7 Sikap untuk Mendapat Good Vibes agar Hidup Lebih Tenang

Endah WijayantiDiterbitkan 24 Januari 2026, 07:15 WIB

Fimela.com, Jakarta - Ada jenis ketenangan yang tidak lahir dari liburan mahal, kutipan motivasi, atau perubahan besar yang dramatis. Ketenangan itu tumbuh dari cara seseorang menyikapi hidup sehari hari. Dari keputusan kecil yang diambil dengan sadar, dari respons yang dipilih alih alih reaksi spontan. Good vibes bukan suasana yang datang dari luar, melainkan kualitas batin yang dibangun dengan sikap yang konsisten.

Banyak orang mencari ketenangan dengan menata lingkungan, padahal sumber kegaduhan sering bersemayam di dalam diri. Sudut pandang yang jarang dibicarakan adalah ini: hidup menjadi lebih tenang bukan karena masalah berkurang, melainkan karena sikap batin semakin matang. Di sanalah good vibes berakar dan bertahan lama, Sahabat Fimela.

 

 

2 dari 8 halaman

1. Memilih Tenang sebagai Sikap Aktif, Bukan Sikap Menyerah pada Keadaan

1. Memilih Tenang sebagai Sikap Aktif, Bukan Sikap Menyerah pada Keadaan/Copyright depositphotos.com/prathancorruangsak

Tenang sering disalahpahami sebagai pasrah. Padahal ketenangan sejati adalah hasil dari keberanian memilih respons yang dewasa. Saat situasi memanas, memilih tenang berarti memberi jeda antara emosi dan tindakan. Jeda inilah yang menjaga martabat dan kejernihan berpikir.

Sikap ini menumbuhkan good vibes karena energi batin tidak terkuras untuk hal yang tidak produktif. Orang yang tenang tetap tegas, tetap punya batas, tetapi tidak membiarkan emosinya mengendalikan arah hidupnya. Sahabat Fimela akan merasakan perbedaan besar ketika tenang menjadi pilihan sadar, bukan pelarian.Dalam jangka panjang, ketenangan aktif menciptakan rasa aman di dalam diri. Hidup memang tidak selalu ramah, tetapi sikap batin yang stabil membuat langkah terasa lebih ringan dan terkendali.

 

 

3 dari 8 halaman

2. Menyaring Energi Sosial dengan Bijak tanpa Harus Menutup Diri

2. Menyaring Energi Sosial dengan Bijak tanpa Harus Menutup Diri./Copyright depositphotos.com/prathancorruangsak

Good vibes sering bocor melalui interaksi yang tidak disadari. Bukan berarti semua orang harus dijauhi, melainkan perlu ada kesadaran tentang energi yang dibawa setiap pertemuan. Menyaring energi sosial adalah bentuk penghormatan pada kesehatan emosional diri sendiri.

Sahabat Fimela tidak perlu merasa bersalah saat memilih jarak dari percakapan yang melelahkan atau relasi yang penuh drama. Sikap ini bukan egois, melainkan bentuk tanggung jawab batin. Dengan energi yang lebih bersih, pikiran menjadi jernih dan hati lebih lapang.

Ketika energi sosial terjaga, hidup terasa lebih seimbang. Waktu bersama orang lain menjadi bermakna, sementara waktu sendiri menjadi ruang pemulihan yang menyegarkan.

 

 

4 dari 8 halaman

3. Berdamai dengan Ketidaksempurnaan sebagai Cara Merawat Kesehatan Batin

3. Berdamai dengan Ketidaksempurnaan sebagai Cara Merawat Kesehatan Batin./Copyright freepik.com/author/freepik

Banyak kegelisahan lahir dari tuntutan untuk selalu benar, selalu cukup, dan selalu berhasil. Sikap berdamai dengan ketidaksempurnaan justru membuka pintu ketenangan yang jarang disadari. Tidak semua hal perlu disempurnakan agar layak dijalani.

Sahabat Fimela yang menerima ketidaksempurnaan tidak kehilangan semangat bertumbuh. Justru sikap ini membuat proses hidup terasa lebih manusiawi. Kesalahan tidak lagi menjadi beban, melainkan pelajaran hidup yang berharga.

Good vibes tumbuh ketika diri berhenti menghakimi diri sendiri. Dari sana, muncul rasa lega yang halus namun menetap, membuat hidup lebih ramah untuk dijalani.

 

 

5 dari 8 halaman

4. Mengelola Pikiran sebagai Ruang Tinggal, Bukan Arena Pertempuran

4. Mengelola Pikiran sebagai Ruang Tinggal, Bukan Arena Pertempuran./Copyright freepik.com/author/wayhomestudio

Pikiran sering diperlakukan seperti musuh yang harus ditaklukkan. Padahal pikiran adalah ruang tinggal yang perlu ditata, bukan dilawan. Sikap ini mengubah cara seseorang menghadapi kekhawatiran dan overthinking.

Alih alih menekan pikiran negatif, Sahabat Fimela bisa memilih untuk mengamati tanpa larut. Pikiran yang disadari kehilangan daya rusaknya. Dengan pendekatan ini, energi mental tidak habis untuk konflik internal yang berulang.

Ketika pikiran menjadi ruang yang tertata, ketenangan hadir secara alami. Good vibes pun tidak perlu dikejar, karena ia tumbuh dari kejernihan yang konsisten.

 

 

6 dari 8 halaman

5. Menumbuhkan Rasa Cukup agar Hati Tidak Terjebak dalam Lomba tanpa Garis Akhir

5. Menumbuhkan Rasa Cukup agar Hati Tidak Terjebak dalam Lomba tanpa Garis Akhir./Copyright freepik.com/author/lookstudio

Rasa cukup adalah sikap yang membebaskan. Bukan berarti berhenti bermimpi, melainkan berhenti menggantungkan harga diri pada perbandingan. Hidup yang tenang lahir dari kemampuan menghargai apa yang sudah ada, tanpa kehilangan arah ke depan.

Sahabat Fimela akan merasakan pergeseran besar ketika rasa cukup menjadi fondasi. Ambisi tidak lagi menekan, melainkan mengalir dengan sehat. Pencapaian terasa menyenangkan, bukan melelahkan.

Good vibes menguat saat hati tidak sibuk mengejar validasi. Dari rasa cukup, muncul syukur yang tenang dan stabil, membuat hidup terasa lebih utuh.

 

 

7 dari 8 halaman

6. Menghargai Waktu sebagai Energi Hidup, Bukan Sekadar Jadwal Harian

6. Menghargai Waktu sebagai Energi Hidup, Bukan Sekadar Jadwal Harian./Copyright depositphotos.com/serezniy

Banyak orang sibuk, tetapi sedikit yang benar benar hadir. Sikap menghargai waktu berarti menggunakan energi hidup dengan sadar. Bukan soal produktivitas berlebihan, melainkan kesadaran penuh dalam setiap aktivitas.

Sahabat Fimela yang menghargai waktu tidak mudah terjebak dalam kesibukan kosong. Setiap kegiatan memiliki makna, sekecil apa pun. Dari sini, muncul kepuasan batin yang tidak bergantung pada hasil besar.

Ketika waktu dijalani dengan penuh kesadaran, hidup terasa lebih tenang. Good vibes mengalir dari rasa hadir yang utuh di setiap momen.

 

 

8 dari 8 halaman

7. Menjadikan Kebaikan sebagai Kebiasaan Rutin yang Menguatkan Jiwa

7. Menjadikan Kebaikan sebagai Kebiasaan Rutin yang Menguatkan Jiwa./Copyright Fimela - Adhib

Kebaikan tidak selalu perlu disaksikan. Sikap berbuat baik secara sunyi justru menumbuhkan ketenangan yang mendalam. Ada kepuasan batin yang lahir ketika kebaikan dilakukan tanpa pamrih.

Sahabat Fimela akan merasakan bahwa kebaikan adalah sumber energi positif yang stabil. Bukan karena pujian, melainkan karena hati tahu telah bertindak selaras dengan nilai yang diyakini.

Ketenangan bukan hadiah instan, melainkan hasil dari sikap yang dipilih berulang kali. Saat kita mulai menyadari bahwa good vibes adalah kualitas batin, bukan suasana luar, hidup terasa lebih bersahabat. Langkah menjadi lebih mantap, napas lebih lapang, dan hati menemukan rumahnya sendiri di tengah dunia yang terus bergerak.