Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, masa anak-anak adalah waktu yang penuh keajaiban, saat dunia terasa begitu luas dan setiap benda bisa berubah menjadi apa saja melalui imajinasi. Dilansir dari verywellmind.com, periode ini disebut sebagai fase praoperasional, yaitu tahap kedua dalam teori perkembangan kognitif anak.
Fase ini umumnya berlangsung pada usia 2 hingga 7 tahun, ketika anak mulai belajar berbicara, bermain pura-pura, dan memahami simbol-simbol sederhana. Meski begitu, mereka belum mampu berpikir secara logis seperti orang dewasa. Di sinilah peran orang tua menjadi penting untuk membantu anak belajar memahami dunia dengan cara yang menyenangkan.
Ciri-Ciri Anak dalam Fase Praoperasional
Di tahap ini, anak sedang sibuk menjelajahi dunia lewat imajinasi. Mereka bisa menggunakan sapu sebagai “kuda”, atau memerankan diri sebagai “dokter” saat bermain boneka. Inilah tanda bahwa anak sudah mulai menggunakan simbol untuk berpikir.
Beberapa karakteristik umum fase praoperasional antara lain anak mulai banyak berbicara dan menggunakan kata-kata untuk menggambarkan sesuatu. Selain itu, imajinasi mereka berkembang pesat, sehingga suka bermain peran (pretend play).
Anak juga semakin sering melihat dunia dari sudut pandangnya sendiri (egosentris), belum bisa memahami perspektif orang lain sepenuhnya. Mereka belum memahami konsep “konservasi”, misalnya mengira air di gelas tinggi lebih banyak daripada di gelas lebar meski volumenya sama. Semua hal ini wajar, karena otak anak sedang berlatih memahami dunia melalui pengalaman dan permainan.
Dua Tahap Penting dalam Fase Praoperasional
1. Tahap Fungsi Simbolik (usia 2–4 tahun)
Anak mulai mengenali benda dan kejadian melalui simbol. Misalnya, gambar kucing mewakili hewan yang ia pelihara di rumah. Imajinasi menjadi kunci utama dalam proses belajar mereka.
2. Tahap Pemikiran Intuitif (usia 4–7 tahun)
Anak mulai ingin tahu dan banyak bertanya “kenapa?” serta mulai menggunakan logika sederhana, walau belum bisa menjelaskan alasan berpikirnya dengan jelas.
Cara Melatih Anak di Fase Praoperasional
Agar kemampuan berpikir dan berimajinasi anak berkembang optimal, orang tua bisa melakukan beberapa hal sederhana seperti mendorong anak untuk bermain peran. Ajak mereka berpura-pura menjadi dokter, guru, atau bahkan tokoh favoritnya. Ini melatih empati dan kemampuan sosial.Gunakan cerita dan buku bergambar. Selain itu kamu juga dapat membacakan cerita membantu anak memahami simbol, bahasa, dan emosi, Sahabat Fimela.
Cara Lain Melatih Anak di Fase Praoperasional
Sahabat Fimela, kamu dapat memberikan anakmu kesempatan dalam bereksperimen. Misalnya dengan bermain air, pasir, atau adonan. Anak belajar bahwa benda bisa berubah bentuk tapi tidak hilang, ini membantu konsep konservasi. Ajarkan perspektif. Saat bermain, coba tanyakan, “Kalau kamu jadi temannya, kamu akan merasa bagaimana ya?” agar anak belajar memahami sudut pandang lain.
Selain itu, batasilah layar dan perbanyak interaksi nyata. Pengalaman langsung jauh lebih berharga untuk stimulasi otak di usia dini.Jika Sahabat Fimela merasa perkembangan anak sedikit lebih lambat, jangan langsung cemas. Setiap anak memiliki tempo belajar yang berbeda. Yang terpenting, terus berikan stimulasi positif, dukungan, dan rasa aman agar anak bisa tumbuh dengan percaya diri.
Karena sejatinya, imajinasi anak adalah fondasi dari kecerdasan masa depannya dan setiap kali ia berpura-pura menjadi pahlawan kecil, dokter, atau penjelajah, sesungguhnya ia sedang belajar memahami dunia nyata dengan cara yang paling alami.