5 Cara Mengatasi Rasa Takut Kehilangan yang Seringkali Jadi Biang Kecemasan

Amelia Salsabila AswandiDiterbitkan 18 Februari 2026, 19:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, rasa takut kehilangan adalah hal yang manusiawi. Saat kita menjalin hubungan dengan seseorang—baik pasangan, teman dekat, maupun keluarga—tentu muncul keinginan untuk mempertahankan mereka dalam hidup kita—bahkan selamanya jika memungkinkan. Namun, saat rasa takut ini tumbuh berlebihan, justru bisa memicu kecemasan yang tak sehat. 

Perasaan cemas karena takut kehilangan bisa membuat seseorang jadi terlalu waspada, posesif, bahkan kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Pikiran negatif seperti “bagaimana kalau dia pergi?” atau “apa aku cukup berharga untuk dipertahankan?” bisa terus berputar di kepala, sehingga bisa mengganggu aktivitas harian dan kestabilan emosi.

Oleh karena itu, artikel yang dilansir dari berbagai sumber termasuk psychologytoday.com ini akan membahas beberapa langkah sederhana yang bisa membantu kamu mengelola rasa takut kehilangan tanpa membiarkannya menguasai hidupmu.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

1. Pahami dari Mana Rasa Takut Itu Datang

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengenali sumber rasa takut tersebut. (Foto/Dok: freepik.com)

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengenali sumber rasa takut tersebut. Banyak orang merasa takut kehilangan karena pengalaman masa lalu, seperti pernah ditinggal, dikhianati, atau tumbuh dalam lingkungan yang kurang memberi rasa aman. Dengan memahami latar belakang emosionalmu, kamu jadi lebih sadar bahwa rasa takut itu bisa dipahami, bukan untuk disalahkan.

2. Latih Rasa Percaya Diri dan Kemandirian

Ketakutan kehilangan sering kali muncul karena kita terlalu menggantungkan rasa aman atau kebahagiaan pada orang lain. Maka penting untuk membangun kepercayaan diri dan belajar merasa cukup dengan diri sendiri.  

Mulailah dengan hal-hal kecil yang membuatmu merasa berdaya, contohmya melakukan hobi yang digemari, menyelesaikan bucket wishlist, atau sekadar menyadari kualitas diri yang kamu punya. Semakin kamu percaya bahwa kamu bisa baik-baik saja sendiri, semakin kecil pula rasa takut kehilangan itu mengganggu pikiranmu.

3 dari 4 halaman

3. Hadir di Saat Ini, Jangan Terjebak Pikiran Negatif

Penting untuk melatih diri untuk hadir di momen saat ini. (Foto/Dok: freepik.com/8photo)

Rasa takut biasanya muncul karena kita sibuk membayangkan skenario buruk yang belum tentu terjadi. Supaya tidak terjebak dalam pikiran itu, penting untuk melatih diri untuk hadir di momen saat ini. 

Cara paling sederhana adalah dengan latihan napas, journaling, atau sekadar mengamati apa yang kamu rasakan dan pikirkan tanpa menghakimi. Dengan begitu, kamu jadi lebih tenang dan tidak mudah terbawa arus kecemasan.

4. Beri Ruang Sehat dalam Hubungan

Takut kehilangan kadang membuat kita jadi posesif atau terlalu ingin mengontrol. Tapi hubungan yang sehat justru butuh ruang—baik untuk kamu maupun orang yang kamu sayangi. 

Memberi ruang bukan berarti cuek, tapi tanda bahwa kamu percaya pada dirimu dan orang lain. Hubungan yang didasari rasa percaya dan tidak terus-menerus dikhawatirkan justru punya peluang lebih besar untuk bertahan lama.

4 dari 4 halaman

5. Jangan Ragu Minta Bantuan Profesional

Bantuan dari psikolog bisa membantumu mengenali pola pikir yang mengganggu. (Foto/Dok: freepik.com/cookie_studio)

Kalau rasa takut kehilangan sampai membuatmu sulit tidur, terus-menerus merasa gelisah, atau memengaruhi relasimu dengan orang lain, mungkin sudah saatnya bicara dengan profesional. Bantuan dari psikolog bisa membantumu mengenali pola pikir yang mengganggu dan menemukan cara yang lebih sehat untuk meresponsnya.

 

Semoga cara di atas bisa membantumu keluar dari rasa takut kehilangan, ya, sahabat Fimela!