7 Situasi Dimana Kamu Tidak Harus Selalu Memberi Lebih dalam Hubungan agar Tidak Dimanfaatkan

Gayuh Tri Pinjungwati diperbarui 03 Mar 2024, 11:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Mengetahui kapan harus berdiskusi dan memberi dan kapan harus berhenti memberi terlalu banyak dalam suatu hubungan adalah penting untuk menjaga keseimbangan yang sehat. Hal ini juga penting untuk menjaga harga diri dan kesehatan emosionalmu. Meskipun memberi dan menerima adalah aspek penting dalam hubungan yang sehat, penting juga untuk mengetahui kapan kebaikan hatimu dimanfaatkan atau kapan hal itu bisa berdampak negatif pada kebahagiaanmu sendiri.

Ada batasan yang perlu kamu miliki dalam suatu hubungan, dan berikut situasi ketika kamu tidak boleh memberi terlalu banyak dalam suatu hubungan.

1. Merasa Terkuras

Jika kamu terus-menerus merasa lelah secara emosional, terkuras, atau terbebani oleh tuntutan hubungan, itu mungkin pertanda bahwa kamu memberi terlalu banyak. Kebutuhan dan kebahagaanmu sendiri harus selalu diutamakan, dan penting untuk mengetahui kapan kamu perlu memprioritaskan perawatan diri.

What's On Fimela
2 dari 7 halaman

2. Upaya yang Tidak Berbalas

Ilustrasi pasangan marah/copyrightshutterstock/polkadot_photo

Hubungan yang sehat ditandai dengan saling memberi dan menerima. Jika kamu terus-menerus mendapati diri memberi lebih dari pasanganmu tanpa menerima upaya atau penghargaan yang setara, itu mungkin merupakan tanda bahaya bahwa kemurahan hatimu dianggap remeh.

3 dari 7 halaman

3. Kurangnya Batasan

Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Jika kamu terus-menerus mengorbankan batasan, nilai, dan tujuan pribadimu untuk mengakomodasi kebutuhan atau keinginan pasanganmu, hal ini dapat menimbulkan kebencian dan ketidakpuasan. Menetapkan batasan yang sehat sangat penting untuk menjaga harga diri dan memastikan kebutuhanmu terpenuhi dalam hubungan.

4 dari 7 halaman

4. Hilangnya Kebebasan

Ilustrasi/copyrightshutterstock/giggsy25

Memberi terlalu banyak dalam suatu hubungan terkadang dapat menyebabkan hilangnya kemandirian. Jika kamu mendapati diri menjadi terlalu bergantung pada pasanganmu untuk mendapatkan validasi, persetujuan, atau kepuasan, penting untuk mengevaluasi kembali keseimbangan kekuatan dalam hubungan tersebut.

5 dari 7 halaman

5. Harga Diri Berkurang

Ilustrasi/copyrightshutterstock/Pixel-Shot

Terus-menerus memberi tanpa menerima validasi atau penghargaan dapat mengikis harga diri dan harga dirimu seiring berjalannya waktu. Jika kamu menyadari bahwa harga dirimu menjadi tergantung pada kemampuanmu ntuk memenuhi kebutuhan pasanganmu, penting untuk menilai kembali prioritas dan menghargai dirimu sendiri terlepas dari hubungan tersebut.

6 dari 7 halaman

6. Merasa Kecewa Berulangkali

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Ekaphon maneechot

Jika kamu mendapati diri berulang kali kecewa dengan perilaku atau tindakan pasanganmu meskipun kamu telah berusaha memberi dan mendukungnya, itu mungkin merupakan tanda bahwa kemurahan hatimu tidak dihargai atau dihargai. Penting untuk menyadari ketika upayamu tidak mendapatkan rasa hormat dan penghargaan yang pantas mereka terima.

7 dari 7 halaman

7. Hilangnya Tujuan dan Impianmu

Ilustrasi pasangan marahan/copyrightshutterstock/Kmpzzz

Memberi terlalu banyak dalam suatu hubungan terkadang dapat menyebabkan pengabaian terhadap tujuan, hasrat, dan minat pribadimu. Penting untuk menjaga rasa individualitas dan mengejar aspirasi dan impianmu sendiri di luar hubungan.

Memberi lebih tanpa merasakan hal yang sama dalam hubungan, tentu itu hanya membutmu terkuras secara emosional. So, kamu perlu memiliki batasan yang sehat untuk hubungan tersebut agar tidak mudah dimanfaatkan orang lain.