yang dikeluarkan vagina  dan bau dari keputihan normal. Perubahan pola makan, hubungan seksual, dan menstruasi dapat mempengaruhi perubahan bau pada vagina. Tetapi itu tidak berarti ada yang salah.

Makanan tertentu yang dapat mempengaruhi bau vagina meliputi alkohol, daging merah, bawang merah dan bawang putih, serta tetap terhidrasi juga bisa sangat membantu dalam mengendalikan bau.

Namun, Minkin menegaskan untuk waspada jika vagina mengeluarkan bau yang lebih amis. Sebab, ini sering dikaitkan dengan pertumbuhan berlebih dari bakteri jahat.

Untuk mengatasi hal ini, Minkin merekomendasikan gel yang dijual bebas untuk menurunkan pH di vagina. Jika produk over-the-counter tidak membantu setelah beberapa aplikasi, segera konsultasikan dengan dokter untuk perawatan lebih lanjut. 

6 dari 6 halaman

5. Olahraga secara teratur

Menjaga kesehatan dan kebersihan vagina sangat penting agar terhindar dari infeksi jamur. (Pexels/Pixabay).

Berolahraga secara teratur, termasuk latihan yang membantu dasar panggul Anda. Ada latihan tertentu yang dapat menjaga dasar panggul Anda tetap kencang. Dasar panggul Anda mencakup otot, jaringan, dan ligamen yang menopang organ-organ di panggul Anda, termasuk kandung kemih, leher rahim, rahim, dan vagina.

Dasar panggul Anda bisa menjadi lebih lemah selama kehamilan dan setelah melahirkan. 

“Dasar panggul yang melemah dapat membuat kamu lebih rentan terhadap penurunan organ di daerah panggul atau disfungsi saluran kemih atau pencernaan,”  kata Dr. Gil Weiss, mitra di Association for Women's Healthcare dan asisten profesor kedokteran klinis di Departemen Obstetri dan Ginekologi di Northwestern Memorial Hospital.

Apa yang kamu makan dapat mempengaruhi kesehatan vagina kamu. Untuk menjaga kesehatan vagina, makanan yang kaya akan antioksidan dan probiotik (bakteri baik) disarankan karena dapat membantu menyeimbangkan pH vagina, menghambat infeksi dan meredakan sindrom pra-menstruasi atau PMS.

Buah dan sayuran penuh dengan antioksidan. Kamu juga dapat menemukan probiotik dalam makanan fermentasi seperti yogurt, asinan kubis dan tempe.

Ada juga suplemen probiotik yang ditujukan untuk kesehatan vagina, beberapa di antaranya diminum secara oral dan yang lain digunakan sebagai supositoria yang larut di area vagina. Probiotik vagina mungkin berguna jika kamu rentan terhadap infeksi atau jika kamu menggunakan antibiotik, yang juga dapat mempengaruhi keseimbangan bakteri di vagina kamu.