Kenali Simbol Vegan and Cruelty-Free di Kemasan Makeup agar Tak Salah Pilih

Siti Nur ArishaDiterbitkan 19 Maret 2026, 12:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Industri kecantikan kini tak hanya soal tampilan, tapi juga tentang nilai dan kesadaran. Semakin banyak perempuan yang mulai memperhatikan asal bahan, proses pembuatan, dan dampak lingkungan dari produk yang digunakan. Dari sinilah istilah seperti vegan, cruelty-free, hingga eco-friendly menjadi tren global yang terus berkembang.

Namun, di tengah maraknya kampanye “green beauty”, masih banyak yang bingung tentang makna di balik berbagai logo di kemasan produk. Apakah setiap gambar kelinci menandakan produk itu bebas uji coba hewan? Atau apakah semua produk “vegan” otomatis cruelty-free? Jawabannya tidak selalu begitu lho Sahabat Fimela.

Dilansir dari Original Sprout, ada beberapa simbol yang diakui secara internasional dan memiliki standar sertifikasi ketat, seperti Leaping Bunny, Certified Vegan, dan Vegan Sunflower. Yuk, kenali dan simak satu per satu supaya Sahabat Fimela bisa berbelanja makeup dengan lebih cerdas dan sadar etika.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

1. Leaping Bunny: Standar Internasional Produk Cruelty-Free

Simbol Leaping Bunny, yang bergambar kelinci melompat, merupakan logo cruelty-free paling terpercaya di dunia. Logo ini diberikan oleh Cruelty Free International, lembaga yang menegakkan praktik tanpa kekerasan terhadap hewan dalam industri kecantikan. (foto/dok: freepik)

Simbol Leaping Bunny, yang bergambar kelinci melompat, merupakan logo cruelty-free paling terpercaya di dunia. Logo ini diberikan oleh Cruelty Free International, lembaga yang menegakkan praktik tanpa kekerasan terhadap hewan dalam industri kecantikan.

Untuk mendapatkan sertifikasi Leaping Bunny, brand harus melewati proses audit menyeluruh—mulai dari bahan mentah hingga produk jadi untuk memastikan tidak ada tahap pengujian pada hewan sama sekali. Karena itu, logo ini menjadi jaminan bahwa produk benar-benar etis dan aman digunakan tanpa menyakiti hewan.

Tips bijak: Saat membeli produk makeup atau skincare, pastikan logo Leaping Bunny tercetak resmi di kemasan. Hindari produk yang hanya mencantumkan tulisan “cruelty-free” tanpa sertifikasi, karena istilah tersebut tidak diatur secara hukum.

2. Cruelty-Free Bunny: Waspadai Logo yang Mirip Tapi Belum Tentu Resmi

Selain Leaping Bunny, kamu mungkin sering melihat logo kelinci lain di kemasan produk yang mengklaim “cruelty-free”. Sayangnya, tidak semua logo ini memiliki standar sertifikasi yang sama.

Salah satu yang bisa dipercaya adalah logo Beauty Without Bunnies dari PETA, di mana brand diwajibkan menandatangani perjanjian bahwa mereka tidak melakukan uji coba pada hewan. Ada juga Choose Cruelty Free, sertifikasi dari Australia yang mengharuskan dokumentasi etis, meskipun tanpa proses audit langsung ke pabrik. Artinya, penting untuk mengenali asal-usul lembaga sertifikasi di balik logo agar kamu tidak tertipu oleh simbol palsu.

3. Certified Vegan: Bebas Bahan Hewani dan Uji Coba Hewan

Bagi Sahabat Fimela yang ingin mendukung gaya hidup vegan, carilah logo Certified Vegan pada kemasan makeup atau skincare. Simbol ini dikeluarkan oleh organisasi nirlaba Vegan Action, yang berfokus mempromosikan gaya hidup bebas hewan.

Produk yang memegang label ini tidak mengandung bahan hewani, produk turunan hewan, maupun hasil uji coba pada hewan. Sertifikasinya pun tidak sembarangan, Vegan Action meninjau daftar bahan, memeriksa proses manufaktur, dan melakukan inspeksi lapangan sebelum memberikan logo ini.

Fakta menarik: Produk dengan label Certified Vegan dijamin bebas dari bahan seperti madu, lilin lebah (beeswax), kolagen hewani, lanolin, hingga pewarna dari serangga (seperti carmine).

3 dari 3 halaman

4. Vegan Sunflower: Simbol Transparansi dari The Vegan Society

Simbol bunga matahari atau Vegan Sunflower merupakan salah satu logo vegan tertua dan paling tepercaya di dunia. Sertifikasi ini diberikan oleh The Vegan Society, organisasi asal Inggris yang berdiri sejak 1944 dan menjadi pelopor istilah “vegan”. (foto/dok: freepik/azerbaijan_stockers)

Simbol bunga matahari atau Vegan Sunflower merupakan salah satu logo vegan tertua dan paling tepercaya di dunia. Sertifikasi ini diberikan oleh The Vegan Society, organisasi asal Inggris yang berdiri sejak 1944 dan menjadi pelopor istilah “vegan”.

Produk yang menampilkan logo ini berarti benar-benar bebas bahan hewani dan tidak terlibat dalam pengujian terhadap hewan. Proses sertifikasinya juga sangat transparan—brand harus mengikuti audit rutin dan verifikasi pihak ketiga untuk memastikan kepatuhan terhadap standar etika.

Kelebihan logo ini: Selain menjamin produk bebas hewani, The Vegan Society juga menekankan pada praktik produksi berkelanjutan dan tanggung jawab lingkungan.

5. Bedakan Arti “Vegan” dan “Cruelty-Free”

Meski sering muncul berdampingan, vegan dan cruelty-free tidak memiliki arti yang sama.

  • Vegan → Produk tidak mengandung bahan dari hewan sama sekali.
  • Cruelty-free → Produk tidak diuji pada hewan, tapi bisa saja masih mengandung bahan turunan hewan.

Contohnya, lip balm dengan lilin lebah bisa saja cruelty-free tapi tidak vegan. Sebaliknya, produk vegan bisa saja belum memiliki sertifikasi cruelty-free jika tidak melalui proses audit. Maka, penting untuk selalu memperhatikan kedua label tersebut secara terpisah.

6. Mengapa Penting Mengenali Simbol Ini?

Memahami arti simbol di kemasan bukan sekadar soal tren, namun juga bentuk kepedulian terhadap hewan dan lingkungan sekitar lho Sahabat Fimela. Dengan memilih produk bersertifikasi vegan dan cruelty-free, kamu membantu mendorong industri kecantikan menjadi lebih etis, transparan dan berkelanjutan. 

Selain itu, produk dengan label terpercaya biasanya menggunakan bahan-bahan alami yang lebih aman bagi kulit, serta minim risiko iritasi karena tidak melibatkan bahan kimia keras atau turunan hewani.

Penulis: Siti Nur Arisha