Pemilihan Skincare untuk Kulit Berjerawat yang Wajib Kamu Tahu!

Nabila MecadinisaDiterbitkan 31 Januari 2026, 12:36 WIB

ringkasan

  • Pemilihan skincare yang tepat untuk kulit berjerawat melibatkan pemahaman penyebab jerawat dan penggunaan bahan aktif seperti Salicylic Acid, Benzoyl Peroxide, dan Niacinamide.
  • Rutinitas skincare dasar yang konsisten meliputi pembersih wajah, toner, pelembap, obat jerawat, dan tabir surya, dengan fokus pada produk non-komedogenik dan lembut.
  • Hindari menyentuh jerawat, produk berminyak, serta bahan seperti mineral oil dan coconut oil yang dapat menyumbat pori, dan segera konsultasi ke dokter jika jerawat tidak membaik.

Fimela.com, Jakarta - Memiliki kulit berjerawat seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak individu, memicu rasa kurang percaya diri dan kebingungan dalam merawatnya. Jerawat merupakan masalah kulit umum yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti produksi minyak berlebih, penumpukan sel kulit mati, dan pertumbuhan bakteri P. acnes. Oleh karena itu, pemilihan produk perawatan kulit (skincare) yang tepat sangat krusial untuk mengatasinya.

Dengan memahami akar masalah jerawat dan memilih bahan aktif yang sesuai, Sahabat Fimela dapat merawat kulit secara efektif. Perawatan yang konsisten dan tepat akan membantu mengurangi jerawat yang ada serta mencegah kemunculannya kembali di masa mendatang. Jangan khawatir, kulit berjerawat tetap bisa tampil sehat dan terawat dengan strategi skincare yang benar.

Artikel ini akan mengupas tuntas panduan pemilihan skincare, bahan aktif yang direkomendasikan, urutan rutinitas perawatan, hingga hal-hal yang perlu dihindari. Tujuannya adalah untuk membekali Sahabat Fimela dengan informasi akurat agar dapat membuat keputusan cerdas dalam merawat kulit berjerawat. Mari kita selami lebih dalam rahasia kulit mulus bebas jerawat!

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

Memahami Akar Masalah: Mengapa Jerawat Muncul?

Foto: Freepik

Jerawat muncul ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak (sebum), sel kulit mati, atau kotoran, yang kemudian memicu pertumbuhan bakteri dan peradangan. Produksi minyak (sebum) berlebih adalah salah satu pemicu utama, karena sebum yang berlebihan dapat menyumbat pori-pori meskipun fungsinya adalah melembapkan dan melindungi kulit.

Selain itu, penumpukan sel kulit mati yang tidak terangkat juga dapat menyumbat pori-pori, menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri Propionibacterium acnes (P. acnes) untuk berkembang biak dan menyebabkan peradangan. Faktor hormonal, seperti saat menstruasi atau kehamilan, dapat meningkatkan produksi minyak dan memperparah kondisi jerawat.

Beberapa faktor lain yang turut berkontribusi meliputi faktor genetik, gaya hidup tidak sehat (merokok, kurang tidur, stres, diet tinggi gula), penggunaan kosmetik yang tidak cocok atau menyumbat pori, serta kebersihan yang kurang. Penting untuk memilih produk non-komedogenik yang diformulasikan agar tidak menyumbat pori-pori.

3 dari 6 halaman

Bahan Ajaib Skincare: Apa Saja yang Efektif Melawan Jerawat?

Dalam memilih skincare untuk kulit berjerawat, penting untuk memperhatikan kandungan bahan aktif yang terbukti efektif. Salah satu yang paling populer adalah Salicylic Acid (Asam Salisilat), sejenis BHA yang larut dalam minyak, mampu menembus pori-pori untuk membersihkan sumbatan minyak, sel kulit mati, dan kotoran. Bahan ini juga memiliki sifat anti-inflamasi yang menenangkan jerawat meradang, serta efektif untuk mencegah dan mengobati jerawat, membersihkan komedo, dan mengeksfoliasi kulit.

Benzoyl Peroxide juga merupakan bahan aktif ampuh yang bekerja sebagai antiseptik untuk membunuh bakteri penyebab jerawat P. acnes, mengurangi peradangan, dan membantu membersihkan sel kulit mati. Tersedia dalam berbagai konsentrasi, namun perlu digunakan secara bertahap karena dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi.

Tidak hanya itu, Niacinamide membantu mengurangi minyak berlebih, meredakan peradangan, dan memperbaiki skin barrier. Retinoid (Retinol) mempercepat regenerasi sel kulit dan membersihkan pori-pori, namun pilih formula ringan dan hindari penggunaan bersamaan dengan asam salisilat. Centella Asiatica (Cica) menenangkan kulit kemerahan dan memiliki sifat antibakteri, sementara Tea Tree Oil juga dikenal dengan sifat antibakteri dan anti-inflamasinya. Zinc membantu mengontrol produksi sebum, dan Azeclair (turunan Azelaic Acid) juga efektif mengatasi jerawat.

4 dari 6 halaman

Panduan Rutinitas: Urutan Skincare Terbaik untuk Kulit Berjerawat

Rutinitas skincare yang konsisten dan tepat adalah kunci untuk merawat kulit berjerawat, dimulai dengan membersihkan wajah dua kali sehari menggunakan pembersih lembut bebas scrub dan alkohol. Pembersih wajah bertujuan mengangkat minyak, kotoran, dan sisa makeup yang dapat menyumbat pori, serta dapat mengandung bahan aktif seperti salicylic acid atau sulfur.

Setelah membersihkan wajah, gunakan toner untuk mengurangi kadar minyak dan kotoran sisa, sekaligus menghidrasi kulit. Selanjutnya, pelembap adalah langkah penting untuk menjaga kelembapan kulit dan memperbaiki skin barrier, bahkan untuk kulit berminyak atau berjerawat. Pilihlah pelembap berlabel "non-comedogenic" atau berbahan ringan seperti hyaluronic acid, yang berbasis air (oil-free atau gel-based).

Untuk jerawat yang sedang aktif, gunakan obat jerawat (spot treatment/serum) yang mengandung salicylic acid, benzoyl peroxide, atau tea tree oil, aplikasikan pada area berjerawat setelah pelembap. Terakhir, jangan lupakan tabir surya (sunscreen) non-komedogenik dengan SPF yang cukup untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang dapat memperparah jerawat dan menyebabkan noda hitam.

5 dari 6 halaman

Hindari Ini! Kesalahan Skincare yang Memperparah Jerawat

Untuk kulit berjerawat, ada beberapa kebiasaan dan produk yang sebaiknya dihindari agar kondisi kulit tidak semakin memburuk. Kebiasaan menyentuh atau memencet jerawat adalah salah satu yang paling sering dilakukan, padahal ini dapat memperburuk peradangan, menyebabkan infeksi, dan meninggalkan bekas luka yang sulit hilang.

Selain itu, hindari produk berminyak atau yang mengandung bahan-bahan komedogenik karena dapat menyumbat pori-pori. Beberapa bahan yang perlu diwaspadai meliputi mineral oil, lanolin, dan coconut oil, meskipun alami, dapat bersifat komedogenik terutama pada kulit berminyak. Selalu periksa daftar bahan pada produk, bahkan jika berlabel "non-comedogenic", karena klaim tersebut tidak selalu diawasi secara ketat.

6 dari 6 halaman

Kapan Saatnya Bertemu Ahli? Konsultasi Dokter Kulit

Jika Sahabat Fimela sudah mencoba berbagai perawatan rumahan dan rutin menggunakan skincare yang tepat namun jerawat tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, ini adalah saatnya untuk berkonsultasi dengan dokter kulit. Dokter kulit dapat memberikan diagnosis yang akurat mengenai jenis jerawat dan penyebabnya, serta merekomendasikan perawatan yang lebih spesifik.

Perawatan yang direkomendasikan bisa berupa obat resep topikal atau oral, prosedur medis, atau terapi lain yang disesuaikan dengan kondisi kulit Anda. Ingat, kulit yang berjerawat bukan tanda kekurangan, melainkan bukti bahwa kulitmu sedang berjuang. Beri ia waktu, cinta, dan perawatan yang lembut, karena pada akhirnya, skincare terbaik adalah yang membuat kamu merasa nyaman dengan diri sendiri.