Sukses

FimelaMom

Hack Menidurkan Bayi agar Tidak Mudah Terbangun, Trik Simpel yang Patut Dicoba Orangtua Baru

Fimela.com, Jakarta - Menidurkan bayi sering terasa seperti proses panjang yang membutuhkan tenaga dan kesabaran ekstra, mulai dari menggendong hingga menenangkan mereka agar benar-benar tertidur pulas. Setelah perjuangan itu berhasil, tantangan berikutnya justru muncul saat orangtua memindahkan bayi ke tempat tidur. Banyak orangtua menganggap momen transfer sebagai bagian paling krusial karena sedikit saja gerakan berubah, bayi bisa langsung terbangun dan menangis lagi.

Fenomena bayi yang mudah tersentak saat dipindahkan sangat sering terjadi dan sering kali membuat orangtua merasa frustrasi. Perubahan posisi yang terlalu cepat atau permukaan kasur yang terasa dingin dapat membuat bayi kaget sehingga tidur kembali menjadi tugas yang harus diulang dari awal. Karena itulah banyak orangtua kini mencari teknik yang lebih lembut dan efektif untuk membantu bayi tetap tidur nyenyak saat dipindahkan.

Dilansir dari TheBump.com, konsultan tidur bayi Alice Bloomfield membagikan hack viral yang membantu bayi tetap tertidur saat dipindahkan ke crib. Ia menyarankan teknik feet first yaitu memulai gerakan dengan menurunkan kaki bayi terlebih dahulu lalu mengarahkan tubuh secara bertahap dari pinggul, perut, leher hingga kepala agar transisi berlangsung halus. Teknik ini membantu mencegah Moro Reflex atau startle reflex yang biasanya terjadi ketika kepala bayi tiba-tiba mengayun atau posisi tubuh berubah secara cepat sehingga mereka merasa lebih aman selama proses transfer.

Mengapa Bayi Mudah Terbangun Saat Dipindahkan

Bayi memiliki sistem sensorik yang masih sangat sensitif sehingga perubahan kecil pada posisi tubuh dapat langsung memicu refleks kejut. Startle reflex ini muncul ketika bayi merasa kehilangan keseimbangan atau mengalami perubahan arah gerakan secara tiba-tiba yang membuat mereka tersentak dan menangis. Kondisi ini biasanya berlangsung hingga usia empat sampai enam bulan dan merupakan bagian normal dari perkembangan saraf mereka. Dengan memahami penyebabnya orangtua bisa menyesuaikan cara memindahkan bayi dengan lebih lembut agar peluang berhasil lebih tinggi.

Teknik Feet First, Hack Viral untuk Transfer Tidur Lebih Halus

Teknik ini populer karena mudah dilakukan tanpa membutuhkan alat tambahan. Orangtua cukup memastikan tubuh bayi benar-benar rileks lalu mengarahkan kaki mereka menyentuh permukaan kasur terlebih dahulu. Setelah itu turunkan pinggul diikuti tubuh bagian tengah sambil tetap menopang kepala agar tetap stabil dan tidak mengayun. Saat tubuh bayi sudah berada di kasur barulah kepala diturunkan secara perlahan. Gerakan bertahap seperti ini membuat tubuh bayi merasa tetap seimbang sehingga refleks kejut lebih jarang terjadi dan tidur mereka tetap terjaga.

Gunakan Swaddle untuk Mengurangi Startle Reflex

Swaddle membantu menahan gerakan tangan berlebihan yang sering memicu bayi terbangun secara mendadak. Lilitan yang nyaman memberikan sensasi aman seperti sedang dipeluk sehingga bayi merasa lebih tenang saat dipindahkan ke kasur. Pastikan swaddle tidak terlalu ketat agar tetap aman digunakan dan memberi ruang pernapasan serta gerakan alami bagi bayi. Swaddle yang tepat dapat mendukung keberhasilan teknik transfer seperti feet first.

Hangatkan Area Tidur agar Bayi Tidak Kaget oleh Perbedaan Suhu

Salah satu penyebab bayi terbangun adalah perubahan suhu dari pelukan hangat ke kasur yang lebih dingin. Untuk mengurangi kejutan tersebut orangtua dapat menghangatkan area tidur menggunakan botol berisi air hangat atau heating pad selama beberapa menit sebelum bayi dipindahkan. Setelah kasur terasa hangat permukaan menjadi lebih nyaman dan transisi tidur terasa lebih natural bagi bayi.

Pastikan Bayi Sudah Masuk ke Fase Tidur Pulas

Transfer akan lebih mudah berhasil ketika bayi sudah masuk fase tidur dalam atau deep sleep. Tanda-tandanya meliputi wajah yang lebih tenang pernapasan teratur otot tubuh lebih lemas dan bayi tidak merespons sentuhan ringan. Biasanya fase ini tercapai sekitar sepuluh hingga dua puluh menit setelah bayi tertidur sehingga orangtua perlu menunggu sedikit lebih lama untuk memastikan kualitas transfer yang lebih stabil.

Gunakan Gerakan Lembut dan Hindari Suasana Tergesa

Bayi sangat peka terhadap perubahan ritme gerakan dan ketegangan dari orangtua. Proses transfer sebaiknya dilakukan perlahan dengan napas yang tenang agar bayi merasa tetap aman. Hindari gerakan mendadak dan pastikan lingkungan sekitar cukup tenang sehingga bayi tidak mendapatkan stimulasi berlebih yang bisa memicu refleks kejut.

Ciptakan Lingkungan Tidur Konsisten agar Bayi Lebih Nyaman

Lingkungan tidur yang stabil membantu bayi merasa familiar dan lebih cepat kembali ke ritme tidur mereka. Gunakan white noise untuk mengurangi suara mengganggu dan atur pencahayaan agar lebih redup. Suhu ruangan yang nyaman serta kasur yang aman akan memperkuat rasa aman bayi saat berada di crib. Lingkungan yang konsisten membuat proses transfer berlangsung lebih mulus.

Setiap Bayi Berbeda dan Orangtua Perlu Menemukan Ritme yang Paling Cocok

Walaupun banyak bayi merespons baik teknik ini ada juga bayi yang membutuhkan pendekatan berbeda. Respons tiap bayi sangat individual sehingga orangtua perlu bereksperimen dengan beberapa cara untuk menemukan teknik paling efektif. Sabar dan konsisten adalah kunci utama agar bayi dapat beradaptasi dan tidur lebih nyenyak di kasurnya sendiri.

Penulis: Siti Nur Arisha

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading