Apakah Perempuan Perlu Melakukan Cold Plunging?

Nabila MecadinisaDiterbitkan 19 Februari 2026, 14:21 WIB

ringkasan

  • Cold plunging menawarkan manfaat seperti peningkatan suasana hati, pemulihan otot, metabolisme, dukungan hormonal, dan kualitas tidur bagi wanita.
  • Wanita memiliki pertimbangan khusus terkait termoregulasi, siklus menstruasi, kehamilan, dan pascapersalinan yang memengaruhi respons terhadap cold plunging.
  • Penting untuk melakukan cold plunging dengan aman, memperhatikan suhu dan durasi, mendengarkan tubuh, serta berkonsultasi medis untuk meminimalkan risiko syok dingin atau hipotermia.

Fimela.com, Jakarta - Praktik cold plunging, atau perendaman air dingin, kini semakin populer sebagai bagian dari rutinitas kesehatan dan kebugaran. Banyak orang, termasuk selebriti dan atlet, memuji berbagai manfaatnya yang luar biasa. Sebenarnya, perlukah perempuan melakukannya?

Metode ini melibatkan perendaman tubuh dalam air bersuhu rendah, biasanya antara 10-15°C, selama periode waktu yang singkat. Tujuannya adalah memicu respons stres hormetik yang terkontrol, mendorong adaptasi tubuh. Namun, ada perbedaan fisiologis dan hormonal yang perlu diperhatikan pada wanita.

Artikel ini akan mengupas tuntas manfaat, risiko, serta pertimbangan khusus bagi Sahabat Fimela yang ingin mencoba cold plunging. Mari kita cari tahu lebih dalam apakah praktik ini cocok dan aman untuk kesehatan wanita modern.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Manfaat Cold Plunging untuk Kesehatan dan Kesejahteraan Wanita

Cold plunging menawarkan berbagai potensi manfaat kesehatan fisik dan mental yang signifikan bagi wanita. Paparan dingin dapat memicu peningkatan kadar dopamin dan norepinefrin, neurotransmitter yang berperan penting dalam meningkatkan fokus, energi, dan suasana hati. Hal ini juga membantu mengatur sistem saraf, sehingga dapat mengurangi perasaan stres dan kecemasan secara keseluruhan.

Selain itu, terapi air dingin terbukti efektif dalam pemulihan otot setelah berolahraga. Perendaman air dingin dapat mengurangi nyeri otot yang tertunda (DOMS) dan mempercepat proses pemulihan dengan menyempitkan pembuluh darah, mengurangi peradangan, dan membuang produk limbah seperti asam laktat. Setelah keluar dari air dingin, pembuluh darah akan melebar kembali, meningkatkan aliran darah dan oksigen ke jaringan yang rusak.

Manfaat lain termasuk peningkatan laju metabolisme, karena tubuh membakar lebih banyak kalori untuk menghasilkan panas saat menggigil. Studi juga menunjukkan bahwa paparan dingin berulang dapat meningkatkan sensitivitas insulin, membantu pengelolaan kadar gula darah. Praktik ini juga dapat mendukung regulasi hormonal dengan mengurangi stres kronis yang berkaitan dengan keseimbangan kortisol dan estrogen, serta merangsang produksi hormon tiroid.

Bahkan, cold plunging yang dilakukan secara strategis, terutama di pagi atau sore hari, dapat membantu mengatur siklus tidur-bangun, sehingga meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan.

3 dari 4 halaman

Pertimbangan Fisiologis dan Hormonal Khusus bagi Wanita

Ilustrasi perempuan mandi/copyrightshutterstock/Art_Photo

Fisiologi wanita memiliki perbedaan mendasar dengan pria, terutama dalam hal termoregulasi dan fluktuasi hormonal, yang memengaruhi respons tubuh terhadap cold plunging. Wanita umumnya memiliki persentase lemak tubuh yang lebih tinggi dan jalur termoregulasi yang berbeda, membuat mereka mungkin merasakan dingin lebih mudah. Para ahli menyarankan bahwa wanita tidak memerlukan suhu air sedingin es untuk mendapatkan manfaat yang sama dengan pria; suhu sekitar 14-16°C sudah cukup efektif.

Siklus menstruasi juga menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan, karena toleransi terhadap dingin dapat bergeser sepanjang siklus. Selama fase folikular (hari ke-6 hingga ke-14), yang ditandai dengan peningkatan kadar estrogen, tubuh wanita cenderung lebih mudah beradaptasi dengan perubahan suhu. Sebaliknya, pada fase luteal (hari ke-18 hingga ke-28), kadar progesteron yang lebih tinggi dapat meningkatkan suhu inti tubuh, membuat paparan dingin terasa lebih intens.

Meskipun cold plunging tidak sepenuhnya dilarang selama fase luteal, sesi yang lebih singkat atau suhu yang sedikit lebih hangat mungkin lebih disarankan. Beberapa wanita bahkan melaporkan bahwa cold plunge membantu mengelola gejala PMS seperti kelelahan dan perubahan suasana hati. Namun, selama menstruasi, beberapa ahli merekomendasikan untuk menghindari praktik ini karena tubuh lebih sensitif terhadap perubahan suhu dan kadar hormon yang rendah.

Wanita hamil dan pascapersalinan juga harus sangat berhati-hati. Para ahli umumnya menyarankan untuk menghindari cold plunging selama kehamilan karena potensi risiko stres pada tubuh dan perubahan aliran darah yang dapat memengaruhi janin. Konsultasi dengan penyedia layanan kesehatan adalah langkah krusial sebelum melakukan cold plunge dalam kondisi ini. Demikian pula, wanita yang sedang dalam masa menopause, perimenopause, atau pascapersalinan disarankan untuk berhati-hati karena tubuh mereka sudah dalam kondisi stres yang meningkat.

4 dari 4 halaman

Risiko, Peringatan, dan Panduan Aman Cold Plunging

Meskipun memiliki beragam manfaat, cold plunging juga datang dengan risiko, terutama jika tidak dilakukan dengan benar. Salah satu risiko utama adalah syok dingin (cold shock), reaksi awal terhadap air dingin ekstrem yang dapat menyebabkan napas tersengal, pernapasan cepat, detak jantung melonjak, dan vasokonstriksi kuat. Ini bisa sangat berisiko bagi individu dengan masalah jantung atau tekanan darah tinggi.

Risiko lain adalah hipotermia, yaitu penurunan suhu tubuh yang ekstrem akibat terlalu lama berendam, terutama pada suhu di bawah 10°C. Individu dengan gangguan peredaran darah, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, atau kondisi jantung lainnya harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba cold plunge. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa cold plunge segera setelah latihan beban dapat menghambat adaptasi otot dengan mengurangi peradangan terlalu cepat, meskipun ini mungkin berbeda antara pria dan wanita.

Untuk Sahabat Fimela yang ingin mencoba cold plunging, pendekatan yang hati-hati dan disesuaikan sangat penting. Suhu air yang direkomendasikan untuk wanita adalah antara 10-16°C. Pemula disarankan untuk memulai dengan suhu yang lebih hangat (sekitar 12-15°C) dan durasi yang sangat singkat, sekitar 30 detik hingga 1-2 menit, kemudian secara bertahap tingkatkan durasi hingga 2-5 menit seiring adaptasi tubuh.

Penting juga untuk selalu mendengarkan tubuh dan menyelaraskan praktik cold plunge dengan fase siklus menstruasi serta tingkat stres tubuh. Jika tubuh sedang dalam keadaan sangat stres, cold plunging mungkin lebih merugikan. Setelah selesai, hangatkan tubuh secara perlahan; hindari langsung masuk ke sauna atau bak air panas karena perubahan suhu yang terlalu cepat dapat menimbulkan stres berlebihan. Terakhir, selalu konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan sebelum memulai cold plunging, terutama jika memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, sedang hamil, menyusui, atau menjalani terapi hormon.