Sukses

Lifestyle

Menemukan Kedamaian Hati di Bulan Ramadan Bisa dari Warna Dinding Rumah yang Tepat, Begini Kata Ahli

Fimela.com, Jakarta - Menjelang Ramadan, banyak orang berbicara tentang membersihkan hati. Namun tanpa disadari, sebagian dari kita juga sedang membersihkan rumah, merapikan sudut ruang, menata ulang furnitur, hingga mempertimbangkan kembali warna dinding yang mulai terasa kusam.

Rumah bukan sekadar tempat tinggal. Di bulan suci, ia menjelma menjadi ruang ibadah, tempat berbuka bersama, lokasi sahur penuh percakapan hangat, hingga sudut sunyi untuk berdoa di sepertiga malam. Maka wajar jika suasana di dalamnya ikut memengaruhi kualitas kekhusyukan kita.

Di sinilah warna memainkan peran yang sering kali luput dari perhatian. Dalam kajian psikologi lingkungan, warna terbukti memengaruhi emosi dan respons fisiologis manusia. Psikolog lingkungan dari University of British Columbia, misalnya, pernah menemukan bahwa warna biru cenderung memicu rasa tenang dan kreativitas, sementara warna-warna netral membantu pikiran lebih fokus dan stabil.

Menurut para ahli desain interior, warna bekerja seperti bahasa sunyi. Ia tidak bersuara, tetapi hadir membentuk atmosfer. Warna biru kehijauan dapat memberi sensasi rileks seperti memandang laut, warna krem dan beige menghadirkan rasa hangat dan aman, sementara hijau lembut identik dengan keseimbangan serta pembaruan nilai yang sangat relevan dengan semangat Ramadan.

“Warna berpengaruh pada sistem saraf kita. Palet yang lembut dan harmonis membantu menurunkan ketegangan, sehingga seseorang lebih mudah mencapai kondisi reflektif dan tenang,” ujar seorang konsultan psikologi warna dalam sebuah diskusi desain interior di Jakarta.

Artinya, memilih warna dinding bukan hanya perkara estetika. Ia bisa menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan suasana batin yang lebih damai.

 

Ketika Warna Menjadi Medium Refleksi

Memahami hal tersebut, Nippon Paint Indonesia menghadirkan inisiatif bertajuk “Discover Colours”, yang diluncurkan menjelang Ramadan sebagai ajakan untuk memaknai warna secara lebih dalam.

Digelar pada 5–8 Februari 2026 di Kopimanyar, acara ini menjadi ruang eksplorasi bagi arsitek, desainer interior, hingga pecinta hunian untuk memahami bagaimana warna dapat membentuk pengalaman hidup di dalam ruang.

Melalui empat tema utama, yakni Bahari, Netral, Tropis, dan Etnik, palet warna yang diperkenalkan berakar pada karakter dan budaya Indonesia, namun tetap relevan dengan dinamika global.

  • Bahari menghadirkan nuansa biru dan hijau laut yang menenangkan.
  • Netral menawarkan keseimbangan lewat warna-warna lembut yang timeless.
  • Tropis menyegarkan dengan sentuhan alam yang hidup.
  • Etnik kaya karakter, memperkuat identitas sekaligus kehangatan ruang.

Linda Kam, Senior Marketing Manager Nippon Paint Indonesia, menegaskan bahwa warna melampaui sekadar tren. Baginya, warna adalah bahasa emosi yang membentuk pengalaman di dalam ruang. Di momen Ramadan yang sarat refleksi dan kebersamaan. pendekatan ini terasa semakin relevan.

 

Rumah sebagai Ruang Energi Positif

Kolaborasi dengan Living Loving memperkaya perspektif bahwa rumah adalah ruang berbagi cerita dan energi. Berawal sebagai blog pada 2013 dan berkembang menjadi komunitas lifestyle, Living Loving mengusung semangat bahwa desain bukan hanya soal tampilan, tetapi tentang bagaimana ruang membuat penghuninya merasa.

Nike Prima Dewi, Co-Founder & Creative Director Living Loving, menyampaikan bahwa warna adalah medium kuat untuk mengekspresikan karakter dan rasa di dalam rumah. Dalam konteks Ramadan, hal ini berarti menciptakan ruang yang mendukung kehangatan keluarga sekaligus kedamaian personal.

Untuk memudahkan eksplorasi tersebut, Nippon Paint juga menghadirkan i-Colour, layanan visualisasi warna yang membantu pemilik rumah melihat langsung bagaimana sebuah palet akan tampil dalam ruang nyata. Teknologi ini membuat proses memilih warna menjadi lebih terarah dan kontekstual tidak lagi sekadar menebak-nebak dari katalog.

 

Soft Reset Menyambut Ramadan

Sering kali kita berpikir perubahan besar harus dimulai dari hal yang drastis. Padahal, terkadang cukup dengan mengganti warna dinding ruang keluarga atau kamar tidur dengan palet yang lebih lembut dan harmonis, atmosfer rumah bisa terasa berbeda.

Ramadan adalah momen “soft reset” bukan hanya untuk jiwa, tetapi juga ruang yang kita tinggali. Warna Netral bisa membantu menghadirkan fokus saat tilawah. Sentuhan Bahari dapat menenangkan pikiran setelah hari yang panjang. Nuansa Tropis memberi kesegaran saat menyambut tamu berbuka puasa. Sementara Etnik menghangatkan kebersamaan lewat karakter yang kuat dan membumi.

Pada akhirnya, kedamaian memang bersumber dari dalam diri. Namun lingkungan yang mendukung dapat memperkuatnya. Warna dinding mungkin tampak sederhana, tetapi ia adalah latar dari setiap doa, tawa keluarga, dan momen refleksi yang terjadi di dalam rumah.

Dan mungkin, di balik sapuan warna baru itulah, kita menemukan Ramadan yang lebih tenang. Bukan hanya di hati, tetapi juga di ruang tempat kita pulang.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading