Fimela.com, Jakarta Sebagai orang tua, tentu kamu akan merasa khawatir saat si kecil kembali mengalami batuk dan pilek, padahal baru saja sembuh beberapa minggu lalu. Rasanya seperti siklus yang tak ada habisnya, bukan? Karena itu pula, banyak orang tua akhirnya bertanya-tanya: apakah normal jika anak mengalami batuk dan pilek hampir setiap bulan?
Sahabat Fimela, dilansir dari nhs.uk, hal tersebut ternyata masih tergolong wajar. Anak-anak, terutama yang berusia di bawah 6 tahun, memiliki sistem imun yang masih berkembang. Tubuh mereka sedang belajar mengenali dan melawan berbagai jenis virus yang bertebaran di lingkungan sekitar, sehingga seringkali mereka terkena batuk dan pilek.
Apalagi jika anak sudah mulai bersekolah atau sering bermain di tempat umum. Kontak dengan teman sebaya membuat risiko tertular virus seperti flu atau pilek menjadi lebih tinggi. Namun kabar baiknya, setiap kali tubuh anak melawan infeksi, sistem imunnya akan menjadi semakin kuat di masa depan.
Batuk dan Pilek, Tanda Tubuh Sedang Bekerja
Sebagian besar kasus batuk dan pilek pada anak disebabkan oleh infeksi virus, bukan bakteri. Saat pilek, lendir bisa menetes ke belakang tenggorokan dan memicu batuk. Walaupun terdengar mengganggu, sebenarnya batuk adalah mekanisme alami tubuh untuk membersihkan lendir dan dahak dari saluran pernapasan.
Selama si kecil masih bisa makan, minum, dan bernapas dengan normal, serta tidak menunjukkan gejala mengi (napas berbunyi), maka tidak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan.
Namun penting untuk diingat, Sahabat Fimela, obat batuk dan pilek yang dijual bebas tidak disarankan untuk anak di bawah 6 tahun, kecuali atas anjuran dokter atau apoteker. Penggunaan obat tanpa pengawasan bisa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, apalagi pada anak yang masih sangat muda.
Cara Alami Meredakan Gejala di Rumah
Alih-alih langsung memberikan obat, kamu bisa mencoba beberapa cara alami berikut untuk membantu si kecil merasa lebih nyaman:
- Istirahat yang cukup.
Tubuh butuh waktu untuk memulihkan diri, jadi pastikan anak tidur dengan cukup dan tidak terlalu lelah bermain.
- Berikan banyak cairan.
Air putih, jus tanpa gula, atau sup hangat bisa membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi sekaligus meredakan tenggorokan kering. Lemon hangat dengan madu. Untuk anak usia di atas 1 tahun, minuman ini bisa membantu menenangkan tenggorokan. Cukup campurkan perasan setengah lemon dan 1–2 sendok teh madu ke dalam air hangat. (Ingat, jangan berikan madu pada bayi di bawah 1 tahun ya, Sahabat Fimela!)
- Redakan nyeri tenggorokan.
Jika anak merasa tidak nyaman, kamu bisa memberikan paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis usia untuk membantu mengurangi rasa sakit. Dengan perhatian kecil seperti ini, si kecil akan merasa lebih tenang dan nyaman tanpa perlu langsung bergantung pada obat-obatan kimia.