Donasi 200 vial Fomepizole untuk Kasus Gagal Ginjal Akut

angela marici diperbarui 04 Nov 2022, 11:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Kasus gagal ginjal akut yang menyerang ratusan anak di Indonesia mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Berbagai tindakan dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui penyebab dan cara untuk mengatasi gagal ginjal akut tersebut.

Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan melakukan kolaborasi antara Takeda, Keduataan Besar Jepang di Indonesia dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

PT Takeda Indonesia atau yang biasa dikenal dengan Takeda Indonesia memberikan donasi fomepizole, obat yang didistribusikan oleh Takeda Pharmaceutical Company di Jepang. Industri obat ini diresepkan untuk menangani keracunan ethylene glycol dan methanol. 

Sebelumnya, kandungan ethylene glycol dan diethylene glycol dengan dosis tinggi melebihi yang dianjurkan diduga menjadi penyebab kasus gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak di Indonesia. Hal ini terjadi setelah anak-anak mendapatkan obat parasetamol sirup yang digunakan untuk mengatasi demam pada anak.

2 dari 3 halaman

Donasi 200 vial Fomepizole

Ilustrasi fomepizole. (pexels.com/cottonbro)

Untuk menangani kasus gagal ginjal di Indonesia PT Takeda Indonesia mendonasikan 200 vial fomepizole. Adapun pengirimannya telah sampai sejak tanggal 29 Oktober, serta akan diserahkan langsung kepada Kemenkes Republik Indonesia.

Sebelumnya, berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh pemerintah per 26 Oktober 2022 diketahui bahwa terdapat 269 anak yang menderita gagal ginjal akut. Tak hanya itu, dari kasus ini telah membuat 157 dari 269 anak tersebut meninggal dunia.

Pemerintah Indonesia sebelumnya menghubungi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan Takeda untuk mendapatkan akses terhadap fomepizole, dan seluruh pihak telah bekerja sama untuk memastikan pengiriman obat ini menjadi prioritas demi mengatasi situasi penanganan yang darurat. 

Andreas Gutknecht, General Manager Takeda Indonesia mengungkapkan bahwa pihaknya merasa sedih dan bersimpati atas sakit yang diderita oleh anak-anak di Indonesia. Selain itu, Takeda pun merasa  bersyukur dapat memberikan bantuan kepada anak-anak yang mengalami gagal ginjal akut.

“Kami merasa sedih dan bersimpati atas sakit yang diterima oleh anak-anak di Indonesia dan kami mendoakan yang terbaik untuk anak-anak tersebut beserta keluarga mereka. Saya amat bersyukur kami dapat memberikan bantuan kepada Kementerian Kesehatan Indonesia dalam mendukung upaya penanganan krisis ini.” ungkap Andreas

“Saya juga sangat mengapresiasi dedikasi besar dan kolaborasi tim Takeda, Kedutaan Besar Jepang, dan Kementerian Kesehatan yang dengan secara cepat membawa obat ini kepada anak-anak yang sangat membutuhkan perawatan.” Tutup Andreas.

3 dari 3 halaman

Kolaborasi Takeda dan Kemenkes RI

Ilustrasi anak yang dirawat akibat gagal ginjal akut. copyright shutterstock.com

Donasi fomepizole adalah kolaborasi antara Takeda, Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, dan Kementerian Kesehatan Pemerintah Indonesia untuk menangani anak-anak yang terdampak dari kasus gagal ginjal akut di Indonesia. Adapun produk ini akan didistribusikan oleh Kementerian Kesehatan kepada rumah sakit yang menangani kasus gagal ginjal pada anak-aak.

Perlu diketahui bahwa fomepizole yang didonasikan oleh PT Takeda Indonesia merupakan permintaan dari Kementerian Kesehatan Indonesia dengan Skema Akses Khusus (SAS), sehingga tidak semua pihak bisa memiliki fomepizole ini.

Sementara itu, Takeda Pharmaceutical Company Limited sendiri merupakan perusahaan biofarmasi terkemuka yang berbasis nilai, penelitian, dan pengembangan (R&D) dari Jepang. Perusahaan ini memiliki komitkan untuk menemukan dan menghadirkan perawatan terkini yang sejalan dengan komitmen dari Takeda sendiri yaitu kepada para pasien (patients), orang-orang Takeda (people), dan juga bumi (planet).

Perusahaan ini berfokus pada upaya R&D di berbagai area terapetik, termasuk Oncology, Rare Diseases, Inflammatory Bowel Disease, dan Haemophilia. Tak ketinggal juga untuk menginvestasikan R&D dalam pengembangan vaksin. Selain itu, fokus lain dari perusahaan ini adalah untuk mengembangkan obat-obatan inovatif yang berkontribusi untuk memberikan perawatan pada pasien dengan riset terhadap pilihan perawatan dan menggunakan kemampuan dari R&D.

 

Penulis: Angela Marici

#Women for Women