Fimela.com, Jakarta - Dikutip dari nutritionletter.tufts.edu, bumbu dapur mulai dari rempah dan herbal merupakan pilihan yang saling menguntungkan ketika ingin makan lebih sehat tanpa mengorbankan kenikmatan rasa. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa rasa menjadi faktor utama yang memengaruhi pilihan makanan sehari-hari. Karena itu, membuat makanan sehat tetap terasa lezat sangatlah penting. Bumbu herbal tersedia dalam berbagai bentuk, seperti segar, pasta, kering, maupun beku-kering (freeze-dried). Menambahkan beragam bumbu herbal, bahkan dalam jumlah kecil (sekitar 1–5 gram per hari), dapat memberikan manfaat kesehatan sekaligus menambah kelezatan rasa pada masakan.
Sahabat Fimela, makanan olahan, makanan kemasan, serta makanan restoran menjadi sumber natrium terbesar dalam pola makan sehari-hari, sehingga penting untuk membatasi konsumsinya. Mengetahui cara memberi rasa pada makanan dengan rempah dan bumbu herbal dapat membantu meningkatkan minat memasak di rumah. Nicola McKeown, PhD, profesor asosiasi di Friedman School, Tufts University, mengatakan bahwa banyak orang sudah sangat terbiasa dengan rasa asin. Menambahkan rempah dan bumbu herbal sambil secara bertahap mengurangi garam dapat memudahkan seseorang menurunkan asupan natrium. Jika selama ini masih ragu menggunakan rempah dan bumbu herbal, tidak ada kata terlambat untuk mulai mempelajarinya.
10 Bumbu Dapur Alami yang Paling Sering Digunakan di Rumah
1. Lada/Merica
Lada atau merica tidak hanya mampu memperkaya cita rasa dan aroma masakan sehingga hidangan terasa lebih menggugah selera, tetapi juga dikenal dapat membantu melancarkan pencernaan, meningkatkan penyerapan nutrisi penting dalam tubuh, serta memberikan sensasi hangat yang membuat makanan terasa lebih nyaman dan nikmat saat dikonsumsi.
2. Daun Salam
Kalau yang satu ini pasti Sahabat Fimela sering pakai untuk memasak sayur asem. Daun salam punya aroma lembut, tidak terlalu menyengat, tapi bikin masakan lebih sedap Biasanya, selain sayur asem dapat dipakai juga di nasi uduk, sop ayam, tumisan, sampai pepes. Daun salam sering dimasukkan langsung saat masakan direbus. Manfaat dari daun salam membantu menurunkan kolesterol, melancarkan pencernaan, dan mengontrol gula darah.
3. Ketumbar
Penggunaan ketumbar yang tepat dalam bumbu masakan dapat membantu mengeluarkan aroma dan rasa gurih hangat yang khas. Sebaiknya ketumbar disangrai terlebih dahulu sebelum dihaluskan agar aromanya lebih kuat dan tidak langu. Setelah itu, ketumbar bisa dihaluskan bersama bumbu lain sebagai bumbu dasar atau digunakan sebagai bumbu marinasi untuk ayam, daging, maupun seafood agar rasa lebih meresap dan membantu mengurangi bau amis. Gunakan ketumbar secukupnya supaya cita rasa masakan tetap seimbang dan tidak terlalu dominan.
4. Kunyit
Warnanya yang kuning alami sekaligus aroma khas yang membuat masakan terasa lebih menggugah selera, membuat kunyit jadi lebih memperkaya rasa di masakan Sahabat Fimela. Kunyit juga mengandung kurkumin yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi, sehingga baik untuk membantu menjaga daya tahan tubuh dan mendukung kesehatan pencernaan.
Trik agar rasanya lebih maksimal, Sahabat Fimela bisa menggunakan kunyit segar yang dihaluskan sebagai bumbu dasar pada masakan seperti gulai, opor, atau tumisan. Untuk mengurangi rasa getir, kunyit sebaiknya dimasak hingga matang dan dapat dipadukan dengan rempah lain seperti serai atau daun jeruk agar cita rasanya semakin seimbang.
5. Kencur
Agar rasa dan aroma dari kencur lebih maksimal, Sahabat Fimela bisa menggunakan kencur segar yang dihaluskan sebagai bumbu pada hidangan seperti urap, sambal, atau olahan tumisan. Gunakan secukupnya karena aroma kencur cukup kuat, dan sebaiknya ditambahkan di tahap awal memasak agar rasanya dapat menyatu dengan bumbu lainnya.
6. Sereh
Pilih sereh segar ditandai dengan batangnya yang kencang atau tidak terlihat layu apalagi mengering. Aroma dan rasa serai terkuat didapat dari bagian putihnya. Sereh biasanya ditambahkan saat proses memasak seperti pada sup, soto, kari, atau tumisan agar aromanya meresap sempurna. Gunakan bagian batang yang berwarna putih karena memiliki aroma paling kuat, dan sebaiknya diangkat sebelum disajikan agar teksturnya tidak mengganggu saat disantap.
7. Kemiri
Kemiri merupakan bumbu dapur yang sering digunakan sebagai pengental alami sekaligus pemberi rasa gurih pada berbagai masakan Nusantara, seperti opor, sambal, dan bumbu dasar tumisan.
Trik untuk menggunakan kemiri di masakan, Sahabat Fimela bisa menyangrainya atau menggoreng kemiri terlebih dahulu sebelum dihaluskan. Gunanya adalah untuk mengeluarkan aroma gurihnya sekaligus mengurangi rasa langu. Pakai secukupnya dan haluskan bersama bumbu lain agar teksturnya menyatu dengan sempurna dalam masakan.
8. Jahe
Jahe termasuk salah satu rempah dapur yang sering diandalkan untuk menghadirkan rasa hangat sekaligus aroma segar pada hidangan. Selain membuat masakan terasa lebih kaya rasa, jahe juga kerap digunakan untuk membantu menetralisir aroma amis pada bahan makanan seperti ikan atau daging.
Supaya manfaat dan aromanya lebih terasa, Sahabat Fimela bisa menambahkan jahe yang sudah digeprek atau diparut ke dalam masakan sejak awal proses memasak. Jahe cocok dipadukan dengan hidangan berkuah, tumisan, hingga minuman herbal, namun sebaiknya digunakan secukupnya agar rasa pedas dan hangatnya tidak terlalu mendominasi hidangan.
9. Kayu Manis
Aromanya manis hangat dan sering dipakai di masakan manis maupun gurih. Bentuknya berupa gulungan tipis berwarna cokelat. Rempah ini juga kerap dimanfaatkan untuk membantu memberikan sensasi nyaman dan menambah karakter rasa pada masakan.
Untuk mengoptimalkan aromanya, gunakanlah kayu manis utuh yang dimasukkan saat proses memasak, seperti pada semur, kari, atau minuman hangat. Jika ingin rasa yang lebih lembut, kayu manis bisa diangkat sebelum hidangan disajikan agar aroma tetap terasa tanpa membuat rasa masakan terlalu kuat.
10. Lengkuas
Bila tidak segera digunakan, Sahabat Fimela disarankan untuk menyimpan lengkuas di dalam kulkas agar kesegarannya tetap terjaga dan teksturnya tidak mengering. Dengan penyimpanan yang tepat, aroma dan cita rasa khas lengkuas pun dapat bertahan lebih lama sehingga tetap optimal saat digunakan sebagai bumbu masakan.
Meski penyedap alami umumnya aman, Sahabat Fimela tetap perlu memperhatikan penggunaannya agar rasa masakan seimbang dan tetap sehat. Perhatikan respon tubuh terhadap rempah, daun aromatik, atau jamur tertentu karena beberapa orang bisa mengalami reaksi alergi. Pilihlah bahan yang segar dan berkualitas untuk menjaga cita rasa sekaligus nutrisinya.