5 Alasan Seseorang Bertahan dalam Pernikahan Tak Bahagia

Fimela Reporter diperbarui 16 Jan 2023, 13:08 WIB

Fimela.com, Jakarta Tidak semua pernikahan berakhir bahagia seperti yang kebanyakan orang bayangkan. Bagi beberapa orang, ‘happy ending’ atau ‘happily ever after’ hanya ada di film dan bukan untuk mereka karena hubungan terasa sulit untuk dipertahankan.

Ada banyak alasan mengapa seseorang berada, atau bahkan terjebak dalam pernikahan yang tidak bahagia: pasangan mulai main tangan, berkata kasar dan menghina, tidak sevisi misi, perbedaan keyakinan, dll. Tapi, mengapa ada beberapa orang yang memutuskan untuk tetap bertahan? Bisa jadi ini alasannya.

2 dari 6 halaman

1. Rasa Takut

Ilustrasi/Copyright shutterstock.com/g/Pitipat

Rakut dan bingung, membayangkan bagaimana rasanya hidup tanpa pasangan, walaupun jika pernikahan ini tetap dijalani juga rasanya menyakitkan. Keberanian seorang perempuan untuk berpisah biasanya timbul jika ada teman atau anggota keluarganya yang juga berpisah.

3 dari 6 halaman

2. Anak

Ilustrasi/Credit: pexels.com/Elly

Khawatir jika perpisahan orang tuanya akan berefek pada kondisi anak: stres, performa akademisnya menurun, memunculkan perilaku yang kurang baik, hingga adanya cap 'anak broken home'. Ini yang menjadi pertimbangan pasangan untuk tetap bertahan dalam pernikahan.

4 dari 6 halaman

3. Finansial

Ilustrasi/photo created by yanalya - www.freepik.com

Saling bergantung secara keuangan dengan pasangan membuat hal ini menjadi faktor yang perlu dipikirkan saat memutuskan untuk berpisah. Pasangan yang bergantung secara finansial, (apalagi jika sudah memiliki anak) biasanya memutuskan untuk tetap bertahan karena takut tidak bisa mencukupi kebutuhan anak.

5 dari 6 halaman

4. Rasa Malu

Ilustrasi/Dragana Gordic/Shutterstock

"Apa kata orang nanti?" "Bagaimana reaksi keluarga besar saat tahu?" "Aku tidak mau pernikahanku dianggap gagal." Penilaian dari orang lain memang bisa menjadi momok yang menakutkan bagi seseorang, hingga akhirnya mengenyampingkan perasaannya sendiri dan tidak berani mengambil keputusan.

6 dari 6 halaman

5. Takut Menyesal

Ilustrasi/Copyright shutterstock.com/id/g/Makistock

Adanya keyakinan suatu hari hubungan ini akan membaik entah bagaimana caranya. Dan takut apabila ternyata hubungan ini masih bisa diselamatkan tetapi sudah terlanjur berpisah karena terlalu cepat mengambil keputusan.

Perubahan, perbaikan, dan pemeliharaan hubungan itu penting. Perbaiki apa yang bisa diperbaiki dan obrolkan baik-baik dengan pasangan sebelum memutuskan untuk berpisah. Tapi, jika memang hubungan sudah tidak bisa diselamatkan, apa pun keputusan yang diambil, semoga itu yang terbaik.

Untuk siapa pun yang sedang berada di fase ini, tetap sabar dan kuat, ya. Pasti ada banyak faktor lain (yang mungkin orang lain tidak tahu) yang membuat kamu tetap bertahan. Tetap berjuang dan semangat untuk apa pun vang sedang dijalani, ya.

Ditulis oleh: Aulia Oktafia Mahmudah