7 Alasan Hubungan Cintamu Tidak Dapat Restu dari Orang Tua

Febi Anindya Kirana diperbarui 28 Jan 2023, 15:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius, yaitu pernikahan, tentu kamu dan pasangan harus mendapat restu terlebih dahulu. Beberapa pasangan mungkin memutuskan untuk menikah tanpa restu orang tua, namun alangkah baiknya jika hati merasa damai dengan adanya restu sehingga segala urusan dilancarkan. Namun tidak jarang beberapa orang susah mendapatkan restu, kira-kira apa saja alasan seseorang susah mendapatkan restu orang tua untuk melanjutkan cinta? Ternyata ini alasan kamu dan pasangan tidak mendapat restu dari orang tua.

What's On Fimela
2 dari 8 halaman

1. Beda agama

ilustrasi couple/PeopleImages.com - Yuri A/Shutterstock

Seringkali beda agama menjadi masalah paling sering penolakan dari orang tua. Restu akan sangat sulit didapat jika keyakinan kalian tentang Tuhan saja sudah berbeda. Umumnya orang tua menginginkan anaknya menikah dengan orang yang memiliki agama sama. Bahkan yang seagama pun sering ada penolakan restu, misalnya beda antara Kristen dan Katolik, atau NU dan Muhamaddiyah.

3 dari 8 halaman

2. Beda ras, suku, marga dan etnis

ilustrasi couple cinta/Chayantorn Tongmorn/Shutterstock

Perbedaan mendasar lain yang sering menghalangi restu adalah perbedaan suku, ras, marga dan etinis. Hal ini cukup serius bagi beberapa keluarga, jadi alangkah baiknya jika memahami keluargamu terlebih dahulu sebelum meminta restu. Akan lebih aman mencari pasangan dengan ras, suku, marga dan etnis yang sama jika masalah ini sangat prinsipil untuk orang tuamu. Bahkan banyak juga yang terhalang oleh weton, jika kamu berada dalam keluarga Jawa.

4 dari 8 halaman

3. Belum mapan

ilustrasi pasangan cinta/KaptureHouse/Shutterstock

Orang tua mana pun tidak akan merestui anak perempuannya menikah dengan pria belum mapan. Masalah finansial terbukti secara ilmiah merupakan alasan paling besar terjadinya perceraian. Orang tuamu pasti juga ingin anaknya hidup sejahtera serba berkecukupan setelah menikah agar hatinya tenang. Jika kamu menikah dengan pria dengan kondisi finansial tidak stabil, tentu membuat mereka khawatir.

5 dari 8 halaman

4. Beda status sosial

ilustrasi couple/copyright by Narith Thongphasuk38 (Shutterstock)

Istilah mempertimbangkan bibit, bebet dan bobot selalu dipegang oleh banyak orang tua. Beda status sosial termasuk salah satunya dalam hal ini sehingga susah dapat restu, entah itu pendidikan yang tidak setara, beda kekayaan yang dimiliki keluarga, latar belakang keluarga dan sebagainya. Jika orang tuamu merasa kalian terlalu berbeda jauh secara status sosial, pastikan ada kelebihan lain yang membuat pasangan bisa diterima.

6 dari 8 halaman

5. Masih ada hubungan darah

ilustrasi pasangan hidup/Atitaph_StockPHoTo/Shutterstock

Percaya atau tidak, di zaman sekarang masih ada laku-laki dan perempuan yang saling jatuh cinta karena mereka masih kerabat dekat, dan ini jarang sekali direstui oleh orangtua karena merasa masih keluarga. Saudara bukan hanya didefinisikan sebagai orang-orang yang memiliki ikatan darah, tapi bisa juga saudara sepersusuan. Saudara yang diberi asi yang sama oleh ibumu tidak boleh dinikahi secara agama.

7 dari 8 halaman

6. Beda usia terlalu jauh

ilustrasi pasangan cinta/Rido/Shutterstock

Ini sering jadi permasalahan karena dikhawatirkan cara berpikir dan kedewasaan kalian jauh berbeda. Karena cinta seringkali buta, kamu tak sadar perbedaannya. Banyak orang tua tidak memberi restu jika calonmu terpaut terlalu muda atau terlalu tua dari usiamu. Untuk perempuan, mungkin perbedaan usia terlalu muda lebih bermasalah dibandingkan terlalu tua. Itu juga tergantung pandangan setiap orang tua.

8 dari 8 halaman

7. Sudah pernah menikah sebelumnya

ilustrasi pasangan cinta/gpointstudio/Shutterstock

Status pernikahan janda atau duda sering menghalangi restu orang tua. Banyak orang tua tidak setuju menikahkan anaknya dengan seseorang yang pernah menikah, apalagi membawa beberapa anak sebagai tanggung jawabnya. Meskipun secara finansial mencukupi, terkadang orang tua memiliki pemikiran tersendiri mengenai hal ini.

Tentu akan ada alasan-alasan lain yang mungkin belum mencakup semuanya dalam artikel ini. Setiap orang tua memiliki sudut pandangnya sendiri sebagai pertimbangan kebahagiaan anak. Semoga kamu dan pasangan bukan termasuk yang susah mendapatkan restu dari orang tua ya, Sahabat Fimela.

#Breaking Boundaries