Mengenal Task Snacking dengan Cara Kerja yang Lebih Realistis di Dunia Profesional

Ayu Puji LestariDiterbitkan 23 Januari 2026, 16:45 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, di tengah ritme kerja yang cepat dan tuntutan multitasking, kamu mungkin sering merasa kelelahan bahkan sebelum pekerjaan benar-benar selesai. Task snacking hadir sebagai pendekatan kerja yang lebih realistis dan ramah energi. 

Konsep ini mengajak kamu memecah pekerjaan besar menjadi tugas-tugas kecil yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat, tanpa harus menunggu fokus panjang atau suasana ideal.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Membantu Kamu Memulai Pekerjaan tanpa Rasa Terbebani

Memulai pekerjaan tanpa rasa terbebani/ Freepik by benzoix

Salah satu tantangan terbesar dalam pekerjaan adalah memulai. Daftar tugas yang panjang sering kali membuat kamu menunda karena terasa terlalu berat. Dengan task snacking, kamu cukup mengambil satu potongan kecil—misalnya menyusun kerangka laporan atau membalas beberapa email penting. Langkah kecil ini membantu kamu bergerak tanpa tekanan berlebih.

Cara ini membantumu untuk lebih fokus. Seperti yang diketahui, fokus adalah aset penting. Sayangnya, fokus tidak bisa dipaksakan terlalu lama. Task snacking membantu kamu bekerja dalam durasi singkat, sekitar 5–15 menit, sehingga otak tetap segar. Cara ini sangat efektif untuk pekerjaan administratif, koordinasi tim, hingga proses kreatif yang membutuhkan kejernihan pikiran.

3 dari 5 halaman

Mengurangi Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Menunda pekerjaan seringkali bukan soal malas, tetapi karena tugas terlihat terlalu besar. Task snacking mengubah persepsi tersebut. Ketika target diperkecil, hambatan mental ikut berkurang. Menyelesaikan satu slide presentasi atau satu paragraf laporan terasa lebih ringan dan memungkinkan kamu membangun momentum secara perlahan.

4 dari 5 halaman

Memberi Rasa Puas karena Pekerjaan ada Progresnya

Setiap mikro-tugas yang selesai memberi rasa pencapaian. Meski kecil, progres ini penting untuk menjaga motivasi dan kepercayaan diri dalam bekerja. Checklist yang tercentang satu per satu memberi sinyal bahwa kamu tetap berkembang, meski pekerjaan besar belum sepenuhnya rampung.

Task snacking bukan berarti bekerja setengah-setengah. Untuk tugas strategis atau analisis mendalam, kamu tetap membutuhkan waktu fokus khusus. Task snacking berfungsi sebagai pendukung—membantu kamu memulai, menjaga ritme kerja, dan menyelesaikan bagian-bagian kecil tanpa rasa tertekan.

5 dari 5 halaman

Cara Menerapkan Task Snacking di Tempat Kerja

Cara menerapkan task snacking./copyright fimela/adrian putra

Mulailah dengan memecah proyek besar menjadi daftar tugas kecil yang spesifik. Tetapkan waktu singkat untuk setiap tugas dan fokus menyelesaikannya satu per satu. Hindari multitasking berlebihan dan beri apresiasi pada diri sendiri setiap progres yang tercapai.

Di dunia kerja yang menuntut kecepatan dan adaptasi, task snacking mengajarkan kamu bahwa produktif tidak selalu harus melelahkan. Langkah kecil yang konsisten justru bisa membawa perubahan besar dalam cara kamu bekerja dan menjaga keseimbangan diri.