5 Cara Mendidik Anak Perempuan agar Percaya Diri dalam Keuangan

Vallerie Angelique EffendiDiterbitkan 09 Januari 2026, 09:15 WIB

Fimela.com, Malang - Mengajarkan literasi keuangan sejak dini merupakan fondasi penting untuk membentuk generasi perempuan yang percaya diri dalam mengelola uang. Banyak penelitian menunjukkan bahwa rasa percaya diri anak perempuan terhadap matematika mulai menurun sejak usia sembilan tahun, meskipun kemampuan mereka sebenarnya setara dengan anak laki-laki. Jika tidak segera ditangani, penurunan kepercayaan diri ini dapat berdampak pada kemampuan finansial mereka ketika dewasa.

Lebih dari itu, sebagian besar perempuan dewasa mengaku mengetahui “sedikit atau bahkan tidak tahu” tentang keuangan. Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya peran orang tua dalam memperkenalkan konsep dasar uang dan investasi sejak usia sekolah dasar. Dengan pendekatan yang tepat, anak perempuan dapat tumbuh menjadi individu yang lebih percaya diri dan mandiri secara finansial.

Peran orang tua tidak hanya sekadar memberi nasihat, tetapi juga membuka ruang dialog dan memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan kecil seperti berbicara tentang tujuan keuangan, membuat anggaran sederhana, atau membahas keputusan belanja bisa menjadi pijakan kuat. Semakin dini anak perempuan memahami uang, semakin siap mereka dalam menghadapi masa depan yang penuh pilihan.

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

Bicara Terbuka tentang Uang dan Keuangan

Keputusan untuk hidup tanpa anak bisa dipengaruhi oleh kebebasan pribadi, prioritas karier, dan pertimbangan finansial yang belum cukup stabil. (Foto dok: Freepik/jcomp).

Langkah pertama untuk membangun kepercayaan diri finansial adalah menciptakan suasana yang membuat anak merasa nyaman membicarakan uang. Topik seperti budget, tabungan, atau investasi sebaiknya tidak dianggap tabu sehingga anak dapat melihatnya sebagai hal normal dalam kehidupan. 

Diskusi ringan tentang tujuan keluarga, misalnya menabung untuk liburan atau membeli barang tertentu dapat membantu anak memahami hubungan antara keputusan dan hasil. Konten edukatif dari kreator muda di media sosial juga bisa membantu memperkenalkan konsep dasar seperti bunga majemuk atau cara kerja pasar saham. 

Semakin sering anak perempuan mendengar dan memahami konsep ini, semakin besar peluang mereka untuk merasa percaya diri. Berbicara secara rutin membantu mereka membangun rasa ingin tahu dan keberanian mengambil keputusan keuangan.

3 dari 6 halaman

Menjadi Role Model Finansial yang Baik

Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat, bukan hanya dari apa yang mereka dengar. Karena itu, orang tua perlu memberi contoh bagaimana mengelola uang secara sehat dan setara, tanpa bias gender. Menunjukkan bahwa ayah dan ibu sama-sama terlibat dalam mengambil keputusan finansial dapat membantu anak perempuan melihat bahwa perempuan memiliki peran penting dalam keuangan. 

Orang tua juga perlu menyadari keyakinan atau kebiasaan yang mungkin tanpa sengaja membatasi anak perempuan. Dengan memperlihatkan proses pengambilan keputusan, seperti membahas pengeluaran besar atau merencanakan investasi, anak belajar bahwa finansial adalah topik yang bisa dipahami siapa saja. Teladan positif ini dapat membangun rasa percaya diri yang kuat untuk masa depan.

4 dari 6 halaman

Mengajarkan Dasar-Dasar Budgeting Sejak Dini

Aktivitas Seru yang Bisa Ajarkan Anak Tentang Literasi Finansial (Foto/Sumber: Freepik)

Budgeting menjadi keterampilan penting yang dapat dipelajari secara sederhana dan menyenangkan oleh anak. Pertanyaan klasik seperti “ini kebutuhan atau keinginan?” membantu mereka mengenali prioritas. 

Orang tua dapat menggunakan metode visual seperti tiga toples transparan: satu untuk belanja, satu untuk tabungan, dan satu untuk donasi. Ketika anak melihat uang bertambah atau berkurang di setiap toples, mereka memahami konsekuensi dari keputusan mereka. 

Saat beranjak remaja, ajarkan cara menyusun rencana tabungan untuk barang yang diinginkan atau bagaimana investasi dasar bekerja. Bahkan penggunaan spreadsheet sederhana dapat menjadi latihan awal untuk pengambilan keputusan finansial yang lebih terstruktur.

5 dari 6 halaman

Mendorong Anak untuk Bertanya dan Berpikir Kritis

Aktivitas Seru yang Bisa Ajarkan Anak Tentang Literasi Finansial (Foto/Sumber: Freepik)

Rasa ingin tahu adalah modal penting dalam membangun kepercayaan diri finansial. Orang tua sebaiknya mendorong anak perempuan untuk bertanya, bahkan ketika mereka merasa tidak yakin atau takut salah. Finansial adalah hal pribadi, sehingga memperkuat kepercayaan diri sejak kecil dapat membantu mereka menghadapi keputusan sulit di masa depan. 

Jika orang tua tidak tahu jawabannya, itu bukan masalah. Belajar bersama bisa menjadi proses yang menyenangkan. Buku-buku visual seperti Napkin Finance dapat menjadi alat bantu yang mudah dipahami untuk memahami topik kompleks seperti pajak atau investasi. Dengan membangun budaya bertanya, anak akan lebih siap dan lebih kritis dalam mengelola uang.

6 dari 6 halaman

Mendaftarkan Anak pada Kelas atau Program Literasi Keuangan

Ajari anak untuk mengelola keuangan dengan bijak. (unsplash.com/@annhwa)

Kegiatan terstruktur seperti kelas keuangan atau pelajaran ekonomi dapat membantu membangun fondasi yang solid. Banyak anak akhirnya tertarik pada bidang finansial karena pengalaman positif dengan guru atau materi yang menyenangkan. Jika sekolah tidak mewajibkan kelas literasi keuangan, orang tua dapat mendorong anak perempuan untuk mengambil kelas pilihan. 

Untuk remaja dan mahasiswa, mengambil mata kuliah bisnis sebagai minor juga bisa memberi nilai tambah besar. Pemahaman dasar tentang akuntansi, pasar, atau manajemen memungkinkan mereka lebih siap ketika terlibat dalam pengambilan keputusan penting di masa depan. Dengan bekal ini, anak perempuan dapat melihat bahwa dunia finansial bukan sesuatu yang menakutkan, justru penuh peluang.

Membangun kepercayaan diri finansial pada anak perempuan adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya dapat dirasakan hingga dewasa. Dengan membicarakan uang secara terbuka, memberi teladan yang baik, mengajarkan budgeting, mendorong rasa ingin tahu, dan memberikan akses pada pendidikan finansial, orang tua dapat membantu mereka tumbuh menjadi perempuan yang mandiri, berani, dan cakap secara finansial. Langkah kecil yang dilakukan sejak dini dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih stabil dan penuh kesempatan.