4 Alasan Mengonsumsi Mie Instan Terlalu Sering Berbahaya bagi Kesehatan

Nikki AletaDiterbitkan 26 Januari 2026, 14:35 WIB

Fimela.com, Jakarta - Mie instan kerap menjadi pilihan praktis saat waktu terbatas atau ketika ingin makanan yang cepat disajikan. Rasanya yang gurih dan harganya yang terjangkau membuat mie instan digemari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja. Tidak jarang makanan ini sering dijadikan cemilan malam hari atau menu akhir bulan. 

Namun, di balik kepraktisannya, mie instan bukanlah makanan yang dirancang untuk dikonsumsi secara rutin. Kandungan gizinya yang terbatas serta tingginya bahan tambahan membuat makanan ini perlu dikonsumsi dengan lebih bijak. Jika terlalu sering dikonsumsi, mie instan dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan tubuh. 

Jika sahabat FIMELA masih sering mengonsumsi mie instan, berikut ini FIMELA merangkum empat alasan mengonsumsi mie instan terlalu sering berbahaya bagi kesehatan. Yuk, simak sahabat FIMELA!

2 dari 5 halaman

Tinggi Kandungan Natrium

Tinggi Kandungan Natrium./copyright. pexels/

Salah satu efek samping paling mengkhawatirkan dari mie instan adalah kandungan natriumnya yang tinggi. Satu porsi mie instan saja dapat mengandung lebih dari setengah asupan natrium harian yang direkomendasikan. Kandungan natrium yang tinggi ini dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti kerusakan organ, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke. 

3 dari 5 halaman

Terbuat dari Tepung Terigu Putih (Maida)

Terbuat dari Tepung Terigu Putih (Maida)./copyright. pexels/

Mie instan sebagian besar terbuat dari maida, tepung terigu putih yang diproses, sehingga rendah serat dan tidak memiliki asupan nutrisi. Mengonsumsi tepung ini dalam jumlah besar dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Oleh karena itu, mie instan sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes atau resistensi insulin. Selain itu, mie instan juga sering dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, sindrom metabolik, dan diabetes tipe 2. 

4 dari 5 halaman

Membuat Pola Makan Menjadi Tidak Seimbang

Membuat Pola Makan Menjadi Tidak Seimbang./copyright. pexels/

Konsumsi mie instan yang terlalu sering dapat menggantikan makanan rumahan yang lebih bergizi. Banyak orang lebih memilih mie instan daripada menu lengkap yang mengandung protein, sayur, dan karbohidrat seimbang. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, tubuh tidak akan mendapatkan asupan nutrisi yang cukup untuk beraktivitas sehari-hari. 

5 dari 5 halaman

Berisiko Memengaruhi Kesehatan dalam Jangka Panjang

Berisiko Memengaruhi Kesehatan dalam Jangka Panjang./copyright. pexels/

Kebiasaan mengonsumsi mie instan terlalu sering tanpa diimbangi makanan bergizi dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan tubuh. Penelitian membuktikan bahwa mie instan berhubungan erat dengan sindrom metalik, kondisi yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh, dan kadar kolesterol yang tinggi. 

Mie instan bukanlah makanan yang sepenuhnya harus dihindari, tetapi konsumsinya perlu dibatasi. Batasi konsumsi mie instan menjadi sebulan sekali atau saat kondisi darurat saja serta imbangi pola makan harianmu dengan menu bergizi.