Membedah Makna dari Deretan Makanan Keberuntungan yang Wajib Dimakan di Tahun Baru Imlek

Vinsensia Dianawanti diperbarui 13 Jan 2023, 08:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Bagi masyarakat Tionghoa dan sejumlah negara di Asia, Tahun Baru Imlek menjadi perayaan tahunan terbesar. Di 2023, Tahun Baru Imlek jatuh pada 22 Januari 2023.

Di momen Tahun Baru Imlek pula, ada banyak tradisi yang biasa dilakukan. Selain mudik, makan bersama menjadi tradisi wajib yang dilakukan keluarga Tionghoa menyambut Tahun Baru Imlek.

Dalam sesi makan bersama, ada sejumlah makanan yang wajib dihidangkan di meja makan. Mengutip dari China Highlight, deretan makanan kini konon bisa membawa keberuntungan di tahun mendatang. Ada makanan apa saja?

 

2 dari 9 halaman

1. Ikan untuk peningkatan kemakmuran

ilustrasi makanan khas Imlek/copyright Shutterstock

Ikan menjadi hidangan tradisional Tahun Baru Imlek. Masyarakat Tionghoa selalu ingin mendapatkan yang lebih banyak tabungan di akhir tahun. Dalam tradisi Tahun Baru Imlek, ikan harus menjadi hidangan terakhir yang tersisa karena memiliki makna keberuntungan untuk memiliki tabungan lebih setiap tahun.

 

3 dari 9 halaman

2. Pangsit untuk kekayaan

ilustrasi pangsit gyoza sayur/copyright by Slawomir Fajer (Shutterstock)

Memiliki sejarah lebih dari 1.800 tahun, pangsit menjadi makanan klasik yang disebut membawa keberuntungan untuk Tahun Baru Imlek. Biasanya pangsit disajikan sebagai hidangan tradisional yang dimakan pada Malam Tahun Baru Imlek. Legenda menyebut semakin banyak pangsit yang dimakan, semakin banyak juga uang bisa didapat di tahun yang baru.

 

4 dari 9 halaman

3. Ayam utuh melambangkan keberuntungan dan keutuhan

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Ayam merupakan lambang keberuntungan dan kemakuran. Itu adalah salah satu alasan mengapa ayam menjadi hidangan selamat datang di acara makan malam. Ayam biasanya disajikan utuh, termasuk kepala dan kaki. Ini melambangkan kesatuan dan keutuhan sekaligus menandakan awal dan akhir yang baik untuk tahun ini.

 

5 dari 9 halaman

4. Kue keranjang melambangkan penghasilan atau posisi yang lebih tinggi

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Rizvisual

Setiap perayaan Imlek, kue keranjang atau niangao menjadi sajian ikonik yang tidak boleh dilewatkan. Dalam tradisi Tionghoa, kue yang terbuat dari beras ketan ini adalah makanan keberuntungan yang dimakan pada malam Tahun Baru Imlek. Kue beras ketan berarti semakin tinggi dari tahun ke tahun dalam hal bisnis dan taraf hidup seseorang.

 

6 dari 9 halaman

5. Lumpia melambangkan kekayaan

Resep Lumpia Goreng. (Ilustrasi/Shutterstock.com/Hassel Sinar)

Secara tradisional lumpia dimakan selama Festival Musim Semi. Sajian ini menjadi sajian populer di Cina Timur saat Tahun Baru Imlek. Terbuat dari isian sayur, daging, atau sesuatu yang manis kemudian dibungkus dengan lembaran tipis dan digoreng hingga kuning keemasan. Melambangkan keinginan untuk makmur di tahun mendatang.

 

7 dari 9 halaman

6. Bola nasi manis atau tangyuan melambangkan kebersamaan keluarga

Makanan ini menjadi sajian utama dalam Festival Lampion Cina. Pengucapan dan bentuk bulat tangyuan dikaitkan dengan kebersamaan.

 

8 dari 9 halaman

7. Mie umur panjang melambangkan kebahagiaan

Ilustrasi Mie Soba (sumber: unsplash)

dan umur panjangSudah bukan hal baru jika mie dikaitkan dengan umur panjang dalam tradisi Cina. Di Tahun Baru Imlek, mie ini disajikan sangat panjang dan tidak boleh putus. Melambangkan dari kehidupan yang memakannya.

 

9 dari 9 halaman

8. Jeruk melambangkan keberuntungan

Ilustrasi/copyrightshutterstock/HealthHappy HH

Jeruk tidak hanya dijadikan sebagai kudapan melainkan juga oleh-oleh di Tahun Baru Imlek. Jeruk dianggap sebagai buah keberuntungan karena dalam bahasa Kanton mirip dengan kata untuk kekayaan. Selain itu, warna yang keemasan juga dianggap membawa keberuntungan di hari raya.