5 Tips untuk Melatih Otak Anak Agar Tumbuh Cerdas

Fimela Reportersherly halim diperbarui 30 Sep 2023, 11:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Setiap orangtua memiliki mimpi untuk masa depan anaknya. Terutama dalam menantikan kesuksesan mereka, entah itu berhasil berpartisipasi di olympics, mendapatkan penghargaan, dan lain-lain. Akan tetapi, untuk mendapatkan itu tidak semudah yang dipikirkan. Orangtua harus memperhatikan dan mengembangkan anak, salah satunya adalah untuk meningkatkan perkembangan otak agar anak menjadi pintar.

Banyak orangtua kadang berfikir tentang bagaimana cara yang tepat dalam membesarkan anak yang kira-kira bisa mencapai mimpi yang sudah disiapkan orangtua. Berdasarkan penelitian yang dirilis oleh National Institute of Health, 50% kecerdasan datang dari genetik dan 50% nya lagi dari beberapa faktor termasuk lingkungan. Deni 50% lainnya bisa orang tua lakukan dengan melatih kinerja otak anak. 

Nah, Sahabat FIMELA, berikut adalah 5 cara yang bisa kamu lakukan untuk melatih otak anak agar mereka tumbuh sebagai orang yang cerdas dan berkualitas. Semua ini, dilansir oleh TIME.com.

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

Belajar Musik

Ilustrasi anak bermain instrumen. (Foto: Unsplash/Jordan Whitfield)

Dilansir oleh Bakadesuyo.com, menunjukkan bahwa anak-anak yang belajar memainkan instrumen terbukti dapat membuat mereka lebih pintar. 

Penelitian yang dilakukan merupakan sebuah laporan pertama yang menguji hipotesis secara langsung dengan acak dari kelompok dua anak-anak dari latar belakang yang berbeda, pertama dari anak yang belajar musik dan kelompok satunya belajar drama. Penelitian ini menunjukkan kalau kelompok anak yang belajar musik Terbukti ada peningkatan IQ yang lebih besar dibandingkan kelompok anak yang lainnya. 

Faktanya, belajar musik bukan hanya dapat membantu perkembangan otak anak akan tetapi dapat membantu perkembangan otak semua orang. Banyak sekali penelitian yang menemukan bahwa pelatihan musik dapat mendapatkan keuntungan belajar bagi siswa di kelas. Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Northwestern menemukan bahwa belajar musik dapat bermanfaat untuk orangtua.

menurut penelitian yang berjudul Musicians' brains are highly developed, menyatakan bahwa anak yang belajar musik memiliki perkembangan otak yang di mana mereka akan menjadi lebih tertarik dalam belajar dan untuk melihat semua hal dalam sisi yang besar, mereka juga biasanya akan lebih santai dan ceria.

3 dari 6 halaman

Jangan Membaca Untuk Anak Anda, Bacalah Bersama Mereka

Ilustrasi anak sedang membaca. (Foto: Unsplash/Adam Winger)

Berawal dari membacakan cerita atau si kecil memiliki ketertarikan tersendiri dengan buku cerita anak-anak. Intinya jangan lakukan terlalu sering dan lama. Ajaklah mereka untuk membaca, tetapi bantu mereka untuk kenali kata-kata terlebih dahulu. 

Ajak mereka untuk ikut serta dalam memperhatikan kata kata di dalam buku cerita. Setelah itu Ajari mereka untuk mengikuti setiap kata kata yang kamu sebutkan. Menurut penelitian yang berjudul Unlocking the door: Is parents reading to children the key to early literacy development mengungkapkan ketika anak-anak dan orangtua membaca buku bersama-sama dan diikuti dengan perhatian yang berlebih akan membantu mengembangkan keterampilan anak dalam membaca. Membaca buku juga anak meningkatkan kemampuan literasi dini pada anak-anak.

4 dari 6 halaman

IQ Tidak Bermanfaat Tanpa Disiplin Diri

Ilustrasi anak yang memiliki kedisiplinan. (Foto: Unsplash/Adam Winger)

Jika tidak ada kedisiplinan IQ akan tidak berguna. Bahkan kedisiplinan dapat mengalahkan IQ dalam hal kesuksesan di masa depan. 

Di dalam buku yang berjudul The Power of Habit: Why We Do What We Do in Life and Business mengatakan kalau I banyak penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan dan kemauan keras adalah salah satu kunci terpenting dalam kesuksesan. Contohnya jika seorang siswa memiliki keinginan yang kuat untuk mendapatkan nilai yang jauh lebih bagus, berarti dia akan belajar sekuat tenaga agar targetnya tercapai. 

Biasanya anak anak yang memiliki target atau tekat yang kuat akan menggunakan waktu lebih sedikit untuk mengkonsumsi konten dan akan menghabiskan banyak waktu untuk menyelesaikan pekerjaan rumah atau belajar tentang suatu topik. 

Ajari si kecil untuk lebih disiplin, buatkan mereka rencana atau jadwal harian yang bisa mereka ikuti. Tidak semua anak anak akan membuat jadwal harian mereka sendiri, tetapi bisa dimulai dengan orang tua yang membuat kan jadwal tersebut, tekankan kepada mereka untuk menjalankan jadwal tersebut. Secara tidak langsung mereka akan jauh lebih disiplin daripada sebelumnya. Berikanlah mereka pembagian jadwal perihal  kapan waktu untuk belajar, mengerjakan pekerjaan rumah, membaca buku, istirahat, dan lain- lain.

 

 

5 dari 6 halaman

Camilan dan Waktu Makan

Ilustrasi sarapan pagi. (Foto: Unsplash/Dani Rendina)

Ada beberapa macam camilan yang dapat membantu anak kamu untuk menjadi lebih konsen saat mengerjakan sesuatu. Contohnya coklat, buah beri, kacang kacangan, dan lain lain. Disarankan untuk memberikan camilan yang sehat untuk anak. 

Selain itu, pemberian makanan di waktu yang tepat contohnya makan pagi, siang, dan malam akan mempengaruhi kinerja anak. Berdasarkan penelitian makanan yang tinggi karbohidrat, tinggi serat, dan makanan yang lambat dicerna seperti oatmeal adalah makanan yang terbaik untuk dikonsumsi khususnya saat kamu sedang melakukan ujian.

16 mahasiswa yang mengkonsumsi makanan yang tinggi karbohidrat, tinggi serat, dan makanan yang lambat dicerna seperti oatmeal, menunjukkan daya perhatian dan kecepatan berpikir mereka. Lima hari kemudian 16 mahasiswa tersebut juga dilakukan tes ulang akan tetapi dengan pola makan yang berbeda, yaitu mereka diberi makan daging, telur, keju, dan krim, setelah diuji lagi kinerja mereka menurun. 

Makanan yang mengandung kafein dan glukosa dapat memberikan efek yang menguntungkan khususnya dalam kinerja otak kognitif. Karena kedua komponen tersebut terbukti dapat meningkatkan efisiensi sistem perhatian.

 

 

6 dari 6 halaman

Percaya Pada Mereka

Ilustrai orangtua yang percaya dengan anak. (Foto: Unsplash/Ann Danilina)

Kunci yang terpenting untuk melatih otak anak kamu agar tumbuh sebagai anak yang cerdas adalah tingkat kepercayaan orang tua. Percayalah bahwa anak kamu akan tumbuh pintar, jangan ragukan mereka

Menurut penelitian The Heart of Social Psychology: A Backstage View of a Passionate Science, penelitian yang dilakukan oleh Rosenthal and Lenore Jacobson (1968) mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan penelitian terhadap seorang guru. Ia menunjuk anak di dalam ruang kelas secara random dan mengatakan kalau anak itu adalah seorang academic sporters, guru tersebut secara tidak langsung akan memberikan perilaku yang berbeda. Alhasil anak tersebut mengalami peningkatan secara akademik.

Penulis: FIMELA Sherly Julia Halim