Vintage Sounds, Cara ArtSwara Mengajak Pulang ke Memori Musik Indonesia

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 05 Februari 2026, 19:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Ada musik yang bukan sekadar didengar, tapi mengajak kita pulang ke ruang keluarga, ke kaset lama, ke suara radio yang menemani masa kecil. Perasaan itulah yang ingin dihadirkan ArtSwara (PT Mahhasa Artswara Persada) lewat pertunjukan terbarunya, “Vintage Sounds”, yang akan digelar pada 17 Februari 2026.

Mengusung format Live Variety Show, Vintage Sounds tampil berbeda dari konser pada umumnya. Di sini, musik, visual, dan berbagai disiplin seni bertemu dalam satu panggung, menciptakan pengalaman menonton yang dinamis, personal, dan penuh rasa.

Di balik konsepnya, Vintage Sounds lahir dari cerita yang sangat personal. Maera, Produser Eksekutif sekaligus penggagas pertunjukan, menyebut acara ini sebagai bentuk kasih sayang kepada kedua orang tuanya.

Lagu-lagu yang akan dibawakan bukan dipilih secara acak, melainkan berasal dari musik favorit orang tua Maera, lagu-lagu yang tumbuh bersama memori keluarga. Mulai dari Selamat Datang Cinta, Aku Cinta Kepadamu, Alam Maya, Bimbang, Asmaraku Asmaramu, Cinta, hingga Damai, semuanya merepresentasikan warna musik pop Indonesia era 80–90an yang begitu kuat dan ikonik.

Namun, nostalgia bukan berarti usang. Lagu-lagu ini akan dihadirkan kembali dengan aransemen baru, segar, dan relevan, tanpa menghilangkan karakter aslinya. Sebuah jembatan emosional antara generasi yang tumbuh bersama lagu-lagu tersebut dan generasi yang baru mengenalnya.

 

2 dari 3 halaman

Big Band, Nostalgia, dan Groove

Vintage Sound hadirka memori musik Indonesia (ArtSwara)

Untuk menghidupkan kembali nuansa era emas musik Indonesia, ArtSwara menggandeng Tohpati bersama Tohpati Orchestra. Sentuhan Big Band menjadi elemen penting yang membuat Vintage Sounds terasa megah, namun tetap hangat dan groovy.

Bagi Tohpati, format Live Variety Show ini menghadirkan tantangan kreatif tersendiri. Musik tidak hanya berdiri sendiri, tapi harus menyatu dengan berbagai segmen pertunjukan yang menciptakan ritme yang mengalir sepanjang acara.

Salah satu daya tarik utama Vintage Sounds adalah kolaborasi lintas generasi dan lintas seni. Selain Maera, panggung akan diramaikan oleh Iwa K, legenda rap Indonesia, Galabby yang tampil sebagai penyanyi sekaligus penari, serta Vina Candrawati, pelukis pasir yang menghadirkan visual storytelling secara live.

Kehadiran Iwa K memberikan warna yang tak terduga. Menggabungkan rap dengan nuansa nostalgia dan orkestra besar jelas bukan hal biasa justru di situlah daya tariknya. Sementara itu, Galabby akan membawakan Asmaraku Asmaramu dengan pendekatan performatif, bernyanyi dan menari bersama ansambel ArtSwara, ditemani visual seni pasir dari Vina.

Kolaborasi ini menjadikan Vintage Sounds bukan hanya pertunjukan musik, tapi pengalaman multisensori yang terus bergerak dan mengejutkan.

 

3 dari 3 halaman

Lebih dari Sekadar Pertunjukan

Menariknya, Vintage Sounds juga menjadi pembuka untuk perjalanan ArtSwara selanjutnya. Maera memberi bocoran bahwa musikal “MAR”, salah satu karya masterpiece ArtSwara, akan kembali dipentaskan pada pertengahan Mei 2026. Tiket untuk MAR dapat dibeli bertepatan dengan pertunjukan Vintage Sounds melalui website resmi ArtSwara.

Dengan pendekatan yang personal, kolaboratif, dan penuh rasa, “Vintage Sounds” menawarkan lebih dari sekadar nostalgia. Ia mengajak kita berhenti sejenak, mendengarkan, dan merayakan musik Indonesia sebagai bagian dari perjalanan hidup bersama orang-orang yang kita cintai.