Tak Hanya Ibu, Ini 5 Dampak Positif Ayah dalam Perkembangan Anak

Siti Nur ArishaDiterbitkan 10 April 2026, 09:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, membicarakan soal pengasuhan anak sering kali membuat kita langsung teringat pada peran ibu. Namun, tahukah kamu bahwa kehadiran ayah yang aktif dan terlibat juga berperan besar dalam membentuk karakter dan masa depan anak? Dalam keseharian, ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga pilar penting dalam pertumbuhan emosional dan kognitif anak.

Dilansir dari Child Care Resources, keterlibatan ayah sejak awal kehidupan anak terbukti berdampak positif dalam berbagai aspek tumbuh kembang anak. Mulai dari kecerdasan, kepercayaan diri, hingga kemampuan sosial anak, semuanya bisa dipengaruhi secara signifikan oleh hubungan yang kuat dengan sosok ayah.

Peran seorang ayah masa kini juga berkontribusi besar dalam menciptakan lingkungan yang penuh kasih dan stabil. Sahabat Fimela, berikut ini lima peran penting ayah yang patut disadari dan diapresiasi dalam perjalanan pengasuhan, yuk disimak. 

2 dari 3 halaman

1. Meningkatkan Kecerdasan Anak

Kehadiran ayah sejak masa awal kehidupan anak terbukti mendukung perkembangan kognitif yang lebih optimal. (foto.dok: freepik)

Kehadiran ayah sejak masa awal kehidupan anak terbukti mendukung perkembangan kognitif yang lebih optimal. Studi menunjukkan bahwa anak-anak dengan ayah yang aktif cenderung unggul dalam kemampuan verbal, logika, serta lebih eksploratif dalam belajar. Mereka juga memiliki tingkat rasa ingin tahu yang tinggi dan mampu memecahkan masalah dengan lebih baik. Tak hanya itu, anak-anak ini juga lebih jarang terlibat dalam kenakalan remaja dan memiliki peluang lebih besar untuk meraih prestasi akademis.

2. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak

Ayah yang hadir secara emosional memberikan fondasi kuat bagi anak untuk tumbuh dengan harga diri yang sehat. Dengan merasakan bahwa dirinya dicintai dan dihargai oleh sosok ayah, anak lebih mudah membentuk identitas positif, merasa aman dalam mengekspresikan diri, dan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh. Mereka juga memiliki toleransi yang lebih tinggi terhadap stres, tidak mudah takut saat menghadapi situasi baru, dan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan.

3. Menjadi Panutan Nilai-Nilai Positif 

Lebih dari sekadar kepala keluarga, ayah merupakan contoh nyata dalam hal perilaku dan nilai. Anak-anak yang memiliki panutan laki-laki yang positif cenderung memiliki kendali emosi lebih baik, kemampuan bersosialisasi yang kuat, serta lebih berempati terhadap orang lain. Mereka juga lebih mampu mengelola impulsifitas dan memiliki konsentrasi yang lebih baik, yang mendukung keberhasilan di lingkungan sekolah maupun sosial.

3 dari 3 halaman

4. Memberikan Sudut Pandang Berbeda

Setiap orang tua memiliki pendekatan yang unik dalam pengasuhan, termasuk ayah. (foto/dok: freepik)

Setiap orang tua memiliki pendekatan yang unik dalam pengasuhan, termasuk ayah. Ketika anak mendapat respons berbeda dari ayah dan ibu dalam menjawab pertanyaan atau menyelesaikan masalah, hal itu membantu mereka melihat bahwa satu permasalahan bisa diselesaikan dari berbagai sudut pandang. Ini akan menumbuhkan pola pikir terbuka dan kemampuan anak dalam memahami kompleksitas kehidupan dengan lebih matang.

5. Membuat Anak Merasa Dicintai

Cinta dan dorongan yang stabil dari sosok ayah memberikan rasa aman yang mendalam bagi anak. Anak yang tumbuh dengan kehadiran ayah yang penuh kasih cenderung memiliki kondisi psikologis yang lebih sehat, lebih bahagia, dan tumbuh menjadi individu yang menghargai dirinya sendiri. Mereka tahu bahwa mereka dicintai tanpa syarat, dan hal ini menjadi kekuatan besar dalam membentuk masa depan yang positif.

Sahabat Fimela, menjadi ayah yang hadir secara aktif dalam pengasuhan bukan sekadar kewajiban, melainkan juga bentuk cinta yang memberi dampak jangka panjang bagi perkembangan anak. Jadi, yuk apresiasi setiap momen keterlibatan ayah dalam kehidupan anak, karena kehadirannya lebih bermakna dari yang terlihat.

Penulis: Siti Nur Arisha