Sukses

Lifestyle

Eco Friendly Simple dengan Mengganti Spons Mandi ke Loofah Alami

Fimela.com, Jakarta - Spons mandi masih menjadi pilihan banyak orang karena praktis dan mudah digunakan. Namun, di balik kenyamanan tersebut, spons mandi ternyata bukan pilihan yang ramah lingkungan.

Sebagian besar spons mandi terbuat dari bahan sintetis berbasis plastik seperti poliuretan. Bahan ini sulit terurai secara alami, sehingga setelah dibuang, spons akan tetap berada di lingkungan selama bertahun-tahun dan berkontribusi pada penumpukan sampah plastik.

Selain itu, saat digunakan, spons mandi plastik dapat melepaskan mikroplastik ke dalam aliran air. Partikel kecil ini kemudian masuk ke sungai dan laut, mencemari ekosistem, serta membahayakan kehidupan laut dan rantai makanan.

Umur pakai spons mandi yang relatif pendek juga memperparah masalah lingkungan. Karena cepat rusak dan perlu sering diganti, jumlah limbah yang dihasilkan menjadi semakin besar.

Sebagai solusi, sahabat Fimela dapat mulai beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti loofah alami, spons laut, atau waslap berbahan katun yang dapat dicuci dan digunakan kembali. Selain lebih berkelanjutan, pilihan ini juga tetap efektif dalam membersihkan tubuh sekaligus mendukung gaya hidup yang lebih eco-friendly.

Apa Itu Spons Loofah Alami?

Spons loofah alami berasal dari serat kering tanaman luffa—iya, ini sayuran! Setelah dikeringkan, bagian dalamnya membentuk tekstur seperti spons yang cocok untuk mengangkat sel kulit mati, mencuci piring, bahkan membersihkan bathtub. Berbeda dengan spons sintetis, loofah bersifat biodegradable, bebas plastik, dan zero waste.

Namun, karena berasal dari bahan alami, loofah perlu perawatan agar tetap bersih dan tahan lama. Spons loofah alami berbahan dasar tanaman, alat scrub ini ampuh untuk eksfoliasi dan juga 100% bisa terurai secara alami.

Melansir zerowastestore.com, loofah plastik melepaskan mikroplastik setiap kali digunakan, menyumbang pada sekitar 11 juta metrik ton plastik yang mencemari lautan setiap tahun. Partikel kecil ini masuk ke perairan dan membahayakan kehidupan laut serta ekosistem.  

Berbeda dengan spons plastik, loofah alami akan terurai secara alami di akhir masa pakainya—tanpa mikroplastik, tanpa limbah.

Terbuat dari sumber tanaman yang dapat diperbarui, loofah adalah pilihan yang lebih berkelanjutan untuk kamar mandi dan dapur. Sementara produksi plastik bergantung pada sumber daya tak terbarukan dan menghasilkan limbah berbahaya, banyak petani loofah menggunakan teknik pertanian ramah lingkungan seperti rotasi tanaman, penghematan air, dan pengendalian hama terpadu untuk melindungi lingkungan.

Cara Membersihkan Spons Loofah Alami

Untuk mencegah penumpukan bakteri, ikuti langkah-langkah berikut:

1. Bilas Setelah Setiap Pemakaian

Setelah digunakan untuk mengangkat kotoran, sel kulit mati, atau sisa saus pasta semalam, bilas loofah secara menyeluruh dengan air hangat agar sabun dan kotoran tidak menempel.

2. Peras Air Berlebih

Loofah mudah menyimpan air, dan itulah tempat favorit bakteri berkembang. Kocok atau peras hingga air keluar sebanyak mungkin.

3. Keringkan Sampai Benar-Benar Kering

Sirkulasi udara adalah kunci. Gantung loofah di tempat kering dan berventilasi baik (dekat jendela atau rak). Hindari meninggalkannya di sudut kamar mandi yang lembap.

4. Bersihkan Mendalam Seminggu Sekali

Berikan “spa day” untuk loofah dengan salah satu cara berikut:

Rendam dalam Cuka & Air: Campur 1 bagian cuka putih dengan 2 bagian air, rendam loofah selama 5–10 menit. Bilas dan keringkan.

Microwave: Basahi loofah lalu panaskan di microwave selama 30 detik. (Peringatan: hanya lakukan jika loofah benar-benar basah, jika tidak bisa terbakar!)

Rebus: Masukkan loofah ke dalam air mendidih selama 2–3 menit untuk membunuh bakteri.

5. Ganti Setiap 3–4 Minggu

Sayangnya, loofah alami tidak bertahan selamanya. Jika mulai terlihat atau tercium tidak sedap, komposkan saja dan ganti dengan yang baru.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading