3 Kunci Utama Cegah Penyakit Saat Musim Hujan dengan Lingkungan Bersih

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 23 Januari 2026, 16:35 WIB

ringkasan

  • Menjaga sistem drainase agar tetap lancar dan bersih sangat penting untuk mencegah genangan air serta risiko banjir yang dapat memicu berbagai penyakit saat musim hujan.
  • Pengelolaan sampah yang bertanggung jawab, termasuk pemilahan dan pengomposan, krusial untuk menghindari kontaminasi lingkungan dan penyebaran penyakit yang sering terjadi di musim hujan.
  • Mengendalikan populasi nyamuk dengan menghilangkan genangan air serta memastikan kualitas air minum dan kebersihan pribadi adalah langkah vital untuk melindungi diri dari penyakit saat musim hujan.

Fimela.com, Jakarta - Musim hujan seringkali membawa tantangan tersendiri bagi kesehatan dan kebersihan lingkungan kita. Curah hujan yang tinggi dapat memicu berbagai masalah, mulai dari genangan air hingga penyebaran penyakit menular. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan menjadi sangat krusial di periode ini.

Banyak penyakit rentan menyerang tubuh saat musim hujan tiba, seperti influenza, diare, demam berdarah, leptospirosis, dan tifus. Penyebaran virus dan bakteri penyebab penyakit ini menjadi lebih mudah karena kondisi lingkungan yang lembap. Lingkungan yang kotor dan genangan air menjadi sarang ideal bagi kuman dan vektor penyakit.

Sahabat Fimela perlu mengambil langkah proaktif untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman penyakit saat musim hujan. Dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan mengelola lingkungan dengan baik, kita dapat meminimalisir risiko kesehatan. Mari simak panduan komprehensif untuk menjaga kebersihan lingkungan selama musim hujan.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Drainase Lancar, Banjir Minggat: Kunci Utama Cegah Penyakit Saat Musim Hujan

Sistem drainase yang berfungsi optimal adalah benteng pertama dalam menghadapi musim hujan. Saluran air yang tersumbat dapat menyebabkan genangan dan banjir, yang tidak hanya merusak infrastruktur tetapi juga menciptakan lingkungan ideal bagi penyebaran penyakit. Penting untuk secara rutin memeriksa dan membersihkan talang air serta pipa saluran dari kotoran, daun, atau ranting yang menumpuk.

Pembersihan rutin setelah hujan lebat atau perubahan cuaca musiman dapat mencegah penumpukan yang menyumbat aliran air. Pastikan juga kemiringan properti Anda mengarah menjauh dari fondasi rumah untuk menghindari genangan. Pertimbangkan pemasangan kisi-kisi dan penutup drainase untuk mencegah puing-puing masuk dan menyumbat sistem.

Selain itu, periksa fungsionalitas pompa sump jika properti Anda rentan banjir, dan tutup retakan pada fondasi rumah dengan bahan kedap air. Pemeliharaan lansekap, seperti memangkas pohon dan semak, juga membantu menjaga kelancaran drainase. Penggunaan tong air hujan dapat mengurangi limpasan air ke saluran badai, sementara pengelolaan air limbah yang baik penting untuk menjaga efisiensi pengolahan air.

3 dari 4 halaman

Sampah Terkelola, Sehat Terjaga: Lindungi Diri dari Penyakit Saat Musim Hujan

Pengelolaan sampah yang tepat memegang peranan vital dalam mencegah penyakit saat musim hujan. Sampah yang dibuang sembarangan, terutama yang tidak dapat terurai, dapat menyumbat saluran air dan memperparah kondisi banjir. Kondisi ini kemudian mempercepat kontaminasi lingkungan dan penyebaran bakteri berbahaya.

Sahabat Fimela disarankan untuk mempraktikkan prinsip 'mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang' sampah. Saat membuang sampah, gunakan kantong plastik tertutup rapat untuk menghindari wadah menjadi tempat berkembang biak yang tidak diinginkan. Pastikan sampah dikumpulkan oleh pihak berwenang secara tepat waktu agar tidak menumpuk dan mencemari lingkungan.

Pemisahan sampah di sumbernya, antara organik dan non-organik, sangat dianjurkan. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah non-biodegradable harus disimpan dengan benar untuk mencegahnya berserakan dan menyumbat saluran air. Pengelolaan limbah yang tidak tepat, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah, dapat menyebabkan polusi logam berat di air, tanah, dan tanaman, yang meningkatkan risiko penyakit.

4 dari 4 halaman

Basmi Nyamuk, Hindari Penyakit Saat Musim Hujan: Jaga Kualitas Air dan Kebersihan Diri

Ilustrasi Mimpi Hujan/https://unsplash.com/Gage Walker

Musim hujan menciptakan kondisi ideal bagi nyamuk untuk berkembang biak, meningkatkan risiko penyakit seperti demam berdarah. Menghilangkan genangan air adalah langkah paling krusial. Periksa dan kosongkan secara teratur wadah seperti ember, pot bunga, atau ban bekas yang dapat menampung air hujan. Tutup rapat wadah air dan perbaiki kebocoran pipa untuk menghindari penumpukan air.

Selain itu, gunakan repelen nyamuk pada kulit dan pakaian, serta pasang jaring kasa halus di jendela dan pintu. Kelambu juga efektif saat tidur. Menanam tanaman pengusir nyamuk alami seperti serai, lavender, atau kemangi dapat membantu mengusir serangga. Untuk genangan air yang tidak dapat dikeringkan, gunakan larvisida atau masukkan ikan pemakan larva seperti guppy.

Kualitas air dan kebersihan pribadi juga sangat penting untuk mencegah penyakit saat musim hujan. Konsumsi air bersih yang sudah direbus atau dimurnikan, dan simpan dalam wadah tertutup. Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air, terutama sebelum makan dan setelah dari luar. Hindari makanan jalanan yang kebersihannya tidak terjamin.

Jaga kebersihan pribadi dengan mandi setiap hari dan hindari mengenakan pakaian basah terlalu lama. Cuaca lembap juga meningkatkan risiko pilek dan flu, jadi gunakan masker di tempat ramai dan tingkatkan kekebalan tubuh dengan nutrisi cukup serta olahraga teratur.