Sukses

FimelaMom

13 Gaya Parenting Kontroversial yang Dianggap Kuno tapi Kembali Dianggap Relevan

Fimela.com, Jakarta - Perdebatan soal pola asuh dan parenting terus berkembang seiring perubahan zaman serta meningkatnya kesadaran orangtua terhadap kesehatan mental anak. Gaya parenting modern yang menekankan empati, komunikasi terbuka, dan pendekatan lembut kini semakin populer dan banyak diterapkan dalam keluarga masa kini, terutama di kalangan orangtua muda.

Namun, dalam praktik parenting sehari-hari, muncul pula kekhawatiran bahwa anak menjadi terlalu bergantung pada orangtua dan kurang terbiasa menghadapi kesulitan sendiri. Tak sedikit yang menilai bahwa sikap terlalu protektif justru dapat menghambat anak dalam membangun keberanian, tanggung jawab, serta kemampuan menyelesaikan masalah secara mandiri.

Dilansir dari Upworthy.com, terdapat 13 gaya parenting old-school yang kerap dianggap “buruk” oleh sebagian orang, tetapi justru dinilai masih relevan jika diterapkan dengan bijak dan disesuaikan dengan usia serta kondisi anak.

1. Memberi Anak Ruang untuk Gagal dan Belajar

Anak diberi kesempatan mencoba menyelesaikan masalah sendiri sebelum orangtua turun tangan, sehingga mereka belajar bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar dan dapat membangun kepercayaan diri.

2. Membiarkan Anak Sendiri dalam Batas Wajar

Anak dilatih untuk menghibur diri dan bertanggung jawab atas waktu mereka sendiri sesuai usia dan keamanan lingkungan agar tidak selalu bergantung pada pendampingan orangtua.

3. Memberi Tugas Rumah Sejak Dini

Melibatkan anak dalam pekerjaan rumah membantu menanamkan rasa tanggung jawab serta keterampilan hidup yang akan berguna hingga dewasa.

4. Membiarkan Anak Mengalami Konflik

Anak belajar menghadapi perbedaan pendapat dan menyelesaikan masalah sosial dengan bimbingan orangtua sehingga tidak selalu menghindari situasi tidak nyaman.

5. Mendorong Anak Bermain dengan Risiko yang Wajar

Aktivitas fisik seperti memanjat dan bermain di luar ruangan membantu anak mengenali kemampuan tubuh serta membangun keberanian mencoba hal baru.

6. Membiarkan Anak Mengekspresikan Emosi Termasuk Menangis

Tangisan dianggap sebagai bagian dari proses belajar mengenali emosi sehingga anak tidak selalu harus segera dihentikan selama tetap aman.

7. Tidak Menuruti Anak Saat Tantrum

Selama tidak membahayakan diri atau orang lain, orangtua bisa menunggu hingga emosi mereda agar anak tidak belajar bahwa tantrum adalah cara mendapatkan keinginan.

8. Menerapkan Konsekuensi yang Logis

Anak diajak merasakan dampak alami dari pilihan mereka sehingga belajar hubungan antara tindakan dan akibat tanpa hukuman keras.

9. Memihak Guru Saat Anak Bermasalah di Sekolah

Orangtua bekerja sama dengan pihak sekolah agar anak belajar menghargai aturan dan otoritas di luar rumah.

10. Orangtua Tetap Memprioritaskan Diri dan Pasangan

Mengambil waktu untuk diri sendiri dan hubungan pasangan membantu menjaga kesehatan mental orangtua sehingga dapat mengasuh anak dengan lebih seimbang.

11. Orangtua Bukan Sekadar Teman

Meski hubungan dekat penting, orangtua tetap perlu menetapkan batasan dan membuat keputusan demi kebaikan jangka panjang anak.

12. Membatasi Akses Gawai dan Internet

Menunda penggunaan ponsel dan membatasi internet dinilai melindungi anak dari konten tidak sesuai usia serta mendorong interaksi sosial nyata.

13. Menolak Hukuman Fisik sebagai Bentuk Disiplin

Banyak yang menegaskan bahwa kekerasan tidak mengajarkan pengendalian diri dan justru memberi contoh bahwa masalah diselesaikan dengan menyakiti orang lain.

Sahabat Fimela, meski terdengar bertentangan dengan tren parenting masa kini, sejumlah nilai dalam pola asuh old-school tetap dianggap penting untuk membangun kemandirian dan ketahanan mental anak. Bukan hanya memilih antara gaya lama atau baru, melainkan memadukan keduanya secara seimbang dan menyesuaikannya dengan kebutuhan, usia, serta karakter anak agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang kuat, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan hidup.

Penulis: Siti Nur Arisha

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading