Kulit Terasa Ketarik Setelah Clay Mask? Mungkin Kamu Salah Pakai, Ini Solusinya

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 22 Januari 2026, 14:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Sahabat Fimela, apakah kamu termasuk orang yang seringkali menggunakan clay mask? Diantara masker lain, clay mask sudah menjadi bagian dari ritual kecantikan sejak lama. Dari perawatan kecantikan Mesir kuno hingga rangkaian skincare modern, masker berbahan dasar tanah liat ini dikenal mampu membersihkan pori-pori secara mendalam, mengontrol minyak, hingga memperbaiki tekstur kulit. Namun, ada satu kekhawatiran yang sering muncul, yaitu apakah clay mask bisa membuat kulit jadi kering?

Jawabannya adalah bisa, kalau kamu salah pilih dan salah cara aplikasinya. Itulah kenapa penting untuk mengetahui clay mask seperti apa yang cocok untuk kulitmu, serta bagaimana menggunakannya agar tetap lembap, sehat, dan glowing.

Dilansir dari smytten.com, berikut ini tips yang bisa kamu terapkan agar clay mask bekerja maksimal tanpa membuat kulit terasa tight atau dehidrasi.

1. Pilihlah Clay Mask yang Sesuai Jenis Kulit

Tidak semua clay mask bekerja sama. Masing-masing jenis clay punya karakter berbeda, sehingga penting untuk memilih yang paling cocok dengan kondisi kulitmu.

  • Untuk Kulit Kering & Sensitif

Pilihlah Kaolin ClayKaolin adalah jenis clay paling lembut. Ia menyerap minyak secara ringan tanpa menarik kelembapan alami kulit. Cocok untuk kamu yang mudah iritasi atau merasa kulit cepat terasa “ketarik”. Selain itu cari clay mask dengan tambahan aloe vera, hyaluronic acid, honey, serta rosehip oil.Formulasi seperti ini mampu membersihkan tanpa membuat kulit dehidrasi.

  • Untuk Kulit Berminyak atau Acne-Prone Bentonite atau French Green Clay

Clay jenis ini mampu menarik minyak dan kotoran dari pori-pori lebih dalam. Namun, pilih yang sudah dipadukan dengan bahan melembapkan agar kulit tetap seimbang. Perhatikan kandungan seperti niacinamide, tea tree, panthenol, glycerin. Ini membantu mencegah efek “terlalu kering” setelah masker.

  • Untuk Kulit Kombinasi: Multi-Clay Formula

Kulit kombinasi butuh keseimbangan. Pilih masker yang menggabungkan Kaolin + Bentonite, atau gunakan teknik multi-masking: clay yang lebih kuat di T-zone, dan clay lembut di pipi.

 

 

 

 

 

 

2 dari 3 halaman

2. Pastikan Formulanya Mengandung Hydrating Ingredients

Dengan memastikan formulanya mengandung hydrating ingredients, tidak menggunakan pada kulit yang kering serta tidak menunggu masker sampan benar-benar kering termasuk kedalam tips penggunakan clay mask yang harus perhatikan. [Dok/freepik.com]

Clay mask modern biasanya sudah diperkaya bahan-bahan yang membantu menjaga kelembapan kulit. Untuk memastikan kulitmu tidak kering setelah maskeran, pilih yang mengandung hyaluronic acid, ceramide, rice extract, oat extract, centella asiatica, squalane. Clay mask dengan tekstur whipped atau creamy juga cenderung lebih hydrating dibanding yang teksturnya terlalu padat.

3. Jangan Gunakan Clay Mask pada Kulit yang Kering

Sahabat Fimela, salah satu kesalahan terbesar adalah mengaplikasikan clay mask pada kulit yang benar-benar kering. Dengan selalu aplikasikan clay mask pada kulit yang lembap atau sedikit basah, dapat membantu clay bekerja tanpa “menyedot” kelembapan alami di kulit. Kamu bisa mengaplikasikan setelah mencuci wajah, menyemprotkan face mist sebelum masker ataupun menggunakan hydrating toner sebagai base

4. Jangan Menunggu Masker Sampai Benar-Benar Kering

Ini adalah kunci terpenting agar kulit tidak kering.Clay mask tidak boleh dibiarkan mengering hingga retak dan seluruh permukaan berubah putih pucat. Idealnya biarkan masker mengering hanya di bagian tepi, sementara bagian tengah masih terlihat lembap. Biasanya 10–12 menit sudah cukup. Kalimag “Semakin kering semakin bagus” adalah mitos yang bikin kulit dehidrasi. Oleh karena jangan terlalu lama saat menunggu masker kering yaa, Sahabat Fimela! 

 

 

3 dari 3 halaman

5. Bilas dengan Cara yang Lembut

Dengan bilas secara lembut dan dilanjutkan dengan hydrating toner serta moisturizer termasuk kedalam tips penggunakan clay mask yang harus perhatikan. [Dok/freepik.com/jcomp]

Gunakanlah air hangat kuku dan pijat lembut dengan gerakan memutar. Sahabat Fimela, apabila kamu menginginkan ekstra lembut, gunakan washlap halus agar tidak mengiritasi kulit saat mengangkat masker. 

6. Wajib Lanjutkan dengan Hydrating Toner & Moisturizer

Clay mask akan bekerja optimal jika dilanjutkan dengan langkah hidrasi. Setelah membilas gunakanlah hydrating toner, lalu di lanjutkan dengan mengaplikasikan serum ringan dan terakhir unci dengan moisturizer. Dengan rdangkaian ini dapat membantu kulit kembali lembap dan terjaga barrier-nya.

Berapa Kali Ideal Menggunakan Clay Mask?

Untuk menjaga kulit tetap bersih tanpa kering, disarankan 2-3 kali seminggu bagi kamu yang memiliki tipe kulit berminyak. Sementara, untuk Sahabat Fimela yang memiliki tipe kulit kombinasi dapat menggunakan clay mask sebanyak 1-2 kali seminggu. Lain halnya, dengan kamu yang memiliki tipe kulit kering atau sensitif, kamu dapat menggunakannya hanya satu kali seminggu saja. Terlalu sering justru dapat menghilangkan minyak alami kulit.