Trik Ampuh Membantu Anak Mengatasi Jet Lag Setelah Liburan

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 28 Januari 2026, 18:53 WIB

ringkasan

  • Menyesuaikan jadwal tidur anak secara bertahap sebelum keberangkatan dan segera beradaptasi dengan waktu lokal tujuan adalah kunci utama mengatasi jet lag.
  • Paparan cahaya matahari pagi, menjaga rutinitas makan dan tidur yang konsisten, serta mengelola tidur siang secara bijak sangat membantu penyesuaian ritme sirkadian anak.
  • Memahami gejala jet lag seperti gangguan tidur, masalah pencernaan, dan perubahan suasana hati, serta memberikan kesabaran dan dukungan, penting untuk membantu anak beradaptasi kembali setelah liburan.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, apakah si kecil sering rewel dan sulit tidur setelah liburan panjang? Fenomena ini mungkin menandakan mereka mengalami jet lag, kondisi yang umum terjadi setelah bepergian melintasi zona waktu. Jet lag adalah masalah tidur sementara yang mengganggu ritme sirkadian tubuh anak.

Ritme sirkadian sendiri merupakan jam internal tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun. Ketika ritme ini terganggu karena perubahan zona waktu yang cepat, anak-anak bisa menunjukkan berbagai gejala tidak nyaman. Hal ini seringkali terjadi saat keluarga kembali dari liburan yang melibatkan perjalanan jauh.

Memahami cara efektif mengatasi jet lag pada anak setelah liburan menjadi krusial agar si kecil dapat kembali beradaptasi dengan rutinitas harian. Artikel ini akan membahas panduan lengkap untuk membantu anak-anak mengatasi jet lag. Dengan demikian, mereka bisa kembali ceria dan bersemangat menjalani aktivitas.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Memahami Apa Itu Jet Lag pada Anak-anak

Jet lag terjadi saat ritme tubuh tidak sinkron dengan zona waktu baru. Ini paling sering terjadi saat melintasi tiga zona waktu atau lebih. Namun, perjalanan lintas zona waktu apa pun bisa memicu jet lag. (foto/dok: freepik/tirachardz)

Jet lag terjadi saat ritme tubuh tidak sinkron dengan zona waktu baru. Ini paling sering terjadi saat melintasi tiga zona waktu atau lebih. Namun, perjalanan lintas zona waktu apa pun bisa memicu jet lag.

Gangguan tidur sementara ini memengaruhi mereka yang bepergian melintasi banyak zona waktu. Perubahan cepat mengganggu ritme sirkadian yang mengatur siklus tidur-bangun. Ritme sirkadian pada anak kecil sudah rentan, sehingga jet lag bisa lebih terasa.

Meskipun anak-anak dan orang dewasa bisa mengalami jet lag, respons setiap individu sangat bervariasi. Memahami kondisi ini adalah langkah pertama untuk membantu si kecil beradaptasi.

3 dari 5 halaman

Persiapan Matang Sebelum dan Selama Perjalanan

Persiapan sebelum keberangkatan sangat penting untuk meminimalkan dampak jet lag. Sahabat Fimela bisa mulai menyesuaikan jadwal tidur anak secara bertahap beberapa hari sebelumnya. Tidurkan mereka lebih awal atau lebih lambat, tergantung arah perjalanan.

Untuk perjalanan ke timur melintasi tiga zona waktu atau lebih, geser waktu tidur dan bangun anak 15 menit lebih awal setiap satu atau dua hari, dimulai seminggu sebelum perjalanan. Sebaliknya, untuk perjalanan ke barat, lakukan hal yang sama tetapi geser 15 menit lebih lambat. Prioritaskan tidur berkualitas sebelum penerbangan. Tidur yang buruk dapat meningkatkan kemungkinan jet lag.

Selama penerbangan, segera sesuaikan diri dengan waktu lokal tujuan. Usahakan anak tetap terjaga jika waktu lokal adalah siang hari, dan biarkan tidur saat waktu tidur siang reguler di tujuan. Dorong anak tidur di pesawat jika waktu lokal tujuan adalah malam hari, gunakan penutup mata dan penyumbat telinga. Pastikan anak minum banyak air dan hindari kafein untuk mencegah dehidrasi.

4 dari 5 halaman

Strategi Efektif Setelah Tiba di Tujuan

Setelah tiba, paparkan anak pada cahaya matahari pagi dan aktivitas fisik. Ini membantu mengatur ulang pelepasan melatonin otak mereka. Cahaya alami di luar ruangan bisa tiga kali lebih kuat dari cahaya buatan dalam ruangan dalam mengatur ritme sirkadian. Usahakan untuk beraktivitas di luar ruangan selama siang hari.

Pertahankan rutinitas tidur dan makan yang konsisten, tetapi sesuaikan dengan waktu lokal yang baru. Makan pada waktu makan lokal membantu mengatur ulang jam tubuh. Jika anak terbangun di malam hari karena lapar, tawarkan camilan ringan seperti pisang atau keju stik dengan lampu redup.

Kelola tidur siang dengan bijak. Untuk anak kecil, geser waktu tidur siang lebih awal jika mereka sangat lelah. Untuk anak yang lebih besar, tidur siang singkat 15-20 menit dapat menyegarkan tanpa mengganggu tidur malam. Hindari tidur siang berlebihan lebih dari dua jam. Bawa barang-barang familiar seperti piyama dan mainan favorit untuk kenyamanan.

5 dari 5 halaman

Mengenali dan Mengatasi Gejala Jet Lag pada Anak

Jet lag dapat menyebabkan berbagai gejala pada anak-anak, yang seringkali membuat mereka rewel dan sulit diatur. Gejala umum meliputi gangguan tidur dan insomnia, kelelahan di siang hari, serta kesulitan fokus. Anak-anak juga bisa mengalami masalah pencernaan seperti sakit perut, gangguan pencernaan, sembelit, dan kurang nafsu makan.

Perubahan suasana hati dan mudah tersinggung juga merupakan indikator jet lag yang sering terjadi. Penting bagi Sahabat Fimela untuk bersabar dan memberikan ruang bagi anak-anak saat sistem mereka menyesuaikan diri. Ingatlah bahwa jet lag sulit bagi orang dewasa, apalagi bagi anak-anak yang belum memahami apa yang mereka rasakan.

Dalam beberapa kasus, suplemen seperti melatonin dapat dipertimbangkan, namun harus dengan konsultasi dokter anak karena dosis yang tepat belum diketahui. Herbal penenang seperti lemon balm, passionflower, dan chamomile juga bisa membantu relaksasi dan meningkatkan kualitas tidur. Selalu coba herbal ini di rumah terlebih dahulu sebelum bepergian.