Sukses

FimelaMom

9 Trik Jitu Cara Agar Anak Suka Makan Sayur Tanpa Drama

ringkasan

  • Melibatkan anak dalam proses memilih, menyiapkan, hingga menanam sayuran dapat meningkatkan minat mereka untuk mengonsumsinya secara signifikan.
  • Penyajian yang kreatif, penggunaan saus celup, bumbu, dan metode memasak bervariasi terbukti efektif membuat sayuran lebih menarik dan menggugah selera anak.
  • Menciptakan lingkungan makan yang positif tanpa paksaan, menawarkan pilihan, serta paparan berulang sejak dini adalah kunci sukses agar anak terbiasa makan sayur dan membentuk kebiasaan sehat jangka panjang.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, memastikan anak mengonsumsi sayuran yang cukup seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Padahal, sayuran memegang peranan krusial dalam menunjang tumbuh kembang anak serta kesehatan jangka panjang mereka. Mengonsumsi beragam sayuran sejak dini dapat membantu anak mengembangkan mikrobioma usus yang sehat, mendukung pencernaan, dan meningkatkan kesejahteraan seumur hidup.

Kebiasaan makan yang sehat, termasuk konsumsi sayuran, yang terbentuk di masa kanak-kanak akan berlanjut hingga dewasa. Pola makan kaya sayuran dapat menurunkan risiko obesitas dan membantu mencegah banyak penyakit kronis, seperti masalah jantung dan jenis kanker tertentu di kemudian hari.

Sayuran adalah sumber serat makanan, kalium, folat (asam folat), vitamin A, dan vitamin C yang kaya. Nutrisi-nutrisi ini sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh yang kuat, metabolisme yang optimal, serta fungsi kognitif dan perkembangan otak yang sehat pada anak.

Libatkan Anak dalam Petualangan Sayur

Salah satu cara paling efektif untuk membuat anak menyukai sayuran adalah dengan menjadikan orangtua sebagai teladan. Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat, jadi jika Sahabat Fimela menikmati makan buah dan sayuran, anak lebih mungkin untuk mengikutinya. Pastikan untuk memberi contoh dengan mengonsumsi sayuran renyah atau memasukkan sayuran lain ke dalam makan malam keluarga sepanjang minggu.

Melibatkan anak dalam prosesnya juga sangat membantu. Ajak anak ke toko kelontong atau pasar petani dan biarkan mereka memilih sayuran untuk makan malam. Setelah itu, libatkan mereka dalam proses persiapan makanan, seperti mencuci atau memetik sayuran.

Bahkan, melatih anak menanam sayuran sendiri dapat secara signifikan meningkatkan minat mereka untuk memakan hasil kerja kerasnya. Mulailah dengan kebun herbal kecil atau beberapa pot tomat ceri di rumah. Ini akan membuat mereka merasa memiliki dan bangga dengan sayuran yang mereka konsumsi.

Sajikan Sayur dengan Cara yang Menarik dan Menyenangkan

Sayuran perlu disajikan semenarik mungkin bagi anak-anak. Menambahkan warna, bentuk yang menyenangkan, atau desain kreatif dapat mengubah sikap negatif anak menjadi positif terhadap sayuran. Gunakan pemotong kue untuk membuat bentuk-bentuk lucu dari mentimun atau wortel, atau atur berbagai sayuran berwarna-warni di piring anak untuk membuat pelangi atau hewan favorit mereka.

Tingkatkan rasa dan tekstur sayuran agar lebih menggugah selera. Menyajikan sayuran dengan saus celup yang akrab dan disukai anak, seperti yogurt, ranch dressing, hummus, atau saus tomat, dapat membantu mereka mencoba lebih banyak sayuran. Selain itu, menggunakan bumbu dan rempah adalah cara mudah untuk menambah rasa, membantu anak terbiasa dengan berbagai rasa.

Metode memasak juga berpengaruh besar. Panggang atau tumis sayuran seringkali lebih disukai daripada mengukus atau merebusnya karena dapat menambah rasa dan tekstur yang lebih renyah. Penting juga untuk menawarkan sayuran secara teratur dan dengan cara yang berbeda, karena dibutuhkan hingga 12-20 kali paparan bagi seorang anak untuk menerima makanan baru.

Ciptakan Lingkungan Makan Positif dan Variatif

Integrasikan sayuran ke dalam hidangan favorit anak. Campurkan sayuran ke dalam makanan yang sudah disukai anak, seperti saus pasta, sup, atau smoothie. Misalnya, tambahkan bayam ke smoothie buah dan susu, atau campurkan zucchini parut ke dalam panekuk. Meskipun menyembunyikan sayuran dapat membantu konsumsi jangka pendek, penting juga untuk memperkenalkan sayuran dalam bentuk utuh agar anak terbiasa melihat dan mengenalinya.

Ciptakan lingkungan makan yang positif dengan menghindari tekanan atau paksaan. Memaksa anak makan sayuran dapat menciptakan perasaan negatif terhadap makanan tersebut. Sebaliknya, gunakan penguatan positif dan berikan pujian non-makanan, seperti stiker atau waktu bermain lebih banyak, untuk mendorong anak mencoba sayuran baru. Sajikan porsi kecil untuk mengurangi penolakan dan usahakan makan bersama keluarga, karena penelitian menunjukkan anak-anak makan lebih banyak sayuran saat makan bersama.

Perkenalkan sayuran sejak dini karena pengalaman makan awal dapat memengaruhi cara makan saat dewasa. Tawarkan pilihan dan variasi, misalnya dengan bertanya, "Mana yang kamu mau untuk makan malam, brokoli atau kembang kol?" daripada "Apakah kamu mau brokoli?". Sediakan berbagai jenis sayuran (segar, beku, kalengan) dan berbagai warna untuk membuat piring anak lebih menarik, serta sediakan buah dan sayuran sebagai camilan.

Rekomendasi Konsumsi Sayuran Harian (USDA)

  • Balita (12-23 bulan): ⅔ hingga 1 cangkir sayuran.
  • Anak-anak (2-3 tahun): 1 hingga 1½ cangkir sayuran.
  • Anak-anak (4-8 tahun): 1½ hingga 2½ cangkir sayuran.
  • Anak perempuan (9-13 tahun): 1½ hingga 3 cangkir sayuran.
  • Anak perempuan (14-18 tahun): 2½ hingga 3 cangkir sayuran.
  • Anak laki-laki (9-13 tahun): 2 hingga 3½ cangkir sayuran.
  • Anak laki-laki (14-18 tahun): 2½ hingga 4 cangkir sayuran.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading