Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kesehatan mata menjadi aset berharga yang seringkali luput dari perhatian kita. Banyak dari kita mungkin tidak menyadari bahwa ada kondisi mata yang secara bertahap memburuk seiring waktu, menyebabkan penurunan fungsi penglihatan. Kondisi inilah yang dikenal sebagai penyakit mata bersifat progresif, di mana penglihatan bisa memudar perlahan tanpa gejala awal yang jelas.
Penyakit mata progresif merupakan kondisi yang cenderung memburuk seiring waktu, menyebabkan penurunan fungsi penglihatan secara bertahap. Perkembangan penyakit ini dapat dihentikan atau diperlambat melalui pengobatan, meskipun dalam beberapa kasus, pengobatan hanya dapat memperlambat progresinya. Beberapa penyakit mata progresif berkembang karena faktor usia, sementara yang lain terkait dengan kondisi medis lain.
Menurut dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M(K), Dokter Konsultan Mata di Mayapada Eye Centre, banyak penyakit mata bersifat progresif dan berkembang tanpa gejala awal yang jelas, sehingga kerap baru disadari ketika sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama pada pekerja kantoran dengan paparanlayar digital yang tinggi.
“Faktor seperti screen time berlebih, minimnya waktu istirahat mata, serta pencahayaan ruang kerja yang kurang optimal dapat mempercepat terjadinya kelelahan mata digital dan gangguan penglihatan lainnya," kata dr. Ucok
Beragam Jenis Penyakit Mata Bersifat Progresif yang Umum Ditemui
Ada beberapa jenis penyakit mata yang tergolong progresif dan memerlukan perhatian khusus. Mengenali masing-masing jenis akan membantu Sahabat Fimela memahami risiko dan gejalanya.
- Degenerasi Makula Terkait Usia (AMD)AMD adalah penyakit progresif yang disebabkan oleh kerusakan makula, bagian belakang mata yang bertanggung jawab untuk penglihatan sentral yang tajam. Ini adalah penyebab utama kebutaan dan kehilangan penglihatan pada banyak pasien lansia. AMD dapat memengaruhi satu atau kedua mata, dengan gejala awal seringkali berupa area buram atau terdistorsi di tengah penglihatan. Jika memburuk, penderita mungkin kesulitan melihat apa pun di tengah penglihatan mereka, sehingga sulit untuk membaca, mengemudi, atau mengenali wajah.
- GlaucomaGlaucoma adalah penyakit mata progresif yang menyebabkan kehilangan penglihatan akibat kerusakan saraf optik, yang bertugas membawa sinyal visual antara mata dan otak. Glaucoma paling sering berkembang ketika ada tekanan tinggi di dalam mata (tekanan intraokular) yang disebabkan oleh penumpukan cairan. Kerusakan pada saraf optik awalnya memengaruhi penglihatan perifer, kemudian penglihatan sentral, menyebabkan kehilangan penglihatan sebagian atau total. Penyakit ini dijuluki "Pencuri Penglihatan Diam" karena seringkali tidak menunjukkan gejala hingga kerusakan signifikan terjadi.
- Retinopati DiabetikRetinopati diabetik adalah komplikasi serius diabetes yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan bahkan kebutaan. Kondisi ini melibatkan kerusakan progresif pada pembuluh darah retina, jaringan peka cahaya di bagian belakang mata yang penting untuk penglihatan yang baik. Seiring perkembangan penyakit, seseorang mungkin melihat kekeruhan, kabur, atau floaters. Kehilangan penglihatan akibat diabetes dapat dicegah 90% dengan deteksi dini dan pemeriksaan mata teratur.
- KeratoconusKeratoconus adalah penyakit mata progresif yang menyebabkan kornea menipis dan menonjol ke depan dalam bentuk kerucut yang aneh. Kornea yang rusak dapat dengan cepat menyebabkan kebutaan karena lensa mata kehilangan kemampuannya untuk memfokuskan cahaya ke retina. Kondisi ini meregangkan kornea sehingga cahaya yang masuk ke lensa terdistorsi, menghasilkan penglihatan kabur yang akan memburuk seiring waktu jika tidak ditangani.
- Retinitis Pigmentosa (RP)Retinitis Pigmentosa adalah penyakit mata genetik bawaan yang progresif, ditandai dengan kerusakan retina. Biasanya didiagnosis pada usia muda dan dimulai dengan rabun senja, diikuti oleh kehilangan penglihatan bertahap yang dimulai dari tepi (penglihatan perifer) dan berakhir dengan penglihatan terowongan.
- Miopia Tinggi (High Myopia) / Miopia PatologisMiopia tinggi adalah kondisi di mana mata membutuhkan koreksi lensa -6.00 dioptri (D) atau lebih. Miopia tinggi meningkatkan risiko banyak penyakit mata, termasuk ablasi retina, katarak, glaukoma, dan mata juling, yang semuanya dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen. Beberapa orang dengan miopia tinggi dapat mengembangkan miopia patologis, suatu kondisi yang ditandai dengan kerusakan retina progresif yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.
- KatarakKatarak adalah kekeruhan lensa mata transparan yang menyebabkan penglihatan kabur. Kondisi ini biasanya berkembang secara bertahap seiring waktu dan merupakan penyebab paling umum kehilangan penglihatan pada orang di atas usia 45 tahun. Meskipun katarak adalah kondisi progresif, katarak dapat diobati dengan operasi untuk mengganti lensa mata alami dengan implan lensa.
Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan Penyakit Mata Bersifat Progresif
Mengingat sifat progresif dari berbagai kondisi mata ini, deteksi dini memegang peranan krusial dalam upaya mempertahankan penglihatan. Banyak penyakit mata bersifat progresif dan berkembang tanpa gejala awal yang jelas, sehingga seringkali baru disadari saat sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan mata rutin sangat disarankan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti usia lanjut atau riwayat diabetes.
Penanganan penyakit mata progresif bertujuan untuk menghentikan atau setidaknya memperlambat perkembangan penyakit. Misalnya, pada glaucoma, pengobatan tersedia untuk membantu menghentikan atau mengurangi perkembangan penyakit dengan menurunkan atau mengontrol tekanan intraokular. Demikian pula untuk degenerasi makula, meskipun tidak ada obatnya, langkah-langkah seperti penggunaan vitamin dan terapi laser dapat membantu memperlambat kemajuan kondisi ini.
Mayapada Eye Centre (MEC) resmi memperluas akses layanan kesehatan mata premium dengan menghadirkan unit klinik terbaru di Mayapada Tower 2, Sudirman, Jakarta Selatan. MEC hadir sebagai solusi perawatan kesehatan mata (eye care) komprehensif dan modern bagi profesional, komunitas perkantoran, dan masyarakat urban,dengan layanan subspesialis mata meliputi Kornea, Glaukoma, Retina, hingga Pediatrik Oftalmologi. MEC Sudirman merupakan Premium Boutique Eye Care dengan layanan mata berbasis teknologi diagnostik terkini untuk deteksi dini dan diagnosis presisi, menghadirkan pengalaman pasien yang personal, alur perawatan terintegrasi, serta lingkungan eksklusif yang dirancang untuk mendukungefisiensi dan produktivitas profesional urban.
dr. Ucok P. Pasaribu, Sp.M(K) mengatakan dengan dukungan teknologi diagnostik modern dan keahlian subspesialis,deteksi dini dan diagnosis presisi dapat dilakukan sehingga strategi penanganan dapat disesuaikandengan kebutuhan setiap pasien.
"Pendekatan ini memungkinkan perawatan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, sekaligus meminimalkan risiko gangguan penglihatan permanen maupun komplikasi jangka panjang, khususnya pada kelompok usia produktif, sehingga kualitas penglihatan dan kualitashidup tetap terjaga,” jelasnya