7 Sikap agar Tidak Emosional saat Suasana Hati Buruk

Endah Wijayanti diperbarui 08 Jan 2024, 12:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Suasana hati buruk adalah bagian tak terhindarkan dari kehidupan sehari-hari. Dalam perjalanan hidup, setiap orang menghadapi berbagai situasi yang mungkin menyebabkan perasaan tidak nyaman, kecewa, atau bahkan kesedihan. Meskipun kita sering mencari kenyamanan dan kebahagiaan, realitasnya adalah kita tidak dapat menghindari sepenuhnya pengalaman suasana hati yang kurang menyenangkan.

Dalam menghadapi tantangan ini, memiliki sikap yang tepat dapat membantu kita tetap tenang dan tidak terbawa emosi. Kali ini kita akan membahas tujuh sikap yang dapat membantu mengelola emosi saat suasana hati buruk. Simak uraiannya di bawah ini, ya Sahabat Fimela. Harapannya dengan strategi ini, kamu bisa menjalani hidupmu dengan lebih baik dan nyaman lagi.

 

What's On Fimela
2 dari 8 halaman

1. Mengarahkan Perhatian ke Hal yang Menenangkan

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/JR-50

Mengutip buku Mengapa Tidak Pernah Ada yang Memberitahuku?, "Perhatian kita sangat berharga dan ikut menciptakan pengalaman hidup kita. Jadi, belajar mengendalikan ke mana kita mengarahkan perhatian dapat berdampak besar pada hidup dan suasana hati kita." Saat suasana hati buruk melkamu, mengarahkan perhatian ke hal-hal yang menenangkan dapat membantu meredakan ketegangan. Cobalah untuk fokus pada hal-hal positif di sekitar kamu, seperti pemkamungan alam, musik yang menenangkan, atau kenangan indah. Ini dapat membantu mengalihkan perhatian dari sumber stres dan memberikan ruang untuk pemulihan emosional.

 

3 dari 8 halaman

2. Mengatur Napas Lebih Baik agar Sistem Saraf Rileks

Makin bahagia menjalani hidup./Copyright shutterstock.com/g/OlgaPink

Napas memainkan peran kunci dalam mengelola emosi. Mengatur napas dengan baik dapat membantu merilekskan sistem saraf, mengurangi ketegangan, dan menenangkan pikiran. Praktek pernapasan dalam-dalam, di mana kamu mengambil napas perlahan dan dalam, dapat memberikan efek positif pada kesejahteraan emosional kamu.

 

 

4 dari 8 halaman

3. Menguraikan Emosi dan Semua Perasaan yang Hadir

Menjalani hidup dengan penuh makna./Copyright shutterstock.com/g/PRImageFactory

Menguraikan emosi adalah langkah penting dalam mengelola suasana hati buruk. Identifikasi dan akui perasaan yang sedang kamu alami. Tuliskan atau ceritakan kepada seseorang tentang perasaan tersebut. Proses penguraian emosi membantu menyadari akar permasalahan dan memungkinkan kamu mengambil langkah-langkah konstruktif untuk mengatasi mereka.

 

 

 

5 dari 8 halaman

4. Meluangkan Waktu untuk Diri Sendiri

Ilustrasi menjalani hidup dengan optimis./copyright shutterstock.com/g/Wiriyathitiporn

Ketika suasana hati buruk melkamu, penting untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri. Pisahkan waktu sejenak dari situasi yang menekan dan fokus pada kegiatan yang memberikan kebahagiaan atau ketenangan. Ini bisa termasuk membaca buku, mendengarkan musik, atau hanya beristirahat sejenak untuk menyegarkan pikiran.

 

 

6 dari 8 halaman

5. Menggerakkan Tubuh untuk Merangsang Produksi Endorfin

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/PRImageFactory

Aktivitas fisik tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh, tetapi juga dapat memengaruhi suasana hati. Berolahraga secara teratur dapat merangsang produksi endorfin, zat kimia alami dalam tubuh yang memiliki efek positif pada suasana hati. Pilih aktivitas fisik yang kamu nikmati, seperti berjalan kaki, berlari, atau berenang.

 

 

7 dari 8 halaman

6. Mengapresiasi Usaha Terbaik yang Sudah Dilakukan

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/PRImageFactory

Kadang kita masih terlalu keras pada diri sendiri, terutama saat suasana hati buruk. Mengapresiasi usaha terbaik yang sudah kamu lakukan, meskipun mungkin hasilnya tidak sesuai harapan, dapat meningkatkan rasa percaya diri dan membantu mengurangi tekanan emosional. Ingatlah bahwa setiap langkah kecil menuju perbaikan patut dihargai.

 

 

8 dari 8 halaman

7. Memperbaiki Hal-Hal yang Masih dalam Kendali Diri

Menjalani hidup bahagia./copyright shutterstock.com/g/RusticWanderlust

Saat suasana hati buruk, fokuslah pada hal-hal yang masih dalam kendali diri kamu. Identifikasi aspek-aspek kehidupan yang dapat kamu atur atau perbaiki. Mungkin ada tugas-tugas kecil yang dapat diselesaikan atau keputusan kecil yang dapat diambil untuk meningkatkan situasi. Memiliki kendali atas beberapa aspek kehidupan dapat memberikan perasaan kontrol yang dapat meredakan emosi negatif.

Mengelola emosi saat suasana hati buruk membutuhkan kesadaran dan upaya yang konsisten. Dengan menerapkan sikap-sikap seperti mengarahkan perhatian ke hal yang menenangkan, mengatur napas, menguraikan emosi, meluangkan waktu untuk diri sendiri, bergerak untuk merangsang produksi endorfin, mengapresiasi usaha terbaik, dan memperbaiki hal-hal yang masih dalam kendali diri, kamu dapat membantu diri sendiri tetap tenang dan tidak terbawa emosi dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Sahabat Fimela, perlu juga diingat bahwa setiap usaha kecil untuk mengelola emosi membawa dampak positif pada kesejahteraan mental kamu.