International Global Network Rayakan Satu Dekade, Tegaskan Komitmen Cetak Pemimpin Masa Depan

Ayu Puji LestariDiterbitkan 29 Januari 2026, 10:45 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sepuluh tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang penuh mimpi, proses, dan transformasi. International Global Network (IGN) merayakan satu dekade kiprahnya sebagai organisasi pendidikan internasional yang konsisten mendampingi generasi muda untuk tumbuh menjadi pemimpin global yang berkarakter, berwawasan luas, dan penuh empati.

Didirikan dengan keyakinan bahwa mimpi anak muda tidak seharusnya dibatasi oleh jarak, latar belakang, maupun akses, IGN percaya pendidikan sejati tak hanya terjadi di ruang kelas. Kepemimpinan pun tak lahir dari teori semata. Dengan bimbingan yang tepat, anak muda mampu menghadirkan perubahan nyata—bagi dirinya sendiri, komunitas, hingga dunia.

“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami dapat merayakan satu dekade perjalanan International Global Network bersama rekan-rekan media, orang tua, pendidik, alumni, serta mitra sekolah. Sepuluh tahun ini bukan hanya tentang apa yang telah kami capai, tetapi tentang jutaan mimpi anak muda yang tumbuh bersama kami,” ujar Muhammad Fahrizal, President of International Global Network.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Berkembang untuk Membangun Nilai Pikir Kritis

AYIMUN berkembang membangun nilai pikir yang kritis./copyright partnership

Selama sepuluh tahun terakhir, IGN berkembang bukan sekadar sebagai rangkaian kegiatan, melainkan sebagai organisasi pendidikan internasional yang membangun sistem pembelajaran berkelanjutan. Melalui berbagai program pengembangan seperti konferensi Model United Nations (MUN), akademi, hingga pelatihan kepemimpinan, IGN menanamkan nilai berpikir kritis, komunikasi terstruktur, kolaborasi lintas budaya, serta kepemimpinan yang bertanggung jawab.

Di ruang-ruang belajar IGN, para peserta tidak datang sebagai orang asing. Mereka hadir sebagai kolaborator. Banyak dari mereka yang untuk pertama kalinya berdiri di depan ratusan orang, menyuarakan gagasan, bernegosiasi tentang isu global, dan belajar bahwa kepemimpinan sejati tidak ditentukan oleh posisi, melainkan oleh karakter.

Dalam satu dekade perjalanannya, konferensi IGN telah digelar di berbagai negara dan mempertemukan ribuan delegasi dari Asia, Timur Tengah, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Australia. Tak sedikit yang datang dengan rasa ragu dan kepercayaan diri yang terbatas, namun pulang membawa keyakinan baru bahwa suara mereka berarti. Kini, alumni IGN tumbuh menjadi pemimpin organisasi sekolah, penerima beasiswa, mentor, relawan, hingga pembicara di forum nasional dan internasional.

3 dari 4 halaman

Peluncuran AYIMUN Chapter

AYIMUN meluncurkan AYIMUN Chapter./copyright istimewa

Perayaan satu dekade ini juga menjadi momentum untuk melangkah lebih jauh. IGN secara resmi meluncurkan AYIMUN Chapter, sebuah inisiatif Model United Nations berbasis regional yang dirancang agar pengalaman MUN bisa lebih dekat dengan pelajar di komunitas tempat mereka tumbuh.

Dengan skala regional, AYIMUN Chapter menghadirkan lingkungan belajar yang lebih intim, berkelanjutan, dan berbasis mentorship. Peserta diajak terlibat aktif dalam simulasi diplomasi, membahas isu regional maupun global yang relevan, sekaligus mempersiapkan diri untuk melangkah lebih percaya diri ke panggung nasional dan internasional.

Tak berhenti di sana, IGN juga mengumumkan langkah strategis dalam ekspansi globalnya di dekade berikutnya melalui penyelenggaraan konferensi internasional di dua lokasi strategis dunia: Maldives dan Geneva.

Di Maldives, Asia World Model United Nations (AWMUN) direncanakan berlangsung dengan dukungan Pemerintah Maldives dan dijadwalkan dihadiri oleh His Excellency Mohamed Muizzu, President of the Maldives. Konferensi ini diharapkan menjadi pengalaman diplomasi yang berkesan dan bersejarah, dengan latar alam yang memberikan perspektif baru dalam membahas isu-isu global.

4 dari 4 halaman

Menghadirkan Pendidikan Diplomasi yang Lebih Nyata

Sementara itu, AYIMUN Geneva akan diselenggarakan di Palais des Nations—pusat diplomasi dunia dan tempat lahirnya berbagai keputusan penting Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Melalui pengalaman ini, generasi muda diajak merasakan langsung dinamika ruang diplomasi global yang selama ini hanya mereka pelajari dari buku dan layar.

Dua lokasi yang berbeda, namun membawa satu visi yang sama: menghadirkan pendidikan diplomasi yang lebih nyata, dekat, dan bermakna bagi generasi pemimpin masa depan.

“Dekade berikutnya adalah tentang memperluas dampak. Bukan hanya mencetak delegasi yang siap berbicara, tetapi melahirkan pemimpin yang siap berkontribusi—mulai dari daerahnya, untuk dunia,” tutup Muhammad Fahrizal.