3 Kota Ramah Disabilitas di Indonesia, Ciptakan Aksesibilitas bagi Semua Orang

Fimela Reporter diperbarui 15 Jan 2024, 18:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Kota ramah disabilitas merupakan suatu konsep inovatif yang menempatkan inklusi dan aksesibilitas sebagai inti dari perencanaan perkotaan. Dalam membangun kota semacam ini, prioritas utama adalah menciptakan lingkungan yang dapat diakses oleh semua warganya, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Inklusivitas kota ramah disabilitas tidak hanya tentang memenuhi standar aksesibilitas fisik, tetapi juga menciptakan ruang untuk partisipasi sosial, ekonomi, dan budaya yang setara bagi semua penduduk. Melalui perencanaan kota yang berfokus pada aksesibilitas, transportasi yang ramah disabilitas, serta penyediaan fasilitas umum yang mendukung, kota dapat memperluas partisipasi masyarakat yang beragam.

Kota ramah disabilitas bukan hanya menciptakan keadilan sosial, tetapi juga menggambarkan komitmen terhadap hak asasi manusia di mana setiap warga masyarakat berhak mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Oleh karena itu, penting bagi kota-kota untuk merangkul prinsip-prinsip ramah disabilitas dalam perencanaan dan pengembangannya agar menciptakan lingkungan yang inklusif dan berkeadilan bagi semua warganya.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

1. Kota Solo

Tidak hanya fasilitas publik yang ramah disabilitas, tetapi juga dukungan kepada para penyandang disabilitas. (Foto: Unsplash/Jon Tyson)

Dilansir dari surakarta.go.id, sejak tahun 2017, Kota Solo telah menetapkan standar baru sebagai kota yang peduli terhadap penyandang disabilitas. Berbagai upaya dilakukan untuk menyediakan fasilitas publik yang ramah disabilitas seperti pemasangan guiding block di sepanjang jalanan kota dan tempat umum, penyediaan area parkir khusus, jalur miring di halte, serta fasilitas ramah difabel lainnya yang menjadi bukti nyata Solo dalam mewujudkan kota inklusif.

Tidak hanya itu, kota ini juga menjadi pusat pelatihan bagi atlet-atlet disabilitas yang menegaskan posisinya sebagai model kota ramah difabel di Indonesia. dengan langkah-langkah progresif tersebut, Solo tidak hanya menjadi contoh bagi kota-kota di Indonesia, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan menghargai hak setiap individu, tanpa terkecuali.

2. Kota Yogyakarta

Yogyakarta sebagai salah satu destinasi budaya di Indonesia, telah menunjukkan komitmennya yang kuat menjadi kota ramah disabilitas. Langkah-langkah inovatif dan progresif telah dilakukan untuk memastikan bahwa Yogyakarta menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua warganya, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus.

Selain peningkatan aksesibilitas fisik sebagai kota ramah disabilitas, Yogyakarta juga secara akti mempromosikan terkait kegiatan dan program-program pemberdayaan disabilitas, seperti halnya memperingati Hari Internasional Penyandang Disabilitas. Kegiatan ini diperingati setiap taunnya dengan harapan akan meningkatkan kesadaran tentang isu kecacatan, hak-hak fundamental penyandang disabilitas.

Dilansir dari warta.jogjakarta.go.id, berbagai kegiatan dilakukan antara lain senam bersama, jalan sehat, penampilan karya penyandang disabilitas, hingga pemberian bantuan seperti alat bantu dengar, kursi roda, wolker kaki empat, peralatan montir, penyangga kaki, serta sepatu.

3 dari 3 halaman

3. Kabupaten Bandung

Kota ramah disabilitas di Indonesia menciptakan ruang bagi para penyandang disabilitas untuk lebih berdaya. (Foto: Unsplash/Charlesdeluvio)

Dilansir dari bandungkab.go.id, Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen mewujudkan kota ramah disabilitas dengan semaksimal mungkin. Berbagai program telah dijalankan dan tengah direncanakan agar Kabupaten Bandung bisa menjadi tempat tinggal yang ramah dan nyaman bagi semua orang tanpa terkecuali, termasuk kaum disabilitas.

Pemkab Bandung akan membangun berbagai fasilitas publik ramah disabilitas seperti pedestrian atau trotoar khusus dan jalur khusus kursi roda bagi kaum disabilitas. Hal ini guna membantu kemandirian para disabilitas agar tidak selalu bergantung pada bantuan orang lain. Selain itu, pemerintah berkomitmen untuk menghadirkan sekolah luar biasa (SLB) dan sekolah inklusi di beberapa kecamatan dengan anak disabilitas yang cukup banyak.

Tak berhenti sampai situ, bantuan modal pengembangan usaha produktif juga diberikan pada pelaku usaha disabilitas untuk lebih memberdayakan mereka. Melalui program rutilahu, Pemkab Bandung membangun sepuluh rumah kaum disabilitas dan memberikan apresiasi pada atlet disabilitas yang meraih prestasi.

 

Penulis: Maritza Samira.

#BreakingBoundariesDesember